SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kamaruddin Simanjuntak: Ada Pertengkaran Antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sehari Sebelum Yosua Meninggal

1484386394
Kamaruddin Simanjuntak di Persidangan (pic/tangkapan layar live streaming kompas tv)

PENGACARA keluarga Brigadir Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak, mengklaim dirinya melakukan investigasi mandiri usai mendapat kuasa dari keluarga Yosua. Dia mengaku mendapat informasi ada pertengkaran antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sehari sebelum Yosua meninggal.

“Ada mereka di malam hari menginap di sana sehari sebelumnya ada pertengkaran antara Ferdy Sambo dan istrinya,” ujar Kamaruddin saat bersaksi di PN Jaksel, Selasa (25/10/2022).

Kamaruddin mengaku informasi itu bersifat rahasia. Dia juga tidak mengungkap siapa sumber yang memberi informasi itu.

Baca JugaSampaikan Terima Kasih ke Presiden, Guntur Soekarnoputra: Pernyataan Pak Jokowi Bersihkan Nama Soekarno Tidak Terlibat G30S PKIPengacara: Ferdy Sambo Sempat Memperlihatkan Amplop, Kuat Ma’ruf Tidak Tahu Isinya

Menurut informasinya, pertengkaran antara Sambo dan Putri terjadi karena wanita lain. Kamaruddin mengatakan Yosua diduga memberi informasi tentang wanita itu ke Putri.

“Apakah spesifik pertengkaran karena apa?” tanya hakim.

“Karena wanita. Kaitannya adalah diduga almarhum sebagai pemberi informasi ke Bu Putri Candrawathi, bahwa si bapak ada wanitanya. Yang kami dapat sudah pisah rumah Ibu PC di Saguling dan bapak di Bangka,” jawab Kamaruddin.

Baca JugaBNPB Catat 3.895 Orang Mengungsi Akibat Gempa Magnitudo 5,6 di CianjurPengacara Sebut Alasan Ricky Rizal Amankan Senjata Milik Brigadir J Sebelum Kejadian Penembakan

Selain itu, Kamaruddin mengaku mendapat informasi tentang judi online. Namun, dia tidak mau membongkar kasus itu.

“Ada lagi informasi berupa judi online tapi tidak mau dibongkar karena masih aktif di instansi mereka. Sifatnya informasi intelijen, makanya kami investigasi. Dan mengandung kebenaran,” katanya.

Perihal sumber investigasi Kamaruddin, dia tidak mau mengungkapkan. Hasil investigasi yang dia klaim ini juga tidak bisa diserahkan ke jaksa untuk dijadikan bukti tambahan karena sumber informasinya meminta dirahasiakan.

Baca JugaIni Alasan Rusia Tarik Mundur di Wilayah KhersonBegini Alasan Kejagung Hadirkan Keluarga Brigadir J di Sidang Lanjutan dengan Bharada E

“Ada sebagian, tapi kebanyakan mereka minta dirahasiakan untuk tak bisa dibuka,” kata Kamaruddin.

Duduk dalam sidang ini adalah Richard Eliezer. Eliezer didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

Rangkaian peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022, pukul 15.28-18.00 WIB di Jalan Saguling 3 Nomor 29 dan Kompleks Polri Duren Tiga Nomor 46 (selanjutnya disebut Rumah Saguling dan Rumah Dinas Duren Tiga). Namun awal peristiwa bermula di Perum Cempaka Residence Blok C III, Kabupaten Magelang, yang merupakan rumah Ferdy Sambo (selanjutnya disebut sebagai Rumah Magelang).

Baca JugaRelawan Bulaksumur Gas Poll Siap Dukung Total Ganjar Pranowo Nyapres 2024Kompolnas: Informasi Saksi Mata 1 Keluarga Tewas di Kalideres Lakukan Hal Tak Lazim, Salah Satunya Gunakan Alas Kaki

Richard Eliezer didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius