SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kuasa Hukum Bharada E: Perintah Ferdy Sambo adalah Tembak, Bukan ‘Hajar’

ronny talapessy glenn panutan kaum muda maluku dzlrdr92ZW
Ronny Berty Talapessy

TIM kuasa hukum Bharada E menyayangkan sikap Ferdy Sambo melalui tim kuasa hukumnya, Febri Diansyah yang mengelak tidak adanya penembakan, melainkan hanya memberikan perintah untuk menghajar Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Koordinator tim kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy mengatakan, pernyataan tim kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo dianggap bukan hal baru, mengingat dalam rekonstruksi terdapat perbedaan antara Sambo dan Bharada E.

“Tapi, sesuai keterangan klien saya dan masih konsisten hingga saat ini, bahwa perintah dari FS adalah tembak, bukan ‘hajar’,” ujar Ronny dalam keterangannya yang telah dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (13/10).

Baca Juga2 Anggota Polres Tulungagung dan Trenggalek Meninggal Dunia di Stadion KanjuruhanTerungkap Misteri Kekuatan Ferdy Sambo Saat Awal Kasus Pembunuhan Brigadir J Mencuat di Persidangan

Ronny menilai, yang perlu dicermati dari keterangan Sambo sebagaimana disampaikan oleh kuasa hukumnya adalah, sejak awal kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J sudah dibangun lewat kebohongan.

Misalnya kata Ronny, skenario tembak-menembak yang konon mau melindungi Bharada E, menurut Sambo sebagaimana yang disampaikan kuasa hukumnya.

Baca JugaTim Advokasi KM50 Sambangi Mabes Polri Serahkan Bukti Baru Kasus Tewasnya 6 Laskar FPI Pengawal Habib Rizieq ShihabLukas Enembe Beli Jam Tangan Rp556 Juta, PPATK: Ada Aktivitas Perjudian di 2 Negara

“Harusnya bila mau melindungi anak buah, khususnya Bharada E, maka FS seharusnya tidak melibatkan siapapun khususnya Bharada E dalam peristiwa pembunuhan Brigadir J,” tuturnya.

Karena itu, lanjutnya, keterangan Sambo soal apapun patut diragukan, karena sudah membangun kebohongan sejak awal terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Selain keterangan Sambo yang dibangun berdasarkan kebohongan sejak awal dan berubah-ubah itu, kata Ronny lagi, media massa dan publik perlu mencermati akan status Sambo. Di mana, kualitas keterangannya patut diragukan karena statusnya sudah diberhentikan secara tidak hormat dari Kepolisian RI.

Baca JugaTerkuak! Sempat Terjadi Cekcok Antara AKP Irfan Widyanto dan Sekuriti Perihal DVR CCTV Duren TigaTim Kuasa Hukum Tersangka Kasus Narkoba Dody Prawiranegara: Permohonan JC Sangat Penting, Teddy Minahasa Masih Berstatus Jenderal Aktif

“Artinya apa, status FS itu menunjukkan kualitas keterangannya yang patut diragukan. Mengapa? FS telah diputus diberhentikan secara tidak hormat sehingga kualitas keterangannya patut diragukan karena sudah diberhentikan dari Kepolisian RI,” pungkas Ronny. (*)

Kirim Komentar