SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mengungkap Sosok Kuat Ma’ruf yang Berani Melarang Ajudan hingga Pegang Tubuh Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi

hakim juga tolak eksepsi kuat ma ruf sidang pembunuhan brigadir j dilanjutkan pekan depan15 700
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

SOSOK Kuat Ma’ruf, terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) terkuak di persidangan. Disebutkan, Kuat berani melarang ajudan hingga memegang tubuh istri bosnya

Hal itu terungkap di sidang asisten rumah tangga Ferdy Sambo, Susi dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Senin (31/10/2022).

Berani Larang Ajudan

Susi awalnya menceritakan peristiwa yang terjadi di rumah Sambo di Magelang, Jawa Tengah, pada 4 Juli 2022. Saat itu, menurut dia, ada peristiwa Yosua hendak mengangkat tubuh Putri Candrawathi tapi dilarang oleh Kuat Ma’ruf.

Baca JugaVideo Jokowi Tak Salami Kapolri Usai Upacara HUT-77 TNIIsaac Herzog: Intelijen Israel Berbagi Informasi dengan AS, Bukti Penggunaan Pesawat Tak Berawak Iran di Ukraina

“Ini saudara katakan, ‘Setelah kami melihat Yosua Hutabarat mengangkat badan Ibu Putri Candrawathi, Kuat dan Richard serta saya kaget, kemudian Richard mengatakan ‘jangan gitu lah, Bang’, kuat katakan ‘Yos, itu kan Ibu bukan orang lain’. Lalu setelah itu saya lihat Ibu Putri Candrawathi diturunkan oleh saudara Yosua dan ibu langsung pergi ke lantai 2 rumah Magelang’. Pertanyaan saya yang bohong BAP atau sidang?” tanya hakim ke Susi yang menjadi saksi untuk Bharada Eliezer di PN Jaksel, Senin (31/10/2022).

“Yang di BAP soalnya om kuat nyuruh saya untuk memapah ibu ke lantai 2,” jawab Susi.

Baca JugaBerikut Aset Bos Judi Online Apin BK yang Disita PolisiKorban Cianjur Bertambah Jadi 310 Orang Meninggal Dunia, 24 Hilang

Hakim kembali bertanya keterangan mana yang benar. Susi kembali menyatakan keterangannya di persidangan lah yang benar.

“Yang saat ini. Yang saya lihat Om Yosua menghampiri ibu untuk ingin mengangkat ibu, tapi nggak sempat diangkat keburu dilarang Om Kuat,” ujar Susi.

“Ini di BAP ngomong begini, terdakwa katakan jangan gitu lho, Bang. Kok sekarang gini? Ini saya baru nanya Anda lho belum terdakwa saya tanya. Korban Yosua sempat angkat tubuh Putri?” tanya hakim lagi.

Baca JugaFakta-fakta di Balik Tewasnya Satu Keluarga di Perumahan Citra Garden Satu ExtensionMahasiswa Baru UGM Bunuh Diri, Polisi Temukan Tas Berisi Surat Keterangan Psikolog dari Rumah Sakit JIH Saat Olah TKP

“Tidak,” jawab Susi.

Hakim lalu kembali mengulangi pertanyaan siapa yang melarang Yosua mengangkat Putri. Susi pun kembali menyatakan Kuat Ma’ruf-lah yang melarang.

Hakim pun mempertanyakan mengapa Kuat begitu berani memberi perintah ke ajudan istri Sambo. Hakim mengatakan bakal mengecek ulang pernyataan Susi dengan saksi lainnya.

“Dari tadi kamu jawab pertanyaan saya seolah-olah kuat ini orang yang posisinya di atas segala-galanya bahkan lebih dari ajudan bisa melarang ajudan, padahal kamu jelaskan saudara Kuat sejak tahun lalu nggak pernah ke Saguling (rumah pribadi Sambo) tapi hebat kali dia bisa perintah-perintah ajudan padahal dia hanya sopir lho dan saudara ikuti apa kata Kuat semua. Nanti kalau saudara udah dipertemukan Kuat kita akan cek lagi. Bohongnya nggak keterlaluan kamu ini. Berarti Richard lihat nggak Yosua angkat tubuh PC?” ujar hakim.

