SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Media Tiongkok Soroti Tragedi Stadion Kanjuruhan

1664696014 800 533
Cuplikan gambar siaran berita Tiongkok CCTV 13 tentang tragedi maut Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

KERUSUHAN maut pascapertandingan sepak bola Arema FC-Persebaya atau tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) malam di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, menjadi sorotan sejumlah media Tiongkok.

CGTN, media penyiaran televisi Tiongkok berjaringan internasional, pada Minggu (2/10/2022) pagi menurunkan laporan soal kerusuhan itu.

Hingga Minggu pagi, sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi berdarah usai laga tersebut.

Baca JugaPBSI Pastikan Perselisihan Antara Kevin Sanjaya dan Herry IP sudah SelesaiFSB Amankan Staf Konsulat Jepang di Vladivostok, Konsul Diduga Lakukan Spionase

“Tragedi itu terjadi setelah pertandingan sepak bola antara Arema Malang melawan Persebaya Surabaya,” kata pembaca berita The World Today, program yang disiarkan CGTN dalam versi bahasa Inggris setiap pagi.

CCTV 13, saluran berita terpopuler di Tiongkok, juga menurunkan laporan utamanya tentang tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu malam.

Baca JugaJadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Begini Tanggapan Dirut PT LIBTGIPF: Ada Keengganan dari Dokter-dokter untuk Berikan Keterangan Kematian Korban Tragedi Kanjuruhan

“Polisi setempat sedang melakukan investigasi atas peristiwa tersebut,” kata pembaca berita CCTV 13 dalam versi Mandarin pada Minggu pagi.

Tidak ketinggalan, platform pesan video singkat yang populer di Tiongkok, Kuai Shou, memperlihatkan video-video tentang peristiwa maut di kandang klub sepak bola berjuluk “Singo Edan” itu.

Video-video tersebut diunggah oleh beberapa media lokal berbahasa Mandarin, seperti Tianmu Xinwen, Hongxing Xinwen, Xibeiwang Kantai, dan Shichuan Guangcha.

Baca JugaAyah Yosua Beberkan Kondisi Jasad Brigadir J Saat Pertama Kali Peti Jenazah DibukaFakta Seputar Penembakan Novita Kurnia Putri di Texas

“Yinni tiyuchang baoli shijian”, tulis Tianmu Xinwun, pada video berita yang diunggah oleh beberapa pengguna akun Kuai Shou. Judul video tersebut dalam bahasa Indonesia berarti “Tragedi Kerusuhan di Stadion Indonesia”.

Tianmu Xinwun, selain itu, memberikan subjudul “127 suporter dan dua polisi tewas” dan “mayoritas korban akibat gas air mata”.

Media tersebut juga mengutip pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Nico Afinta.

Baca JugaPolisi Sudah Ingatkan Kerawanan Laga dan Ajukan Percepatan Tetapi Ditolak, Ini Bukti SuratnyaPerjalanan KA Lintas Selatan Terhambat, Ada Amblesan di Wilayah Cilacap

Hanya dalam hitungan beberapa jam sejak diunggah di Kuai Shou, video-video tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan langsung viral di Tiongkok, negara yang memiliki jumlah warganet terbesar di dunia.

Kericuhan pada Sabtu malam terjadi usai tuan rumah Arema FC menjamu tamunya, Persebaya.

Sebagian dari massa suporter, yang berjuluk Aremania, merangsek masuk ke area lapangan setelah tim pujaannya kalah dari Persebaya dengan skor 2-3.

Baca JugaHakim Tolak Nota Keberatan Ferdy SamboPolda Jateng Gelar Olah TKP Lokasi Ledakan di Asrama Polri Arumbara

Para pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan dan Stadion Kanjuruhan dengan menggunakan empat mobil Polri, barracuda.

Kerusuhan tersebut makin parah, sejumlah flare (suar) serta berbagai benda lainnya dilemparkan oleh para oknum suporter ke arah lapangan.

Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau massa tersebut. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius