SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

LBH Pancaran Hati: Semua Pihak Harus Jalankan Rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Terkait Tragedi Kanjuruhan

202210031501 main.cropped 1664784104
Anggota tim identifikasi gabungan dari Polres Malang dan Polda Jatim melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kerusuhan di depan Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.

LEMBAGA Bantuan Hukum (LBH) Pancaran Hati Cirebon meminta semua pihak menjalankan rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) terkait Tragedi Kanjuruhan. Mereka mengatakan, hasil kerja TGIPF hanyalah lembaran kertas tanpa makna jika tidak ditindaklanjuti dengan seksama.

“Respon cepat TGIPF bagaimanapun harus tetap diapresiasi, tetapi kami mendesak semua pihak yang antara lain, Polri, TNI, PSSI, PT LIB, dan Panpel untuk segera menjalankan rekomendasi TGIPF,” ujar Ketua LBH Pancaran Hati Cirebon Yanto Irianto dalam keterangannya, Rabu (19/10/2022).

Menurut Yanto, dalam hal penegakan hukum mereka tetap pada pandangan bahwa pertanggungjawaban pidana tidak bisa serta merta hilang setelah diterapkannya mutasi pejabat yang bersangkutan.

Baca JugaPria Diduga Penembak Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan TewasAdzra Nabila Terseret Banjir Ditemukan di BKB Jakarta Barat Hanyut 30 Km dari Tanah Sereal Bogor

“Kesimpulan TGIPF memperkuat dugaan telah terjadinya tindak pidana dalam Tragedi Kanjuruhan. Oleh karena itu, penyelidikan harus tetap dijalankan hingga menyentuh Pemberi Komando dan tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan saja,” imbuhnya.

LBH Pancaran Hati Cirebon memandang, Tragedi Kanjuruhan perlu dipandang sebagai tindakan yang mengarah pada pelanggaran HAM yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Baca Juga5 Klaster Ancaman Politik di 2024Ragunya Kerabat Terkait Tewasnya 1 Keluarga 4 Orang di Perumahan Citra Garden Satu Extension

“Maka dari hasil temuan TGIPF ini , kami mendesak agar segera Komnas HAM mengambil langkah konkrit untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat atas tragedi Kanjuruhan ini,” pungkas Yanto.

Sebelumnya diketahui, Menteri Koordibator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam) mengatakan tugas TGIPF terkait Tragedi Kanjuruhan sudah selesai. TGIPF telah menyerahkan laporannya kepada Presiden Joko Widodo pada Jumat, (14/10/2022). (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius