SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kemana Ganjar Pranowo di Panggung Forum G20? Tanggapi Pidato Jokowi, RGP2024: Anggota G20 Harus Bersikap Adil

presiden bertemu lima kepala negara
Presiden Joko Widodo

BLOOMBERG CEO Forum yang digelar pada Jumat, 11 November 2022, merupakan salah satu rangkaian kegiatan G20 yang digelar di Bali. Forum ini membahas konsep pembangunan dan pemindahan administrasi negara ke Nusantara di Pulau Kalimantan.

Dalam acara tersebut, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil turut diundang menjadi pembicara. Hal itu lantas menjadi sorotan warganet. Pasalnya, dua tokoh tersebut kini ramai dibicarakan masuk dalam bursa capres-cawapres untuk Pilpres 2024.Bahkan, sejumlah warganet menanyakan mengapa Ganjar Pranowo tidak diundang dalam forum tersebut. Hal ini merujuk pada seringnya Anies dan Ganjar disandingkan sebagai dua tokoh yang bakal jadi sosok capres terkuat pada Pilpres mendatang.

Diketahui, B20 merupakan forum dialog resmi G20 bagi komunitas bisnis global.

Baca JugaDetik-detik Pria Humbang Hasundutan Mutilasi hingga Rebus Istrinya Sendiri, Sempat Tabur Garam ke PanciLBH Pancaran Hati: Semua Pihak Harus Jalankan Rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Terkait Tragedi Kanjuruhan

Perhelatan ini akan dihadiri oleh sedikitnya 3.300 orang, yang mencakup 2.000 pimpinan negara, CEO, dan bos dari berbagai perusahaan multinasional yang berasal lebih dari 40 negara.

KTT B20 Indonesia 2022 kali ini mengusung tema “Advancing Innovative, Inclusive, and Collaborative Growth”, bertujuan untuk merealisasikannya dengan merumuskan rekomendasi kebijakan bagi negara G20.

Baca JugaBuku Hitam Ferdy Sambo Ingat Buku Merah Tito KarnavianSosok Wanita Misterius Menangis di Rumah Ferdy Sambo di Bangka, Bharada E: Pergi Pakai Mobil Pajero Hitam

Dalam rekomendasi kebijakan tersebut meliputi tujuh bidang, yaitu :

  1. Perdagangan dan investasi
  2. Energi
  3. Keberlanjutan dan iklim
  4. Digitalisasi
  5. Keuangan dan infrastruktur
  6. Masa depan pekerjaan dan pendidikan
  7. Perempuan dalam bisnis dunia

Dalam B20 telah merancang 25 rekomendasi kebijakan bagi negara G20 yang mencakup tiga aspek prioritas yaitu:

  1. Memprioritaskan inovasi untuk membuka peluang pertumbuhan pascapandemi.
  2. Memberdayakan UMKM dan kelompok rentan.
  3. Mendorong kolaborasi antara negara maju dan berkembang

Agenda resmi KTT B20 dijadwalkan, sebanyak 90 CEO, pemimpin organisasi global, ahli terkemuka, dan kepala pemerintahan terkemuka di bidangnya akan berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang prioritas bisnis global serta cara mengatasi berbagai tantangannya.

Pemimpin bisnis multinasional dalam agenda KTT G20 seperti Jon Moore (CEO BloombergNEF), Alan Jope (CEO Unilever), Bill Winters (CEO Standard Chartered), Andrew Forrest (Chairman and Founder of Fortescue Future Industries and Fortescue Metals Group), Mohammed Y. Al Qahtani (Senior Vice President Saudi Aramco), dan Seiji Izumisawa (President and CEO Mitsubishi Heavy Industries).

Baca JugaTerkuak Inisiatif Kuat Ma’ruf Simpan Pisau Sebelum Brigadir J Ditembak MatiKabar Duka Mantan Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan Meninggal Dunia

Yang menarik pada sesi 14 November 2022, dua orang terkaya di dunia hadir sebagai pembicara yaitu:

  1. Pemilik Tesla, Elon Musk
  2. Pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Mereka bakal tampil di sesi yang sama, dan dimoderatori oleh Presdir Bakrie & Brothers, Anindya Bakrie. Jeff akan membawakan tema “Menyeimbangkan Pertumbuhan Ekonomi Global dan Perlindungan Lingkungan Hidup”.

Sedangkan, Elon Musk mengusung tema “Mengatasi Tantangan Disrupsi Global dengan Inovasi Teknologi”. Menurut versi Forbes 2022, Elon Musk masih menyandang status sebagai orang terkaya di dunia. Tercatat, total kekayaan Elon Musk mencapai USD219 miliar (sekitar Rp3.438 triliun).

Baca JugaTumpah di Tugu Proklamasi, Berikut Isi Sumpah Relawan Dukung Total Ganjar PranowoHunian Baru Nikita Mirzani di Rutan Serang, Nyai Tidur Bersama 8 Warga Binaan

Satu tingkat di bawah Elon adalah Jeff Bezos. Jeff Bezos adalah pendiri perusahaan teknologi multinasional Amazon dan Blue Origin.

Saat ini, perkiraan total kekayaan Jeff Bezos adalah sebesar USD171 miliar atau sebesar Rp2.684 triliun. Selain berbisnis, Jeff juga aktif di lembaga filantropi Bezos Earth Fund.

Para milioner dunia lainnya juga yang hadir di Bali adalah Changpeng Zhao (pendiri perusahaan kryptocurrency Binance) urutan ke-19 dunia dengan kekayaan USD65 miliar, dan Zeng Yuqun alias Robin Zeng (produsen baterai kendaraan listrik CATL) masuk dalam peringkat 29 terkaya dunia dengan kekayaan USD44,8 miliar, sebagaimana dikutip delik.news dari indonesia.go.id pada Selasa (15/11/2022).

Baca JugaBripka RR Status BKO Divpropam Bertugas Jaga Anak Ferdy Sambo, Hakim: Luar BiasaKeberadaan Ponsel Brigadir J Usai Penembakan di Rumah Ferdy Sambo Mulai Terkuak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada Selasa (15/11) pagi.

“Hari ini saya nyatakan KTT G20 dibuka,” ucap Jokowi di depan para pemimpin G20 yang sudah hadir sambil mengetok palu di meja sidang.

Sebagai tuan rumah sekaligus Presiden G20 tahun ini, Jokowi akan memimpin KTT selama dua hari ke depan.

Baca JugaTemuan Buku Mantra-Kemenyan Keluarga Kalideres, Bukti Ikut Sekte?Ferdy Sambo Tampung Uang Buka Rekening Pinjam Nama Bripka RR

Sebanyak 17 pemimpin negara termasuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden China Xi Jinping, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, hingga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghadiri rapat hari pertama ini.

Sementara itu, tiga negara tidak hadir yakni Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Brasil Jair Bolsonaro, dan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador.

Ketua Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara G20 Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Putin tidak jadi hadir karena masalah yang harus diselesaikan di dalam negerinya. Seperti yang diketahui, Rusia terus menjadi sorotan setelah melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari lalu.

Baca JugaLin Che Wei Disebut Gelar Pertemuan dengan KemendagPakaikan Baju ke Jenazah Brigadir J, Adik Yosua: Kombes Melarang Saya

“Selamat datang di Bali, selamat datang di Indonesia. Merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah KTT G20. Saya sangat paham, perlu upaya yang luar biasa agar kita dapat duduk bersama di ruangan ini,” kata Jokowi.

Berikut poin-poin penting pidato Jokowi yang dirangkum delik.news saat membuka KTT G20 di Nusa Dua.

Hentikan Perang 

Dalam pidatonya, Jokowi menyinggung sejumlah konflik yang tengah terjadi di dunia meski tak menyebutkannya.

Baca JugaTwitter Bakal Kenakan Biaya untuk Layanan Twitter Blue, Elon Musk: Biru Seharga 8 Dolar per BulanTemuan Belasan Karung Berisi Bangkai Ayam di Sungai Ngaglik Salatiga

Jokowi mengatakan sebagai negara demokrasi, Indonesia menyadari pentingnya dialog untuk mempertemukan perbedaan, dan semangat yang sama harus ditunjukkan G20.

Menurut Jokowi, saat ini seluruh negara didesak harus mau berkolaborasi untuk menyelematkan dunia. Ia menganggap seluruh negara tanpa terkecuali memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk warganya tapi juga masyarakat dunia.

“Bertanggung jawab berarti menghormati hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam PBB secara konsisten. Bertanggung jawab berarti menciptakan situasi win-win, bukan zero-sum,” ucap Jokowi.

Baca JugaKuasa Hukum Beberkan Fakta Putri Candrawathi Alami Pelecehan Seksual, Berikut 4 BuktinyaAlasan Hakim Menolak Nota Keberatan Ferdy Sambo di Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J

“Bertanggung jawab di sini juga berarti kita harus mengakhiri perang. Jika perang tidak berakhir, dunia akan sulit bergerak maju. Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi kita untuk bertanggung jawab atas masa depan generasi sekarang dan generasi mendatang.”

Jokowi juga menegaskan jangan memecah-belah dunia.

“Kita tidak boleh membiarkan perang dingin baru terjadi di dunia,” kata Jokowi di depan Biden, Xi Jinping, hingga Erdogan.

G20 Harus Berhasil

Dalam pidatonya, Jokowi juga menyinggung krisis global yang semakin di depan mata jika negara-negara tidak mau mengambil langkah konkret bersama untuk mencegahnya.

Baca JugaApa Hubungan Hasil Penjualan Mobil dengan Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres?Ajudan Ferdy Sambo Sebut Nama Mantan Kapolri Idham Azis dalam Sidang Pembunuhan Brigadir J

Jokowi mengatakan dunia sedang mengalami tantangan yang luar biasa seperti krisis demi krisis terus terjadi. Ia memaparkan pandemi Covid-19 juga belum usai dan rivalitas antarnegara terutama adidaya terus menajam hingga perang terjadi.

“Dampak berbagai krisis tersebut terhadap ketahanan pangan, energi, dan keuangan sangat dirasakan dunia terutama negara berkembang,” ucap Jokowi.

“Masalah pupuk jangan disepelekan. Jika kita tidak segera mengambil langkah agar ketersediaan pupuk mencukupi dengan harga terjangkau, maka 2023 akan menjadi tahun yang lebih suram.

Baca JugaTwitter Bakal Kenakan Biaya untuk Layanan Twitter Blue, Elon Musk: Biru Seharga 8 Dolar per BulanRekonstruksi Tragedi Kanjuruhan 30 Adegan Tak Ada Gas Air Mata ke Arah Tribun, Beda dengan Temuan TGIPF

Karena itu, Jokowi menganggap KTT G20 di Bali ini sangat krusial dan harus berhasil menghasilkan solusi konkret bagi pemulihan dunia.

“Hari ini mata dunia tertuju pada pertemuan kita. Apakah kita akan mencetak keberhasilan? Atau akan menambah satu lagi angka kegagalan? Buat saya, G20 harus berhasil dan tidak boleh gagal,” ujar Jokowi.

Serukan Kerja Sama Dunia

Jokowi juga berharap G20 dapat terus menjadi katalis pemulihan ekonomi yang inklusif.

Baca JugaTak Perlu Panik, Begini Cara Mengatasi WhatsApp ErrorIPW Duga Buku Hitam Ferdy Sambo Berisi Daftar Penerima Gratifikasi Bisnis Tambang di Kaltim dan Kaltara

Menurutnya, di tengah situasi yang sangat sulit, G20 terus bekerja agar menghasilkan capaian konkret.

Beberapa capaian konkret yang diharapkan yakni pembentukan pandemic fund, membantu ruang fiskal negara berpendapatan rendah melalui resilience and sustainability trust, mendorong percepatan pencapaian SDGs, menghasilkan ratusan kerja sama konkret, serta mendukung pemulihan ekonomi dunia yang lebih hijau dan berkelanjutan melalui Bali Compact mengenai transisi energi.

“Kita tidak hanya bicara, tapi melakukan langkah-langkah nyata,” ujar Jokowi.

Sementara, Ketua RGP 2024 Heru Subagia menanggapi pidato Presiden Jokowi KTT G20 15 November 2024. Menurutnya, pada saatnya dunia harus duduk dan berpikir bersama. KTT G20 Bali adalah momen sakral untuk berbicara bijak dalam kesadaran kepentingan holistik untuk semua masyarakat dunia, bukan hanya sekedar berbicara Negara atau Organisasi kawasan.

Baca JugaPolisi Pastikan Mobil Milik Keluarga Tewas di Kalideres Telah Dijual, Motif Korban Menjual Belum DiketahuiSidang Pemeriksaan Saksi Kasus Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Tidak Live, Begini Aturannya

“Dalam menyikapi kondisi dunia dalam proses transmisi dam ketegangan, anggota G20 harus menyingkirkan perbedaan, mendudukkan dalam satu meja untuk mencapai tujuan bersama. KTT G20 adalah tempat memulai merubah keadaan ketegangan menjadi optimisme. Amerika dan China harus menurunkan tensi ketegangan politik dan ekonomi internasional,” ungkap Heru saat dihubungi delik.news, Selasa (15/11).’

Baginya, Indonesia menjadi katalis ekonomi yang eksklusif, terus mendorong kerjasama, mendukung pemuliaan ekonomi dunia untuk mencapai dunia lebih,” better future is mush”. Punggawa Relawan Ganjar Pranowo 2024 ini mengharapkan para anggota G20 dapat bersikap adil dan bijak serta melangkah dalam satu keputusan tunggal, tidak banyak bicara, dan realisasi keputusan dalam langkah nyata.

“Jika dunia harus bijak memikul dan bertanggung jawab dengan jiwa kepemimpinan yang bertanggungjawab dan mengerahkan segala upaya KTT G20 untuk saling bekerja sama untuk dunia,” recover together,recover stronger”, imbuhnya,

Baca JugaPutri Candrawathi: Saya Memohon Maaf kepada Para Ajudan Bapak Ferdy SamboPolisi Hentikan Konser Musik Group Boyband NCT127 di ICE BSD, Ini Penjelasannya

RGP 2024 sependapat bahwa semua negara dunia dalam bayang-bayang ekonomi suram di tahun 2023. Secara khusus, anggota G20 wajib sepakat dimana tahun 2023 adalah tahun ekonomi yang sangat suram. Tugas G20 untuk menyelesaikan berbagi masalah krusial yang saat ini sedang terjadi. Setidaknya ada empat masalah dunia yang sedang dihadapi; krisis finansial, krisis energi dan krisis pangan serta perubahan iklim.

“Empat persoalan di atas tidak akan pernah mencapai kesepakatan dan tidak akan tercapai tanpa kerjasama. Menjadi bagian kesepakatan kolektif untuk mencapai opsi masa depan yang positif dan menjanjikan kembali, “options for a shared tommorow”, pungkasnya, (*)

Kirim Komentar