SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kemenkes Izinkan 156 Obat Cair yang Boleh Diresepkan Kembali, Ini Daftarnya

images 2022 10 19T154041.917
Ilustrasi

KEMENTERIAN Kesehatan atau Kemenkes mengizinkan sejumlah obat sirup untuk kembali diresepkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Hal tersebut tertuang dalam Surat Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan No. SR.01.05/III/3461/2022 tertanggal 18 Oktober 2022.

Surat tersebut mengatur tentang Petunjuk Penggunaan Obat Sediaan Cair/ Sirup pada Anak dalam rangka Pencegahan Peningkatan Kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA)/(Atypical Progressive Acute Kidney Injury).

Juru Bicara Kementerian Kesehatan M Syahril memastikan deretan obat tersebut tidak menggunakan Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, Dan/Atau Gliserin/Gliserol, dan aman sepanjang digunakan sesuai aturan pakai.

Baca JugaIndosiar Bantah Tolak Majukan Jadwal Kick-Off Laga Arema vs Persebaya di Stadion KanjuruhanKerja Sama Dewan Pers-Polri, Perjanjian Perlindungan Kemerdekaan Pers

“Jenis obat yang boleh digunakan sesuai dengan rekomendasi Badan POM,” kata Syahril dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 25 Oktober 2022.

Adapun tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan dapat meresepkan atau memberikan obat dalam bentuk sediaan cair/sirup berdasarkan pengumuman dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. Tenaga kesehatan juga dapat meresepkan atau memberikan obat, yang sulit digantikan dengan sediaan lain sampai didapatkan hasil pengujian dan diumumkan oleh BPOM.

Baca JugaKompol Baiquni Wibowo Format Ulang Laptop untuk Hapus File CCTV Duren TigaIrjen Teddy Minahasa Resmi Ditahan di Kasus Narkoba, Hotman Paris Hutapea Tiba di Polda Metro Jaya

Sebanyak 12 merek obat yang mengandung zat aktif asam valporat, sidenafil, dan kloralhidrat dapat digunakan. “Tentunya pemanfaatannya harus melalui monitoring terapi oleh tenaga kesehatan” ucap Syahril.

Apotek dan toko obat dapat menjual bebas atau bebas terbatas kepada masyarakat sebagaimana tercantum dalam lampiran 1 dan lampiran 2 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berikutnya, dalam keterangan resmi itu disebutkan Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan harus mengawasi dan mengedukasi masyarakat soal penggunaan obat sirup sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Baca JugaKamaruddin Simanjuntak Ungkap Isi Pembicaraan Saat Bharada E Sungkem ke Ortu Brigadir JPolisi Paparkan Hasil Visum Milik Lestti Kejora

“Kementerian kesehatan RI akan mengeluarkan surat pemberitahuan kembali setelah diperoleh hasil pengujian Badan POM RI atas jenis obat obatan sirup lainnya” tutur Syahril.

Berikut ini adalah daftar 156 obat cair yang dinyatakan aman dari ED dan DEG dan dapat diresepkan kembali:

Kirim Komentar