SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

KPK Gelar OTT di MA, Amankan SGD 205 Ribu dan Rp50 Juta

rsz img 4585
Uang barang bukti OTT KPK ke Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati

KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Mahkamah Agung (MA) beberapa hari lalu. Dalam OTT tersebut, KPK turut mengamankan uang sebesar SGD 205 ribu atau setara Rp 2,6 miliar (setelah dikonversi berdasarkan kurs pukul 04.21 WIB).

“Adapun jumlah uang yang berhasil diamankan sebesar SGD 205.000 (Rp 2.648.520.000) dan Rp 50 juta,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (23/9/2022).

Firli menyebut uang SGD 205.000 itu diamankan dari PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung, Desy Yustria. Sedangkan uang Rp 50 juta diserahkan oleh PNS Mahkamah Agung, Albasri, di gedung Merah Putih KPK.

Baca JugaKuasa Hukum Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak Pastikan Seluruh Saksi Hadiri Sidang BesokBrigjen Hendra Kurniawan Didakwa Merusak CCTV yang Membuat Terhalangi Penyidikan Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J

Adapun dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 10 tersangka. Salah satu tersangkanya adalah Sudrajad Dimyati selaku Hakim Agung pada Mahkamah Agung. Berikut ini 10 tersangkanya:

Sebagai penerima:

  • Sudrajad Dimyati, Hakim Agung pada Mahkamah Agung
  • Elly Tri Pangestu, Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung
  • Desy Yustria, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
  • Muhajir Habibie, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
  • Redi, PNS Mahkamah Agung
  • Albasri, PNS Mahkamah Agung
    Advertisement

Baca JugaRizky Billar Buka Suara Terkait Kronologi Cerita Versi KDRT Lesti Kejora, Talak SatuKamaruddin Simanjuntak: Ada Pertengkaran Antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sehari Sebelum Yosua Meninggal

Keenam tersangka sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebagai pemberi:

  • Yosep Parera, pengacara
  • Eko Suparno, pengacara
  • Heryanto Tanaka, swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)
  • Ivan Dwi Kusuma Sujanto, swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius