SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Korban Tragedi Halloween di Itaewon Bertambah Jadi 156 Orang

1153265 720
Sebuah jalan di distrik Itaewon dipadati sekitar 100.000 orang saat perayaan pesta Halloween yang berujung tragedi pada Sabtu malam, 29 Oktober 2022. Sebanyak 154 orang dikabarkan tewas dan ratusan lainnya terluka karena saling berhimpitan di jalanan yang sempit. Yonhap via REUTERS

KORBAN tewas dalam tragedi halloween Itaewon pada Minggu, bertambah menjadi 156 orang. Korban yang tewas mayoritas perempuan berusia 20 tahun-an.

Dilansir dari Korea Joongang Daily, Selasa (1/11/2022), Pejabat di Markas Pusat Penanggulangan Bencana dan Keselamatan setempat mengonfirmasi adanya satu kematian tambahan dari tragedi Itaewon.

“Seorang wanita Korea berusia 20-an tahun dinyatakan meninggal Selasa (1/11/2022) pagi,” ujar pejabat tersebut. Dengan begitu, total sudah ada 156 orang tewas yang dikonfirmasi dari kerumunan Halloween di Itaewon.

Baca JugaYang Perlu Anda Ketahui Terkait Fakta Tragedi Halloween di Kawasan ItaewonKejagung: Susi Pudjiastuti Keluarkan Kuota Garam 1,8 juta ton, Kemenperin Justru Impor Garam 3,7 Juta Ton

“Di antara 156 orang yang tewas dalam tragedi itu, 101 orang adalah perempuan, dan 55 orang laki-laki,” sambung pejabat yang bersangkutan.

Kementerian Luar Negeri Korsel menyebutkan 26 orang yang meninggal di antaranya adalah warga negara asing. Mereka berasal dari 14 negara berbeda.

Baca JugaTerungkap Pertemuan Empat Mata Jokowi-Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Salah Satunya Pembahasan Pilpres 2024Kronologi Perseteruan China-Kanada hingga Kemarahan Xi Jinping ke Justin Trudeau di KTT G20 Bali

Perinciannya yakni lima dari Iran, masing-masing empat dari China dan Rusia, masing-masing dua dari AS dan Jepang, dan masing-masing dari Perancis, Australia, Norwegia, Austria, Vietnam, Thailand, Kazakhstan, Uzbekistan, dan Sri Lanka.

Selain itu, pejabat tersebut menyampaikan, sebanyak 29 orang mengalami luka serius, dan 122 orang lain menderita luka ringan.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-Yeol sedang menggodok langkah-langkah keamanan baru untuk mencegah kecelakaan seperti itu terjadi lagi di masa depan. Komisaris Kepolisian Nasional Korea Selatan Yoon Hee-keun pagi ini mengakui bahwa tindakan pengendalian massa di tempat kejadian tidak memadai.

Baca JugaPenggugat Ijazah Jokowi, Bambang Tri Mulyono Ditangkap Terkait Kasus Dugaan Ujaran Kebencian dan Penistaan AgamaMenteri PUPR Ungkap Normalisasi Sungai Ciliwung: Tanya Pak Anies

Dia juga merasakan tanggung jawab yang berat atas keselamatan publik dan akan melakukan yang terbaik untuk memastikan tragedi seperti itu tidak akan terjadi lagi.

Sebuah jalan di distrik Itaewon dipadati sekitar 100.000 orang saat perayaan pesta Halloween yang berujung tragedi pada Sabtu malam, 29 Oktober 2022. Sebanyak 154 orang dikabarkan tewas dan ratusan lainnya terluka karena saling berhimpitan di jalanan yang sempit. Yonhap via Reuters

Presiden Yoon sebelumnya bergabung dengan puluhan ribu orang lainnya memberikan penghormatan untuk para korban tewas di altar khusus yang dibuat untuk mengenang para korban.

Baca JugaBuku Hitam Ferdy Sambo Ingat Buku Merah Tito KarnavianJejak Bom Mobil Tewaskan 100 Orang di Somalia

Sebelumnya Nathan Taverniti, korban selamat dalam tragedi halloween Itaewon dari Australia, mengatakan orang-orang sibuk merekam, bernyanyi, dan tertawa sementara saat yang sama ada orang lain yang sedang sakaratul maut. Teman Taverniti, Grace Rached, masuk dalam korban tewas.

Taverniti mengkritik upaya penyelamatan dirasa lambat. Tak heran ini menjadi sangat menyakitkan dan tercatat sebagai bencana terburuk di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini bukan disebabkan oleh orang mabuk. Namun ini karena kurangnya perencanaan, kepolisian, dan layanan darurat,” kata Taverniti dalam video TikTok yang sekarang sudah dihapus.

Baca JugaLabfor Polri Dalami 6 Titik CCTV, 6 Pintu Stadion Kanjuruhan Tidak Dikunci tapi Ukurannya KecilBuku Hitam Ferdy Sambo Ingat Buku Merah Tito Karnavian

Saat ini, semua korban dalam musibah ini sudah teridentifikasi. Yang tersisa sekarang kedukaan yang sangat besar.

Kepolisian Korea Selatan terkenal memiliki rencana yang sangat hati-hati guna memastikan kerumunan massa tetap terkendali. Namun, apa yang terjadi pada Sabtu malam, 29 Oktober 2022? Ketika itu, puluhan ribu anak muda Korea Selatan diberi kebebasan untuk bebas dari aturan Covid-19. Walhasil pengunjung yang ingin merayakan halloween di kawasan hiburan malam distrik Itaewon, Seoul, membludak.

Kepolisian saat itu hanya mengerahkan 137 petugas, yang sebagian besar ditugaskan bukan untuk mengarahkan kerumunan para pengunjung, namun untuk memantau kemungkinan tindak kejahatan seperti pelecehan seksual, pencurian dan penggunaan narkoba.

Baca JugaKronologi Tragedi Kanjuruhan Versi Suporter AremaUsai Peristiwa di Rumah Dinas Ferdy Sambo Duren Tiga, Begini Cerita Adik Brigadir J Bertemu Brigjen Hendra Kurniawan di Ruang Pemeriksaan Propam

Pada Minggu pagi, 30 Oktober 2022, keputusan itu harus dibayar dengan nyawa. Lebih dari 150 orang yang ingin pesta halloween tewas berdesak-desakan di sebuah gang di Itaewon. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat HantuKenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja?Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius