SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

MAH Ditetapkan Sebagai Tersangka Terkait Bjorka, Pakar Hukum UI: Pak Polisi Belajar Hukum dan Baca Buku Apa Ya?

Data privacy 678x381 1
Ilustrasi

DOSEN Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Gandjar Laksmana Bondan, mengkritik kepolisian yang menjadikan pemuda Madiun, Jawa Timur, Muhammad Agung Hidayatullah (MAH), sebagai tersangka kasus dugaan peretasan oleh hacker anonim Bjorka.

“Pak polisi belajar hukum dan baca buku apa ya? Koq bisa-bisanya MAH ditetapkan sebagai tersangka sebagai pembantu peretas Bjorka?”cuit Gandjar melalui akun Twitter pribadinya, @gandjar_bondan dan sudah diizinkan untuk dikutip, Sabtu (17/9).

Baca JugaHasnaeni Si Wanita Emas Dituding Korupsi Uang Negara Senilai Rp16 Miliar Terkait Dugaan Kontrak Pembangunan Jalan Tol Semarang-DemakMAKI Bocorkan Foto dan Video Gubernur Papua Lukas Enembe Diduga Bermain Judi

Gandjar menjelaskan, dalam hukum pidana dikenal konsep pembantuan/medeplichtigen sebagaimana diatur di Pasal 56 KUHP. Dalam pasal itu disebut bahwa pembantuan bisa dilakukan sebelum atau pada saat kejahatan terjadi.

Dia berpendapat, bantuan sebelum terjadinya kejahatan diberikan dalam bentuk memberi sarana, keterangan, atau kesempatan. Sedangkan bantuan pada saat terjadinya kejahatan tidak dibatasi bentuknya.

Baca JugaBerikut Temuan Hasil Investigasi The Washington Post Soal Tragedi KanjuruhanKim Jong-un Ajak Putrinya Tinjau Uji Coba Rudal ICBM Korea Utara yang Bisa Jangkau Wilayah AS

Adapun bantuan itu harus diberikan atau dilakukan dengan sengaja. Dengan kata lain, terang Gandjar, si pembantu harus mengetahui bahwa orang yang dibantunya akan atau sedang melakukan kejahatan.

“Nah, sekarang merujuk ke keterangan dari Polri: MAH adalah pembantu Bjorka. Pertanyaan pertama: tindak pidananya apa? Masak cuma bilang ‘dijerat dengan UU ITE? Kalo berani menetapkan tersangka berarti sudah jelas tindak pidananya. Koq nggak diinfo? Masih cari-cari pasal? Ahhh…,” tutur Gandjar.

“Pertanyaan kedua: MAH membantu Bjorka sebelum atau pada saat kejahatan peretasan?Kalo sebelum, bentuk bantuan yang diberikan yang mana: sarana, keterangan, atau kesempatan? Kalo membantu pada saat Bjorka sedang meretas, perbuatan apa yang dia lakukan? Ahhh…,” lanjutnya.

Baca JugaPolisi Ungkap Hasil Penyelidikan, Diduga PNS Bapenda Semarang Dibunuh Sebelum DibakarInformasi Rahasia Pergerakan Putin Bocor, Sejumlah Pengawal Kepresidenan Rusia Hilang

Gandjar menilai, seharusnya polisi lebih dulu menemukan dan memproses hukum pelaku utama, alih-alih memproses terduga pelaku pembantu kejahatan.

“Bayangkan kalo nanti MAH diadili sebagai pembantu kejahatan tapi kejahatan dan pelakunya sendiri tidak pernah diadili. Berarti dia membantu kejahatan yang tidak pernah dibuktikan di pengadilan. Begitukah sebuah penegakan hukum? Ahhh…,” imbuhnya.

Baca JugaSederet Pengakuan Mengagetkan MAH Pemuda Madiun Tersangka Kasus BjorkaGeledah di Kediaman Pemeran Wanita Kebaya Merah, Ada Kartu Kuning AH Jadi Pasien RSJ di Surabaya

Gandjar mengatakan, pembantuan/medeplichtigen merupakan materi kuliah mahasiswa hukum semester IIaliasilmu dasar hukum pidana.

“Kalo yang dasar aja salah, terus gimana publik mesti percaya penanganan kejahatan yamg lebih serius seperti korupsi, narkotika, terorisme, dll? Ahhh…,” ucap dia.

“Ayo perbaiki kinerja, Pak! Rakyat rindu Polri yang hebat tapi ukuran hebatnya bukan sebanyak-banyak menangkap orang apalagi serampangan. Peretasan aja udah bikin heboh, jangan sampai kesewenangan malah bikin negeri lebih heboh. Wuahhh…,” pungkasnya.

Baca JugaTPIGF Periksa 10 Unit Mobdin Polisi dan 3 Unit Mobil Pribadi yang Terdampak Tragedi KanjuruhanRoad Map Politik Jokowi Jelang Pilpres 2024

Sebelumnya, polisi menetapkan Muhammad Agung Hidayatullah (MAH)sebagai tersangka kasus dugaan peretasan olehhackeranonim Bjorka.

Mabes Polri belum menahan MAH lantaran yang bersangkutan dinilai kooperatif menghadapi proses hukum. Kendati demikian, MAH dikenakan wajib lapor oleh kepolisian.

Polisi memastikan MAH bukan sosok di balik hacker anonim Bjorka. MAH diduga hanya membantu Bjorka dalam membuat channel di Telegram.

Baca JugaMenteri Luar Negeri Belarus Vladimir Makei Meninggal MendadakAir Force One Mendarat di Bali, Joe Biden Disambut Tarian Bali

Polisi mencatat ada tiga unggahan MAH di channel tersebut, yaitu pada 8, 9, dan 10 September 2022. MAH diduga membantu hacker Bjorka demi mendapatkan popularitas dan uang. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius