SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kapolri: 125 Korban Meninggal Dunia dalam Tragedi Kanjuruhan

kapolri personel polri yang lakukan pelanggaran langsung saya copot
Kapolri Listyo Sigit Prabowo (Foto : Humas Polri)

KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan ada 125 korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan.

Pendataan jumlah korban tewas berdasarkan identifikasi dari tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Dinas Kesehatan pemerintah Kabupaten dan Kota Malang.

“Konfirmasi saat ini terverifikasi meninggal dunia dari awal informasi 129 saat ini data terakhir hasil pengecekan DVI dan Dinkes jumlahnya 125 orang,” kata Listyo di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (2/10).

Baca JugaMegawati Soekarnoputri: Struktur PBB Saat Ini Sudah Tak Relevan Jawab Tantangan Geopolitik di Era ModernUpdate Banjir di Jakarta: 68 RT 116 Warga Mengungsi

Berkurangnya jumlah korban meninggal dunia disebut Listyo disebabkan oleh data ganda.

Listyo dalam kesempatan ini juga menyatakan duka cita Polri atas tragedi Kanjuruhan.

Baca JugaTerungkap Siti Elina Todong Paspampres di Depan Istana Merdeka Tanpa Peluru, Ingin Bertemu Jokowi Bilang Dasar Negara Indonesia SalahPernyataan Lengkap Ayah-Ibu Brigadir J untuk Ferdy Sambo-Putri Candrawathi

Dia berkata akan menyelidiki kasus ini mulai dari penyelenggaraan hingga pengamanan laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Sabtu malam kemarin.

“Saat ini saya telah mengajak tim dari Mabes ada Bareskrim, Propam, Pusdokjes, Inafis, kemudian Puslabfor untuk melakukan langkah terkait pendaklaman investigasi yang kami lakukan,” katanya.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, terjadi usai kekalahan 2-3 Arema FC versus Persebaya, Sabtu (1/10) malam.

Baca JugaTemui Korban Tendangan ‘Kungfu’ Anggota TNI Minta MaafPutri Candrawathi Minta Maaf ke Ayah-Ibu Brigadir J: Siap Jalani Sidang dengan Ikhlas dan Ketulusan Hati, Agar Seluruh Peristiwa Terungkap

Suporter Arema memasuki lapangan karena tak terima dengan hasil pertandingan yang memenangkan Persebaya. Insiden itu direspons polisi dengan menghadang dan menembakkan gas air mata.

Gas air mata itu ditembakkan tidak hanya kepada suporter yang memasuki lapangan, tetapi juga ke arah tribun penonton yang kemudian memicu kepanikan suporter. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius