SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mantan Jurnalis TV Pemerintah Kecam Invasi Kremlin, Marina Ovsyannikova Berhasil Kabur dari Tahanan Rumah

1095487 720
Wartawan TV Rusia, Marina Ovsyannikova. FOTO/Facebook

NAMA Marina Ovsyannikova kembali menggema di seantero Rusia. Mantan jurnalis TV pemerintah yang mengecam invasi Kremlin ke Ukraina itu berhasil kabur dari tahanan rumah.

Maret lalu, Ovsyannikova bertindak super nekat. Masuk ke lokasi program berita malam Rusia di Channel 1 yang sedang berjalan. Padahal stasiun ini dikuasai Kremlin.

Ovsyannikova lalu berdiri di belakang penyiar yang sedang bertugas. Lalu membentangkan sebuah poster bertuliskan: “Tidak ada perang, hentikan perang, jangan percaya propaganda, mereka berbohong kepada Anda di sini.”

Baca JugaKetika Tokoh PKI Terbiasa Hidup Borjuis Lupa Diri Beli Rokok Bermerek di Blitar SelatanPihak Hotel Angkat Suara Terkait Insiden Mahasiswa UGM Bunuh Diri dari Lantai 11

Padahal Marina Ovsyannikova adalah seorang editor di saluran tersebut. Berita TV Rusia dikontrol ketat oleh Kremlin dan hanya mencerminkan versi Rusia dari peristiwa di Ukraina.

Namun, dilansir dari Moscow Times, Senin 3 Oktober, Rusia menempatkan Marina Ovsyannikova, dalam daftar orang yang dicari federal.

Baca JugaIbu Brigadir J Minta Putri Candrawathi HP Yosua Dikembalikan, Begini Jawaban Febri DiansyahCuitan Giring Ganesha Sentil Pilihan Capres Partai Nasdem, Warganet: Antara Otak dan Jarimu gak Match

Agustus lalu, Rusia menempatkannya di bawah tahanan rumah dengan tuduhan menyebarkan “informasi palsu” tentang Angkatan Bersenjata Rusia.

Pekan lalu, mantan suami Ovsyannikova mengklaim bahwa ibu dua anak itu melarikan diri dari tahanan rumah bersama putrinya yang berusia 11 tahun.

Tidak segera jelas apakah dia masih di Rusia atau telah melarikan diri dari negara itu.

Baca Juga5 Terdakwa Kasus Pembunuhan Berencana Terhadap Brigadir J, Hanya Richard Eliezer Tak Ajukan KeberatanBakal Presiden yang Diusung Nasdem, Anies Baswedan: Kita Harus Bekerja Bersama dengan Partai Pengusung

Dia menghadapi hukuman 10 tahun penjara jika terbukti menyebarkan “informasi palsu” tentang tentara. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius