SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Marak Serangan Bjorka, Inikah Anggaran Keamanan Siber Indonesia?

berapa anggaran keamanan siber pemerintah by katadata
Dok. Data Boks katadata.co.id

KEAMANAN siber menjadi sangat penting seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi global. Penyebaran informasi yang telah terdigitalisasi membutuhkan keamanan dan ketahanan siber yang mumpuni agar informasi penting tidak jatuh ke pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Akhir-akhir ini muncul berita data publik yang dibocorkan oleh peretas (hacker) Bjorka. Bahkan data pribadi para pejabat juga ikut bocor membuat masyarakat ikut panik.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjadi salah satu lembaga yang menjadi sorotan setelah banyaknya kebocoran data pribadi tersebut. Lembaga ini dianggap bertanggung jawab atas keamanan dan ketahanan siber di Indonesia.

Baca JugaBNPB Catat 3.895 Orang Mengungsi Akibat Gempa Magnitudo 5,6 di CianjurMahfud Md: Sejak Otsus Dimulai Tahun 2001, Lebih dari Rp1.000 Triliun Dana Pusat untuk Papua, Era Lukas Capai Rp500 Triliun Lebih

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, anggaran keamanan dan pertahanan siber pemerintah sebesar Rp126,2 miliar pada 2022 (outlook). Angka tersebut susut Rp659,2 miliar (83,93%) dari tahun sebelumnya sebesar Rp785,4 miliar. Sementara dalam RAPBN 2023, pemerintah mengalolkasikan dana Rp504 miliar untuk menjaga keamanan dan ketahanan siber.

Sementara anggaran BSSN pada 2023 sebagai berikut:

  • Keamanan & Keamanan Siber dan sandi negara: Rp120,3 miliar
  • Dukungan manajemen: Rp504 miliar
  • Total: Rp624,3 miliar

Baca JugaSidang Banding Terkait Putusan Pemberhentian Tidak dengan Hormat Ferdy Sambo Dipimpin Jenderal Bintang TigaElf Tabrak Truk di Tol Bawen Arah Semarang: 5 Tewas, Polisi Soroti Minimnya Lampu Penerangan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo beberapa waktu lalu pernah mengungkapkan ada 1,6 miliar anomali trafik atau serangan siber (cyber attack) yang terjadi di Indonesia selama 2021. Dari jumlah tersebut, ada ratusan hingga ribuan potensi serangan siber yang ditujukan ke Ring-1 Istana Negara, termasuk terhadap Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sentil Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terkait dengan tanggapan mereka soal tudingan keamanan siber.

Hal ini dinyatakan sendiri oleh Susi Pudjiastuti melalui akun Twitternya pada Senin (12/9/2022).

Baca JugaSebut Budi Gunawan dan Tito Karnavian, Pengacara: Penetapan Lukas Enembe Tersangka Dugaan Gratifikasi Adalah PolitisasiTeriakan dari Panggilan Darurat Pertama Terkait Tragedi Halloween Itaewon, Isinya Cerita Kondisi Mengerikan

Susi menyentil pembangunan keamanan siber oleh BSSN dengan rencana anggaran kolam renang di kantor mereka.

Pada cuitannya tersebut, Susi Pudjiastusi pertama mengutip pemberitaan tentang tanggapan BSSN tentang keamanan siber Indonesia yang dituding relatif lemah.

BSSN menyebutkan bahwa pihaknya masih dalam keadaan membangun keamanan siber namun kondisi keamanan diklaim relatif kuat.

Baca JugaAngkatan Laut AS Temukan 70 Ton Komponen Bahan Bakar Rudal Tersembunyi di Kantong Pupuk dari IranSidang Perdana Brigjen Hendra Kurniawan, Begini Awal Mula Mantan Karo Paminal Polri Ini Dengar Skenario Ferdy Sambo

Pada cuitan kedua, Susi Pudjiastuti membandingkan dengan mengutip pemberitaan lainnya mengenai BSSN yang membangun kolam renang dengan anggaran miliaran rupiah.

BSSN disebut mengaggarkan Rp 1,8 miliar untuk membuat kolam renang di kantor sentul.

“Jadi kalau begitu bangun benteng pertahanan dulu sebelum bangun kolam renang,” tulis Susi Pudjiastuti.

Baca JugaHacker Bjorka: Saya Menunggu Digerebek Pemerintah IndonesiaRespons Kabar Data Dirinya Dibuka Bjorka, Anies Baswedan: Sayang, NIK Salah, Nomor HP juga Salah

Cuitan Susi Pudjiastuti sontak mengundang berbagai respons warganet. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius