SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

MUI: Ada Kepentingan Kuat Israel Melalui Media, Merusak Kepercayaan Masyarakat dan Bangsa Palestina terhadap Indonesia

Jepretan Layar 2022 09 20 pukul 16.35.16
Tangkapan layar laman i24NEWS

INDONESIA dilaporkan mengirim delegasi ke Israel untuk menggelar pertemuan rahasia. Laporan yang, tersebar dalam pemberitaan media lokal tidak lepas dari kepentingan Israel dalam merusak konsistensi Indonesia dalam membela Palestina.

Dikatakan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim, kabar tersebut sengaja disebar untuk merusak kepercayaan rakyat Indonesia.

“Ada kepentingan kuat Israel melalui media, untuk merusak kepercayaan masyarakat dan bangsa Palestina terhadap Indonesia,” ujar Sudarnoto dalam keterangannya, Rabu (21/9).

Baca JugaJejak Aktivis Kemerdekaan Papua, Filep Karma Ditemukan Meninggal di Pantai Base G JayapuraPengamat Heran Langkah Polda Metro Jaya Dampingi Jerry Raymond Siagian Usai Dipecat, Bentuk Perlawanan Terhadap Mabes Polri

Melalui media massa, kata dia, Israel dengan sengaja telah mengusik komitmen pemerintah dan bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Palestina.

Media Israel, lanjutnya, telah dengan sengaja memberikan ruang kepada tokoh dan kelompok masyarakat pro zionis Israel untuk terus melakukan berbagai upaya melemahkan semangat pembelaan kepada rakyat dan bangsa Palestina.

Baca JugaPidato Lengkap Jokowi Berikan Arahan Pejabat Polri hingga KapolresArif Rachman Arifin Akui Disuruh Anak Buah Ferdy Sambo Hapus Dokumentasi Foto Hasil Visum hingga Peti Mati Brigadir J

“Dan juga membuka satu babak baru, yaitu hubungan dan kerjasama diplomatik yang lebih produktif Indonesia-Israel,” katanya.

Pada sisi lain, Sudarnoto mengapresiasi sikap tegas Kementerian Luar Negeri RI yang menyatakan bahwa Indonesia tidak akan pernah membuka hubungan diplomatik selama Israel masih menjajah Palestina.

“MUI menyampaikan respek, Kementerian Luar Negeri RI yang tetap dengan tegas menyatakan untuk tidak akan pernah membuka hubungan dan kerjasama diplomatik sepanjang Israel masih terus melakukan penjajahan dan berbagai kejahatan terhadap rakyat dan bangsa Palestina,” pungkasnya. (*)

Kirim Komentar