SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kronologi Tragedi Kanjuruhan Versi BPBD Jawa Timur

FeDd hmUAAEgtwJ
Sejumlah mobil kendaraan polisi terlihat rusak usai kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. Jumlah 127 orang meninggal merupakan rekor terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia.

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengungkapkan kronologi tragedi Kanjuruhan yang hingga saat ini menelan 174 korban jiwa.

Menurut BPBD Jatim, kerusuhan bermula dari kekalahan Arema dari Persebaya. Usai pertandingan berakhir, pendukung Arema yang kecewa turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan lantas melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar suporter tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Pengalihan itu tak dapat meredam amarah suporter.

Baca JugaSuara Dentuman Terdengar dari Arah Selatan Jakarta Terdengar hingga Jakarta Timur, Polisi: Sedang DicekMAH Tersangka Kasus Bjorka Dikenakan Wajib Lapor, Begini Penjelasan Polri

“Namun kemarahan suporter tetap tidak terkendali, justru melempar benda ke lapangan,” Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Budi Santosa dalam sebuah keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (2/10).

Mendapat reaksi dari suporter, kemudian polisi menembakkan gas air mata guna meredakan kemarahan suporter.

Baca JugaHasnaeni Si Wanita Emas Dituding Korupsi Uang Negara Senilai Rp16 Miliar Terkait Dugaan Kontrak Pembangunan Jalan Tol Semarang-DemakTanggapi Ulah Eko Kunthadi, Susi Pudjiastuti Mention Ganjar Pranowo: Isin Pak, Mosok Tiang Koyok iki Jenengan Dadeke Pemimpin Team Jenengan

Setelah gas air mata dilepas, suporter mencoba menghindari gas air mata sehingga mengorbankan penonton lain untuk menyelamatkan diri.

“Dari tembakan gas air mata itu suporter yang mencoba menghindar harus mengorbankan penonton lain dengan menginjak-injak guna menyelamatkan diri dan banyak dari penonton yang mengalami sesak napas akibat asap gas air mata,” terang Budi.

Budi memaparkan data terkini jumlah korban dari tragedi di Stadion Kanjuruhan, yakni 174 korban tewas, 11 korban luka berat, dan 298 korban luka ringan.

Baca JugaKetua Dewan Pers Azyumardi Azra, WNI Pertama dengan Titel Commander of the Order of British Empire Kini Tutup UsiaDari Perjalanan Kupang-Alor, Kapal Cantika Express 77 Terbakar Telan Korban 14 Orang Meninggal Dunia

Selain korban jiwa, kericuhan juga mengakibatkan 8 unit kendaraan polisi rusak serta fasilitas Stadion Kanjuruhan rusak berat.

BPBD beserta jajarannya kini tengah melakukan beberapa hal untuk menangani tragedi ini, mulai dari assesment di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan petugas setempat; menerjunkan personel TRC dan armada Ambulan untuk membantu proses evakuasi korban; menerjunkan TRC dan menyiapkan unit Ambulan untuk dukungan proses rujukan dan mengantar jenasah; serta menerjunkan Tim untuk RHA, melakukan pendataan dan dukungan penanganan korban serta mendirikan Pusat Krisis. (*)

Kirim Komentar