Baca JugaAjudan Ferdy Sambo Sebut Nama Mantan Kapolri Idham Azis dalam Sidang Pembunuhan Brigadir JMuhammad Yulianton-Devi Ratnasari Pasutri Aremania Jadi Korban Meninggal Dunia, Anaknya Selamat di Tragedi Kanjuruhan

“Lihat. Masih ada di sana. Ada di sana juga Om Richard,” jawab Susi

Sentuh Tubuh Putri Candrawathi

Mulanya, hakim bertanya soal pakaian apa yang digunakan Putri saat itu. Hal itu ditanyakan hakim karena Susi menyebut sempat menyentuh tubuh dan kaki Putri yang disebutnya terasa dingin.

“Pakai apa Putri saat itu?” kata hakim.

“Kaus lengan pendek,” kata Susi.

“Bawahannya?” tanya hakim.

“Lupa,” jawab Susi.

“Tadi katanya raba-raba kaki, terlalu banyak bohong Saudara ini,” ujar hakim.

Baca JugaUsai Rilis DPO, Pelaku Penusukan Bocah 12 Tahun Berhasil DitangkapHelikopter Milik Polri Hilang Kontak di Babel Usai Lewati Cuaca Buruk

Hakim terus mencecar tentang apa yang disampaikan Putri saat dipeluk Susi. Saat itu, Susi menyebut tidak ada. Hakim heran keterangan Susi berubah.

“Setelah Saudara peluk, apa yang disampaikan Putri?” tanya hakim.

“Nggak ada,” jawab Susi.

“Tadi Saudara ngomong Yosua tidak boleh naik, ketahuan bohong Saudara,” ujar hakim.

Susi kemudian menceritakan momen saat Kuat Ma’ruf ikut membantu mengangkat Putri yang tergeletak di kamar mandi. Susi menyebut Kuat ikut memegang kaki dan badan Putri. Hakim heran mengapa Kuat berani menyentuh tubuh Putri, padahal Kuat merupakan sopir.

Baca JugaLedakan Hantam Simbol Pencaplokan Moskow dan Rute Pasokan Utama Bagi Pasukan di Ukraina Selatan, Begini Langkah Vladimir PutinKementerian PPPA: 33 Anak Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan, Paling Kecil Umur Empat Tahun

“‘Sus, kenapa Ibu?’ Terus saya jawab ‘Saya tidak tahu, Om’. Saya sebut, sudah tergeletak di sini, Om Kuat memegang badan dan kakinya ‘Ini kakinya dingin, Om Kuat’,” kata Susi.

“Om Kuat sopir? Kok berani dia megang tubuhnya? Kok dia berani megang tubuhnya? Harus Saudara Putri (yang) memapah ke kasur itu masuk akal macam kayak dokter nanya dulu ‘Oh saya megang kakinya dulu ya’,” ujar hakim.

“‘Kenapa Sus kayak gini?'” ujar Susi mencontohkan omongan Kuat saat itu.

Baca JugaGanjar Pranowo Kena Semprit, Bagaimana Nasib Relawan?BPOM Ungkap Seluruh Varian Mie Sedaap yang Beredar di Indonesia Aman Dikomsumsi

“Cerita kamu nggak masuk di akal,” ujar hakim.

Hakim kembali bertanya keterangan mana yang benar. Susi kembali menyatakan keterangannya di persidangan lah yang benar.

“Yang saat ini. Yang saya lihat Om Yosua menghampiri ibu untuk ingin mengangkat ibu, tapi nggak sempat diangkat keburu dilarang Om Kuat,” ujar Susi.

“Ini di BAP ngomong begini, terdakwa katakan jangan gitu lho, Bang. Kok sekarang gini? Ini saya baru nanya Anda lho belum terdakwa saya tanya. Korban Yosua sempat angkat tubuh Putri?” tanya hakim lagi.

Baca JugaBNPB Catat 3.895 Orang Mengungsi Akibat Gempa Magnitudo 5,6 di CianjurIndosiar Bantah Tolak Majukan Jadwal Kick-Off Laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan

“Tidak,” jawab Susi.

Hakim lalu kembali mengulangi pertanyaan siapa yang melarang Yosua mengangkat Putri. Susi pun kembali menyatakan Kuat Ma’ruf-lah yang melarang.

Hakim pun mempertanyakan mengapa Kuat begitu berani memberi perintah ke ajudan istri Sambo. Hakim mengatakan bakal mengecek ulang pernyataan Susi dengan saksi lainnya.

“Dari tadi kamu jawab pertanyaan saya seolah-olah kuat ini orang yang posisinya di atas segala-galanya bahkan lebih dari ajudan bisa melarang ajudan, padahal kamu jelaskan saudara Kuat sejak tahun lalu nggak pernah ke Saguling (rumah pribadi Sambo) tapi hebat kali dia bisa perintah-perintah ajudan padahal dia hanya sopir lho dan saudara ikuti apa kata Kuat semua. Nanti kalau saudara udah dipertemukan Kuat kita akan cek lagi. Bohongnya nggak keterlaluan kamu ini. Berarti Richard lihat nggak Yosua angkat tubuh PC?” ujar hakim.

Baca JugaIdentitas Belum Diketahui. Polisi Ungkap Kronologis Penangkapan Oknum Wanita Bercadar Bawa Pistol Terobos Istana NegaraBarang Bukti Kasus Tewasnya Brigadir J dan Obstruction of Justice, Salah Satu Barbuk yang Dilimpahkan 3 Pistol

“Lihat. Masih ada di sana. Ada di sana juga Om Richard,” jawab Susi

Sosok Kuat Digali

Hakim bertanya ke Susi siapa saja yang tinggal di Magelang. Susi kemudian menjawab Kuat Ma’ruf salah satu orang yang tinggal. Hakim kemudian bertanya tugas Kuat Ma’ruf di rumah tersebut.

“Kuat sebagai apa di rumah?” tanya hakim ke Susi yang menjadi saksi untuk terdakwa Bharada Richard Eliezer di PN Jaksel, Senin (31/10/2022).

Baca JugaKorban Tragedi Kanjuruhan, Hijaber Cantik Ini Alami Mata Merah dan Kantung Matanya Hitam KebiruanEcoton Catat Sungai di Indonesia Tercemar Sampah Plastik hingga Kontaminasi Mikroplastik

“Saya tidak tahu,” jawab Susi.

Hakim kemudian mencecar apakah Susi kerap melihat Kuat Ma’ruf selama bekerja untuk Sambo dan Putri. Susi menjawab bahwa pasca terkena COVID-19, Kuat Ma’ruf dipindahtugaskan ke Magelang.

“Saat saudara masuk bekerja sering melihat Kuat?” tanya hakim.

“Saya masuk Bangka 2020 Pak. Sebulan Kuat kena COVID, pas masuk ke Saguling langsung ke Magelang,” kata Susi.

“Nggak masuk lagi setelah COVID,” imbuhnya.

“Setahun yang lalu Kuat muncul, ikut siapa Ferdy Sambo atau Putri Candrawathi?” tanya hakim lagi.

Baca JugaPria Cilegon Hilang Terseret Arus Sungai Water Intake yang Mengarah ke LautYLKI Desak Bentuk Tim Investigasi Independen Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

“Masuk ke Saguling sama ibu disuruh ke Magelang,” jawab Susi.

Hakim kemudian bertanya lagi mengenai tugas Kuat Ma’ruf di rumah Saguling. Susi mengatakan bahwa Kuat belum sempat bekerja di rumah Saguling.

“Bekerja di Saguling, apa pekerjaannya?” tanya hakim.

“Belum sempet kerja di Saguling tiba-tiba suruh ke Magelang,” jawab Susi.

Hakim lalu bertanya ke Susi apakah Kuat Ma’ruf sering diajak ke Jakarta. Susi mengaku tidak tahu.

Baca JugaKasus Covid-19 di Indonesia Alami Tren Peningkatan, Tembus 3.008 Hari IniXi Jinping Tertangkap Kamera Tegur Justin Trudeau, Ada Apa Beijing-Kanada Ribut-ribut di KTT G20?

“Sering nggak dia dibawa ke Jakarta pas di Magelang?” tanya hakim.

“Saya tidak tahu yang mulia. Mau Lebaran baru dimasukin ke Magelang,” jawab Susi.

Dalam sidang ini, Bharada Richard Eliezer duduk sebagai terdakwa. Eliezer didakwa melakukan pembunuhan berencana Brigadir N Yosua Hutabarat bersama Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.

Baca JugaPolisi Duga Satu Korban di Kalideres Sudah Meninggal Dunia Sejak MeiAlami Gangguan Mesin Lion Air JT-330 Rute Jakarta-Palembang Putar Balik ke Bandara Soetta, Begini Kronologinya

Eliezer didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat HantuKenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja?Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius