SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kompol Chuck Putranto Perintahkan Kompol Baiquni Wibowo Hapus Rekaman CCTV Lokasi Kejadian Penembakan Brigadir J

a29f9c1a 8ae0 4483 965a a1e8beb6 20220902021545
Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Kompol Chuk Putranto. FOTO/ANTARA/M Risyal Hidayat

KOMPOL Chuck Putranto telah dijatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) sebagai anggota Polri lantaran telah melanggar kode etik terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Dalam hal ini, Kompol Chuck Putranto diduga telah menghilangkan barang bukti berupa rekaman CCTV yang merupakan hal penting untuk pengungkapan kasus Brigadir J. Chuck menyalahgunakan wewenangnya ketika menjadi PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri.
Kompol Chuck bahkan menyuruh Kompol Baiquni Wibowo untuk menghapus rekaman kamera pemantau lokasi kejadian penembakan Brigadir J di Duren Tiga.

“Menyalahgunakan kewenangan dalam melaksanakan tugas kedinasan serta menghilangkan barang bukti, dengan cara menyuruh Kompol BW untuk mengcopy di flashdisk dan menghapus tiga unit DVR CCTV yang merupakan bukti petunjuk dari penanganan perkara tindak pidana, dengan tujuan tidak ada bukti terkait meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Duren Tiga,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Jumat (2/9/2022).

Baca JugaHakim Heran Cerita Susi Sebut Kuat Ma’ruf Berani Pegang Tubuh Putri Candrawathi Istri Ferdy SamboGudang Garam Terbakar di Unit 12, Pihak Manajemen: Tidak Pengaruhi Operasional Pabrik, Lokasi Kebakaran Area Penyimpanan Barang Penunjang

Kemudian, sambung Dedi, Kompol Chuck juga dianggap tidak melakukan upaya pencegahan pada saat AKBP AR (Arif Rahman) melakukan perusakan terhadap barang bukti tersebut.

Baca juga: Polri Sempurnakan Berkas Tersangka Pembunuhan Brigadir J yang Dikembalikan Kejagung

Baca JugaPomdan Belum Temukan Bukti Atas Keterlibatan 2 Prajurit TNI dalam Kasus Pembunuhan Paulus Iwan Boedi PrasetijoTemuan Baru di Sidang Perdana Ferdy Sambo: dari Bagikan Uang Rp 2 Miliar dan iPhone 13 Pro Max ke Ajudan hingga Libatkan Tim CCTV Kasus KM 50

“Sehingga akibat perbuatan tersebut menjadikan proses penyidikan pidana yang ditangani Bareskrim mengalami kendala karena barang bukti petunjuk berupa tiga unit DVR CCTV telah rusak,” ujar Dedi.

Baca juga: Pengakuan Putri Candrawathi ke Komnas HAM Telah Dilecehkan Brigadir J Dinilai Sebuah Kebohongan

Dedi menekankan, sanksi tegas tanpa pandang bulu ini diberikan oleh komisi sidang etik sebagaimana dengan komitmen sejak awal yang telah diinstruksikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk mengusut tuntas berbagai bentuk pelanggaran baik pidana maupun kode etik.

Baca JugaAHY Ingatkan Pemerintah dan Elit Politik Tidak Salah Gunakan Kebaikan dan Kesabaran Masyarakat IndonesiaSelesaikan Ganti Rugi Lahan Cisumdawu! BUJT: Masih Ada 5% Lahan Belum Tuntas

“Pimpinan Polri dalam hal ini Pak Kapolri sejak awal telah berkomitmen untuk menindak tegas anggota yang terlibat Obstruction of Justice baik secara etik maupun pidana,” ucap Dedi. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius