SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kuat Ma’ruf Bantah Kesaksian Vera Simanjuntak Terkait Ancam Bunuh Yosua, Hakim: Saksi Kan Tak Sebut Siapa

1760335940
Kuat Ma'ruf (Doc PMJ)

HAKIM heran terhadap bantahan terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat, Kuat Ma’ruf, atas keterangan saksi. Hakim menilai Kuat telah membantah hal yang tak dituduhkan kepadanya.

Hakim awalnya bertanya apakah Kuat Ma’ruf dan Bripka Ricky Rizal yang menjadi terdakwa ingin menanggapi keterangan saksi, yakni adik Brigadir Yosua, Bripda Mahareza Rizky Hutabarat, dan kekasih Yosua, Vera Simanjuntak. Kuat kemudian menyebut ada keterangan Vera yang tidak benar.

“Bagaimana atas keterangan Saksi? Apakah Saudara mengerti? Apakah semua keterangan Saksi benar atau sebagian salah atau semua salah atau Saudara tidak tahu?” tanya hakim dalam sidang di PN Jaksel, Rabu (2/11/2022).

Baca JugaDrama Leslar: Kisah KDRT Berujung Cinta Bersemi KembaliPolisi Periksa 6 Saksi Terkait Dugaan KDRT Rizky Billar Terhadap Lesti Kejora

“Ada yang tidak tahu, ada yang benar, ada yang salah,” ujar Kuat.

Hakim bertanya, apa yang salah dari keterangan saksi. Kuat menyebut keterangan yang salah itu ialah cerita Vera yang menyebut Brigadir Yosua mendapat ancaman dibunuh jika naik ke lantai atas rumah Ferdy Sambo di Magelang pada 7 Juli 2022.

Baca JugaPihak Hotel Angkat Suara Terkait Insiden Mahasiswa UGM Bunuh Diri dari Lantai 11Sidang Perdana Bharada E: Permohonan Maaf kepada Keluarga Brigadir J, Ini Isi Lengkap Surat Richard Eliezer

“Mana yang salah? Saksi siapa yang salah?” tanya hakim.

“Tadi dikatakan Mbak Vera ada ‘kalau naik aku bunuh’, karena tidak ada bahasa seperti itu waktu itu,” ujar Kuat.

Hakim pun mempertanyakan mengapa Kuat Ma’ruf membantah hal itu. Padahal Vera tak menyebut nama orang yang menyampaikan ancaman itu ke Yosua.

“Apa yang tidak benar? Karena nggak ada itu kan si Vera menjelaskan, tidak menyebutkan siapa-siapa yang menyebutkan tersebut. Saksi Vera hanya menyebutkan korban bercerita apabila ‘kau naik akan ku bunuh’,” ujar hakim.

Baca JugaAPBD Jabar Tahun 2023: Penuntasan JanjiGanjar Pranowo Temui Jokowi, Apa yang Dibahas?

“Oh iya, makasih, Yang Mulia,” ujar Kuat.

Sebelumnya, kekasih Brigadir N Yosua Hutabarat, Vera Simanjuntak, mengungkap ucapan lengkap Yosua soal ancaman dari sosok ‘skuad’. Hal itu dijelaskannya dalam sidang pembunuhan Yosua dengan terdakwa Kuat Ma’ruf dan Bripka Ricky Rizal.

“Jadi tanggal 7 Juli 2022, mendiang telepon via WA jam 20.00 malam. Saya kebetulan dinas malam, dapat satu panggilan tak terjawab. Dia telepon lagi, lalu terputus,” ujar Vera mengawali ceritanya saat menjadi saksi di PN Jaksel, Rabu (2/11).

Vera kemudian mengatakan ada empat panggilan tak terjawab dari Yosua. Dia mengaku menelepon balik Yosua.

Baca JugaIndosiar Bantah Tolak Majukan Jadwal Kick-Off Laga Arema vs Persebaya di Stadion KanjuruhanLin Che Wei Disebut Gelar Pertemuan dengan Kemendag

“Lalu saya 20.30 dia telepon dia bilang, ‘Kurang ajar orang ini, Ibu sakit, aku dituduh. (Saya tanya) ‘Ibu sakit, sakit apa?’. (Yosua jawab) ‘Nggak tahu saya, aku diancam, berani kau naik ke atas aku bunuh kau’. (Saya tanya) ‘Siapa ancam?’. (Dijawab Yosua) ‘Ada skuad-skuad di sini’,” ujar Vera.

Ibu yang dimaksud dalam percakapan itu adalah istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Vera juga mengatakan dirinya bertanya apakah Yosua melakukan kekerasan atau tidak terhadap Putri.

“Saya bilang ‘Emang Abang pukul itu?’. (Yosua jawab) ‘Nggak’. Terus saya tanya, ‘Abang di mana?’. (Dijawab) ‘Di Magelang. Ya udah, Dik, entar Abang hubungi lagi’,” ujar Vera. (*)

Kirim Komentar