SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Labfor Polri Dalami 6 Titik CCTV, 6 Pintu Stadion Kanjuruhan Tidak Dikunci tapi Ukurannya Kecil

irjen dedi prasetyo 169
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Foto: dok. Istimewa)

KADIV Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan enam pintu yang menjadi titik paling banyak berjatuhan korban tidak dalam kondisi tertutup, namun terlalu sempit untuk menjadi jalan suporter untuk keluar Stadion Kanjuruhan.

Labfor Polri sudah mulai mendalami keenam pintu tersebut lewat kamera pengawas (CCTV).

“Labfor hari ini masih mendalami 6 titik CCTV. Kenapa 6 titik yang didalami karena hasil analisa sementara di sini titik jatuh korban cukup banyak” kata Dedi dalam konferensi pers, Selasa (4/10).

Baca JugaKetika WhatsApp Down, Telegram Makin KondangKondisi Terkini Lesti Kejora Usai Alami KDRT oleh Rizky Billar, Polisi: Luka Lebam di Sekujur Tubuhnya

Adapun keenam pintu yang di dalami itu di antaranya pintu 3, 9, 10, 11, 12 dan 13. Keenam pintu itu tidak dikunci, tetapi ukurannya kecil.

Dedi menyebut ratusan orang berusaha keluar lewat pintu itu saat tragedi penyemprotan gas air mata. Namun, mereka banyak berjatuhan karena pintu itu hanya muat untuk dua orang.

Baca JugaBeda Versi Antara Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal Soal Sebilah Pisau Saat Ribut dengan Brigadir JBjorka Nongol Lagi, Sebar Data Bos BSSN Posting KTP dan NPWP

“Itu masuk materi hasil labfor di 6 titik tidak ditutup tapi sempit sekali kapasitas 2 orang tapi keluar ratusan, himpit himpitan ini didalami,” ujarnya.

Sebelumnya, tragedi Kanjuruhan bermula saat polisi menembakkan gas air kepada para penonton sepak bola. Polisi mengklaim gas air mata itu ditembakkan untuk melerai kerusuhan di para pendukung Arema yang kecewa dan turun ke lapangan untuk menemui tim dan ofisial.

Gas air mata itu ditembakkan tidak hanya kepada para suporter di lapangan, tetapi juga terhadap penonton di tribun sehingga membuat massa panik. Penonton pun berlarian dan berdesak-desakan menuju pintu keluar.

Baca JugaIni Pernyataan Lengkap Effendi Simbolon Minta MaafPolisi Ungkap 3 dari 4 korban Meninggal Dunia Berusia Sepuh

Banyak di antaranya yang sesak nafas dan terinjak-injak. Setidaknya 125 orang dilaporkan tewas dengan ratusan lainnya luka-luka akibat kerusuhan tersebut.

Komisioner Komnas HAM Muhammad Choirul Anam menyatakan bahwa hanya dua pintu keluar yang terbuka dari 14 pintu saat insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Persebaya melawan Arema FC, Sabtu (1/2).

“Kami anatomi dari Stadion Kanjuruhan. Nanti seperti apa. Cuma dua pintu terbuka, hiruk pikuknya di pintu yang sama,” kata Anam di Malang, Jawa Timur, Senin (2/10).

Baca JugaSaat Gibran Rakabuming Raka Bertemu dengan Idolanya, Rocky GerungTNI AD: Beredarnya Video dari Prajurit Sebagai Reaksi Spontan Atas Pernyataan Tokoh yang Dianggap Memancing Kegaduhan

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) juga menyebut ada beberapa pintu di Stadion Kanjuruhan, Malang yang dikunci saat tragedi gas air mata terjadi pada Sabtu (1/10) lalu. (*)

Kirim Komentar