SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Komnas HAM: Gas Air Mata Penyebab Utama Tragedi Kanjuruhan Berujung Tewasnya 134 Orang

hari ini komnas ham panggil tim forensik terkait autopsi jenazah brigadir j 25072022 033348
Komisioner Komas HAM Choirul Anam. Foto: Istimewa

GAS air mata merupakan penyebab utama tragedi Kanjuruhan yang berujung tewasnya 134 orang. Hal itu ditegaskan Komnas HAM.

Anggota Komnas HAM Choirul Anam mengatakan penegasan tersebut perlu dia sampaikan karena banyak Aremania atau pendukung Arema FC yang mempertanyakan bahwa penyebab tragedi Kanjuruhan itu bukan akibat tembakan gas air mata.

“Sampai saat ini, kesimpulan kami gas air mata adalah penyebab utama terjadinya Tragedi Kanjuruhan,” kata Choirul di Kota Malang, seperti dilansir dari Antara, Jumat (21/10/2022).

Baca JugaAlami Gangguan Mesin Lion AIr JT-330 Tujuan Palembang Putar Balik ke Bandara Soetta Saat Berada di Ketinggian 3.000 KakiKorban Tewas Perayaan Halloween di Itaewon Jadi 151 Orang, Sebagian Besar Remaja

Choirul menjelaskan keyakinan bahwa penyebab utama tragedi pascalaga Arema FC melawan Persebaya Surabaya itu adalah gas air mata didukung oleh sejumlah bukti yang dimiliki.

Menurut Choirul, selain tembakan gas air mata, ada penyebab lain yang menyebabkan ratusan suporter meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Baca JugaTak Cuma Ade Yunia Rizabani, Christian Rudolf Tobing Niat Habisi 2 Temannya, Target SelamatKemenkes Izinkan 156 Obat Cair yang Boleh Diresepkan Kembali, Ini Daftarnya

Saat ini, tambahnya, Komnas HAM sedang melakukan penelusuran terkait regulasi yang ada, dengan meminta keterangan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan panitia penyelenggara.

“Spektrum itu yang kami lihat. Jadi ini biar tidak resah semuanya, gas air mata yang ditembakkan ke tribun penonton. Apakah Komnas HAM punya datanya? Punya dokumentasinya? Kami punya,” tegasnya.

Choirul menegaskan Komnas HAM juga memiliki video kunci yang bisa menggambarkan posisi gas air mata hingga proses kematian korban. Video tersebut didapatkan Komnas HAM dari korban yang meninggal dunia dalam tragedi itu.

Baca JugaPangeran Abdullah bin Faisal al Saud Dipenjara 30 Tahun, Begini KronologinyaBharada E: Saya Pribadi, Saya Tidak Meyakini Bang Yos Melakukan Pelecehan

“Kami punya video kunci, terkait itu yang bisa menggambarkan posisi gas air mata sampai proses kematian, yang videonya diambil dari korban. Korban yang meninggal, (ini) clear bagi kami,” jelasnya.

Selanjutnya, Choirul mengatakan data-data tersebut akan dijadikan rekomendasi bagi seluruh pihak yang membutuhkan. Tidak tertutup kemungkinan rekomendasi tersebut akan disampaikan kepada FIFA, termasuk pihak kepolisian.

“Nanti, kalau sudah selesai, direkomendasikan ke siapa, ke siapa pun para pihak, kalau memang FIFA penting untuk kami rekomendasikan, kami rekomendasikan ke FIFA,” katanya.

Baca JugaBerikut Ucapan Lengkap Ibu Brigadir J di Hadapan Kuat Ma’ruf dan Ricky RizalPKB Road to Election, Prabowo-Cak Imin Bertemu di Senayan

Dalam beberapa hari terakhir, Komnas HAM masih mengumpulkan sejumlah keterangan dan bukti-bukti terkait peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di stadion.

Sabtu (1/10), kericuhan terjadi seusai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin besar ketika sejumlah flare dilemparkan, termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.

Baca JugaPengacara: Ferdy Sambo Sempat Memperlihatkan Amplop, Kuat Ma’ruf Tidak Tahu IsinyaTerungkap ‘Skuad Lama’ yang Disinggung Brigadir J, Ternyata Kuat Ma’ruf

Akibat kejadian itu, sebanyak 134 orang tewas akibat patah tulang, trauma di kepala dan leher, dan asfiksia atau kadar oksigen dalam tubuh berkurang. Selain itu, dilaporkan ada ratusan orang yang mengalami luka ringan termasuk luka berat. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius