SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Menerka Isu Pertemuan Jokowi dan Ganjar Di Istana

708482 10404408112022 ganjar jok
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Presiden Joko Widodo/Net

BANYAK spekulasi liar pembahasan berkaitan pertemuan empat mata yang dilakukan Ganjar Pranowo dan Jokowi di Istana(7/11/22). Publik menebak jika pertemuan rahasia tersebut erat hubungan dengan isu-isu politik berkaitan Pilpres 2024. Kendati Ganjar menolak jika pertemuan dengan Presiden Jokowi tersebut tidak ada pembahasan khusus politik pencapresan dirinya atau pihak lain.

Tidak dipungkiri lagi, jika saat ini banyak elite politik mempunyai kebutuhan khusus dalam persiapan logistik dan jaringan yang menjadi kebutuhan politik menjelang kontestasi 2024. Dibutuhkan konsolidasi dan kerja politik riil untuk memantapkan langkah-langkah pilihan politiknya.

Penulis memberikan ulasan analisis jika kehadiran Ganjar di Istana bersama Jokowi Widodo sangat erat bersinggungan kedua tokoh ini untuk melakukan komunikasi politik secara intens.

Baca JugaMenteri Luar Negeri Belarus Vladimir Makei Meninggal MendadakTwitter di Bawah Kendali Elon Musk

Jabatan yang diembannya Jokowi sebagai presiden memudahkan aksesibilitas dalam menjalin kerja sama membangun dapur politik menjelang Pilpres 2024.Jokowi dapat memanggil siapa pun dalam waktu dan ruangan khusus dan tak terbatas.

Apa saja bangunan kerja sama politik Ganjar dan Jokowi?

Kita ketahui jika Ganjar dan Jokowi mempunyai kebutuhan khusus menjelang Pilpres 2024. Bagi Ganjar pilihannya maksimalnya adalah menjadi presiden dan atau menjadi wakilnya.

Baca JugaBerikut Fakta Mundurnya Liz Truss yang Perlu Anda KetahuiRudal Jatuh di Desa Przewodow: Polandia Salahkan Rusia, Amerika Serikat Sebut Ditembakkan oleh Pasukan Ukraina

Sementara pilihan Jokowi sebagai pihak penentu/king maker dalam menentukan proses dialog dan membuat kesimpulan siapa yang akan dijadikan patron politiknya dalam waktu panjang. Wacana Jokowi dan juga perpanjangan jabatan sebagai presiden sudah tertutup rapat.

Jokowi sangat butuh mitra strategis jangka panjang untuk menanamkan investasi politik dalam bentuk pengaruh dan wewenangnya di setiap pemerintahan yang berkuasa dengan berakhirnya jabatan Presiden 2024.Banyak simpul politik paksa lengsernya Jokowi dari jabatan presiden.

Akan banyak prahara politik ,hukum dan sosial dari setiap pergantian presiden. Diasinilah letak ketakutan dan kekawatiran mendalam yang selalu dipikirkan dan dibayangkan kelak paska peletakan jabatan sebagai Presiden 2024.

Baca JugaKBRI di Seoul Sebut 2 WNI Jadi Korban Luka-luka Tragedi Halloween di ItaewonFerdy Sambo Bantah Terlibah Konsorsium 303, Begini Tanggapan Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J

Jokowi memandang Ganjar mempunyai banyak posisining untuk menjadi taruhan politik sebagai mitra dan keluarga inti membangun karter politik berkelanjutan.

Ganjar menurut pandangan Jokowi dapat dipercayainya lahir dan batin sebagai bagian mitra strategis politik yang bisa menjaga dan memadukan ide dan gagasannya secara bersamaan. Tidak heran publik menduga ada personifikasi yang berkembang jika Ganjar diframing sebagai penerus Jokowi .

Apa yang akan dilakukan oleh Ganjar sebagian besar akan melanjutkan Road Map pembangunan yang sudah dan sedang dijalankan Jokowi.

Baca JugaTak Cuma Ade Yunia Rizabani, Christian Rudolf Tobing Niat Habisi 2 Temannya, Target SelamatTotal Korban Tragedi Kanjuruhan 754 Orang, 132 Meninggal Dunia Akibat Patah Tulang, Trauma di Kepala dan Leher, dan Kadar Oksigen dalam Tubuh Berkurang

Harapan besar bagi Jokowi jika Ganjar akan bisa memberikan keberlangsungan program kerja yang belum bisa tuntas dilaksanakan dapat dilanjutkan di bawah pemerintahan Ganjar berikutnya.

Apa yang didapatkan dari hubungan politik antara Ganjar dan Jokowi?

Jokowi dan Ganjar berasal dari embrio partai yang sama. Mereka dilahirkan dari rahim PDI Perjuangan. Adanya kesamaan partai memberikan keterikatan ideologis yang kental dan nyata. Warna Nasionalisme sangat kental dari dua tokoh tersebut.

Hubungan ideologi partai Moncong Putih tersebut diterjemahkan dalam visi dan misi program kerja pemerintahan Ganjar di Provensi dan Pemerintahan Jokowi di level nasional. Ganjar akan banyak belajar dengan Jokowi yang lebih dahulu naik dalam panggung nasional.

Baca JugaTerbukti Rugikan Negara hingga Rp22,7 Triliun di Kasus Asabri, Benny Tjokro Dituntut Hukuman MatiKasus Covid-19 di Indonesia Alami Tren Peningkatan, Tembus 3.008 Hari Ini

Ganjar memang harus banyak belajar bagaimana naik kelas dalam berpikir ,bertindak dan melakukan eksekusi pandangan politik di panggung nasional.

Jokowi akan menjadi patron politik bagi Ganjar dan akan difatsunkan sebagai guru dalam mengelola birokrasi dan kebijakan pemerintahan nasional.

Keuntungan lain Ganjar bermitra dengan Jokowi adalah legitimasi Ganjar sebagai orang Jokowi. Keberhasilan Ganjar dalam memerintah di Jateng akan dijadikan nilai sepadan dengan keberhasilan Jokowi dalam menjalankan pemerintahan dalam level nasional.

Baca JugaKonser Group Idola K-Pop NCT 127: 30 Orang PingsanGeledah di Kediaman Pemeran Wanita Kebaya Merah, Ada Kartu Kuning AH Jadi Pasien RSJ di Surabaya

Jika Jokowi tuntas dalam menjalankan pemerintahan sampai 2024, otomatis hal yang sama akan diberikan catatan positif bagi Ganjar berhasil pula menjalankan pemerintahan di level Provensi.

Kebutuhan lainnya yang dibutuhkan Ganjar dari Jokowi adalah infrastruktur sosial dan logistik. Belajar dari pemilu ke pemilu, ongkos mengikuti kontes Pilpres dibutuhkan jaringan sosial dan logistik yang membludak. Kebutuhan jaringan sosial yang luas ditambah amunisi dana melimpah sudah menjadi keharusan.

Ridwan Kamil dalam sebuah acara membisikkan jika dana yang dibutuhkan untuk menjadi calon presiden berkisar dari Rp 9 Triliun. Ganjar butuh akses ke pihak yang akan menjadi endorser dalam Pilpres 2024.

Baca JugaPihak Hotel Angkat Suara Terkait Insiden Mahasiswa UGM Bunuh Diri dari Lantai 11Sony Santa Monica Tawarkan Pemain, Pilihan Grafis Berbeda di Video Game God of War Ragnarok

Jokowi adalah sumber akses sosial dan finansial yang tepat. Jokowi sudah mahir dan pengalaman dalam alokasi dan penggalangan dukungan sosial, politik dan finansial.

Dalam setiap hajat demokrasi, sudah tidak bisa terhindari keterlibatan kaum pemodal. Proses politik dari hulu dan hilir membutuhkan pemenuhan kebutuhan logistik yang cukup. Dalam bahasa kerennya, oligarki dalam setiap pilkada,pileg dan pilpres tidak akan pernah bisa dihindari.

Optimisme membunuh peran oligarki sinar menjadi pesimisme. Oligarki dalam demokrasi sudah menjadi bagian kekuatan kartel politik khusus. Dan fakta ,oligarki dengan kelimpahan finansial akan jauh lebih mumpuni melakukan operasi politik dan capres yang didukungnya kemungkinan besar menang.

Baca JugaTerkuak Inisiatif Kuat Ma’ruf Simpan Pisau Sebelum Brigadir J Ditembak MatiAset Indra Kenz Dirampas Negara, Korban Tidak Terima Putusan Hakim

Kesimpulannya, hubungan Ganjar dan Jokowi dipastikan ada jalinan kompleksitas kepentingan yang rigid,dinamis serta mengikat dalam waktu panjang. Keduanya melakukan paket investasi bersama ,membangun, merencanakan dan mengeksekusikan dalam sebuah rancang bangun kebijakan serta strategi persiapan pilpres 2024.

Penulis hubungan Jokowi dan Ganjar akan semakin lengket serta berakhir dukungan Jokowi pada Ganjar sebagai calon presiden 2024. Tunggu sebentar lagi, Jokowi tidak akan bilang”ojo kesusu” untuk merekomendasikan Ganjar di permukaan politik nasional sebagai Capres 2024. selamat menonton berbagai adegan kemesraan dari Ganjar dan Jokowi pada tayangan dansa politik berikutnya.

Heru Subagia, Direktur Eksekutif SEPADAN Institut.

Kirim Komentar