SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mantan Kasatreskrim Polres Jaksel Ungkap Adanya Intervensi dari Ferdy Sambo Saat Pengusutan Kematian Brigadir J

2692506073
Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ridwan Soplanit bersaksi di PN Jakarta Selatan. (Ikbal)

MANTAN Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Ridwan Soplanit, menyatakan adanya intervensi dari personel Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri yang dipimpin oleh Irjen Ferdy Sambo dalam pengusutan kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua. Intervensi itu yang membuat Polres Jakarta Selatan tak dapat mengamankan saksi dan barang bukti penting seperti rekaman CCTV di Komplek Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Ridwan merasa timnya diintervensi sejak awal melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada 8 Juli 2022, sesaat setelah kematian Yosua. Ia menuturkan saat itu sudah mendapat intervensi dari personel Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri yang dipimpin Sambo.

“Terintervensi karena bukan lagi head to head, orang per orang, tapi memang situasi pada saat kita olah TKP itu status quo kita itu sudah dimasukkan sama dari Propam Polri waktu itu,” kata Ridwan saat menjadi saksi persidangan terdakwa obstruction of justice Irfan Widyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 3 November 2022.

Baca JugaSederet Spekulasi Warga Soal Penyebab Tragedi Halloween di ItaewonAjudan Ferdy Sambo Sebut Ponsel hingga Barang Brigadir J Diserahkan ke Penyidik dan Propam di Polda Jambi, Seminggu Usai Yosua Tewas

Personel Divisi Propam langsung mengambil barang bukti dan saksi

Ridwan Soplanit mengaku hal itu terlihat dari sejumlah kejadian. Misalnya, personel Propam langsung mengambil barang bukti setelah Ridwan dan timnya selesai melakukan olah TKP. Selain itu, Ridwan menyatakan anak buahnya juga mengalami intervensi saat melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Nah itu yang membuat kami sangat terguncang saat itu sebagai tim olah TKP dan saya sebagai Kasat Reskrim,” tuturnya.

Baca JugaSederet Spekulasi Warga Soal Penyebab Tragedi Halloween di ItaewonSosok Linda di Kasus Narkoba Irjen Teddy Minahasa, Pihak AKBP Doddy: ‘Cepu’

Menurut Ridwan, intervensi itu memicunya untuk fokus bagaimana mendapatkan kembali barang bukti, terutama saksi-saksi untuk mengkroscek kebenaran atau investigasi lebih lanjut.

“Nah itulah yang membuat kita terpecah di situ untuk melakukan pengejaran sampai di Mabes, melakukan pengambilan, dan sebagainya, tuturnya.

Ia mengatakan telah menetapkan langkah-langkah prosedural, mulai briefing hingga pengawasan. Sejak awal, kata Ridwan, tim penyidik sudah membagi tugas di briefing awal untuk bekerja sesuai tahapan dengan melakukan pengumpulan barang bukti dan sebagainya.

Baca JugaKomnas HAM: Total Ada 45 Tembakan Gas Air Mata Dilontarkan Aparat Saat Tragedi KanjuruhanTerungkap Isi Chat Irjen Teddy Minahasa Soal Kasus Narkoba: Sudah Dihapus Tapi ‘Dikunci’ Linda

“Kita akan melakukan langkah lebih lanjut di luar itu secara bertahap,” kata dia.

Namun pada saat itu pihaknya terkendala pengambilan barang bukti dan saksi oleh Propam Polri. Ia menuturkan pihaknya tidak berpikir akan ada intervensi sehingga hal tersebut menjadi alasan kenapa tidak menyita CCTV sejak awal olah TKP.

Padahal, kata dia, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan sudah merencanakan untuk mengambil CCTV pos satpam sejak awal. Tetapi mereka masih fokus mengolah TKP dalam rumah dinas Ferdy Sambo.

Baca JugaBNPB Catat 3.895 Orang Mengungsi Akibat Gempa Magnitudo 5,6 di CianjurKesaksian ART Ferdy Sambo Saat Bersihkan Lokasi dari Darah Brigadir J, Kodir: Seperti Ada Pecahan Beling

“Penyitaan DVR CCTV pos satpam sudah masuk dalam perencanaan, setelah dari dalam rumah Ferdy Sambo. Kita melakukan metode spiral, nanti semakin meluas,” kata Ridwan Soplanit.

Intervensi Ferdy Sambo saat penyidik menginterogasi Bharada E

Ajun Komisaris Polisi Rifaizal Samual, anak buah Ridwan, juga mengaku sempat mendapatkan intervensi langsung dari Sambo. Hal itu terjadi saat Rifaizal memeriksan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E yang disebut Sambo terlibat tembak menembak dengan Brigadir Yosua. Rifaizal mengaku mendapatkan teguran dari Ferdy Sambo karena dianggap memeriksa Richard terlalu keras.

“Kamu jangan kencang-kencang nanyanya ke Richard, dia sudah bela keluarga saya. Kalau kamu nanyanya begitu, dia baru mengalami peristiwa membuat psikologisnya terganggu. Bisa ya?” ujar Rifaizal menirukan teguran dari Sambo.

Baca JugaRelawan IndonesiAnies Siap Menangkan Anies Baswedan Jadi PresidenTerungkap Anak Keempat Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Hasil Adopsi

Berita Acara Pemeriksaan mantan Kepala Biro Pengamanan Internal Polri, Brigjen Hendra Kurniawan juga sempat menguak soal adanya intervensi dari Ferdy Sambo tersebut. Hendra yang hadir ke TKP bersama Kepala Biro Provos Polri, Brigjen Benny Ali, mengaku mendapat perintah agar kasus itu ditangani oleh timnya. Menurut Hendra, Sambo saat itu beralasan karena kasus ini menyangkut harkat martabat keluarganya. Brigadir Yosua dituding melecehkan istri Sambo, Putri Candrawathi. (*)

 

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius