SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kesaksian WNI di Inggris: Ini Krisisnya bukan dari Inggris, Tetapi Warga Indonesia yang Disepelekan

1243677464 4
Ribuan warga Inggris turun ke jalan pada akhir pekan lalu untuk berunjuk rasa atas krisis biaya hidup.

KRISIS resesi ekonomi yang terjadi di Inggris pasca meninggalnya Ratu Elizabeth kian parah. Kehidupan warga terus terpengaruh akibat biaya hidup yang meroket, tak terkecuali para diaspora Indonesia yang hidup di sana.

Fransiscus (35), salah satu mahasiswa penerima beasiswa yang sedang menempuh pendidikan S3 di Universitas Glasgow, menyuarakan keprihatinan yang menimpa diaspora Indonesia di Inggris saat ini.

Fransiscus beserta istri dan kedua anaknya mengaku kesulitan untuk mencari tempat tinggal sesaat setelah tiba di Inggris. Ia mengatakan inilah yang menjadi masalah utama yang dihadapi pelajar dari Indonesia saat ini.

Baca JugaUsai Salat Magrib, Bokir Napi Narkoba Lapas Cipinang KaburBermula dari Video Viral, Polri Pecat 3 Anggota Tersangka Percobaan Pencurian Motor di Medan

“Untuk saat ini situasi masih aman, hanya memang beberapa minggu lalu pada saat kita datang agak kesulitan untuk mencari rumah untuk disewakan,” katanya mengutip dari CNBC, Kamis (21/10/2022).

Ia juga menjelaskan, bahwa mahasiswa Indonesia harus memiliki penjamin atau guarantor saat ingin mencari tempat tinggal. Padahal, biaya untuk menyewa seorang guarantor tidaklah murah.

Baca JugaPusat Studi Migrasi Migrant Care Ungkap Warga Indonesia yang Jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja Diduga Ada yang Terhubung dengan Konsorsium 303 Ferdy SamboVolodymyr Zelensky Bertemu CIA

“Kita sebagai student yang ingin sewa selalu dimintakan guarantor, di mana walaupun kita bisa bayar dimuka selama beberapa bulan namun mereka menolak, apalagi kalau kita statusnya bawa keluarga,” jelasnya.

Namun Fransiscus juga menjelaskan ada cara lain untuk mendapat sewa selain menggunakan jasa guarantor, yakni dengan memberikan bank statement rekening bank di Inggris selama 3 hingga 6 bulan. Sayangnya, kata Fransiscus, untuk mendapatkan hal ini juga cukup sulit.

“Untuk bisa dapat sewa, pilihannya kasih bank statement 3 atau 6 bulan atau punya guarantor. Tapi untuk punya rekening bank Inggris juga sulit, di mana kita bisa baru dapat rekening 3 bulan hingga 3 tahun setelah coba apply. Ini yang sulit,” ucapnya.

Baca JugaPolri: 8 Pintu Darurat di Stadion Kanjuruhan Tak Berfungsi, Faktor Pemicu 131 Orang Meninggal DuniaKakak Kandung Rizky Billar Pasang Badan, Yudie Revan: Doakan Saja yang Terbaik untuk Mereka Berdua

Fransiscus mengungkapkan, kesulitan hidup WNI di Inggris karena disepelekan. Inggris khawatir jika WNI tidak bisa menghasilkan pendapatan yang memadai saat hidup di Inggris.

“Ini krisisnya bukan dari Inggris, tetapi warga Indonesia yang disepelekan. Mereka khawatir WNI gak bisa menghasilkan income di sana, makanya seperti dipersulit,” katanya.

Fransiscus merasakan adanya perbedaan perlakuan dari Inggris terhadap pelajar dari Indonesia dan Afrika dengan pelajar dari China, India, dan Malaysia. Ia mengaku pelajar dari India lebih mudah mendapatkan sewa tempat tinggal tanpa perlu guarantor.

Baca JugaTim Sepak Bola dari Belanda dan Spanyol Heningkan Cipta Atas Tragedi KanjuruhanLedakan Hantam Simbol Pencaplokan Moskow dan Rute Pasokan Utama Bagi Pasukan di Ukraina Selatan, Begini Langkah Vladimir Putin

“Saya kaget lihat orang India lebih mudah dapat sewa tanpa guarantor, sementara keadaannya berbeda dengan pelajar dari Indonesia dan Afrika. Kita cari datang sendiri, semuanya sendiri. Cuaca juga ekstrim, bertahan hidup agak susah,” katanya.

Banyak WNI, kata Fransiscus, yang merasa kesulitan dan terhambat karena harga sewa tempat tinggal dekat kampus harganya mahal. Kami, lanjutnya, dapat budget beasiswa di bawah seribu pound, sementara harga sewa di sini dua ribu pound.

“Saya merasa sebagai diaspora, kurangnya bantuan secara diplomatik untuk menjamin kami semua yang kuliah dan tinggal untuk kemajuan bangsa. Mohon bantuan diplomatik dari RI ke Inggris untuk tidak pakai guarantor yang mahal,” pungkasnya. (*)

Kirim Komentar