SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Jokowi Akan Menjadi Bintang dalam KTT G20 Bali

jokowiosaka 1
Presiden Joko Widodo berjalan, di sela-sela menghadiri KTT G20, di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019). - Istimewa

PRESIDEN Joko Widodo akan menjadi sentral pihak yang memainkan berbagai Isu-isu sensitif dalam Pertemuan KTT G20 Bali. Berbagai isu panas akan menjadi perbincangan serius dalam konteks pembicaraan bilateral atau multilateral.

Dipastikan sosok Jokowi akan banjir kegiatan dan mobilitas baik sebagai tuan rumah maupun sebagai tim inti berbagai perundingan dan pembicaraan di setiap agenda utama KTT.

Mengapa Jokowi mempunyai peranan dominan dalam KTT G20 ?

Jokowi masuk dalam 50 tokoh musim dunia yang berpengaruh. Dengan populasi penduduk mayoritas beragama Islam,Indonesia menjadi negara terbesar penduduknya beragama Islam . Tentunya. Jokowi mempunyai pengaruh kekuatan politik di negara -negara Islam. Hubungan Islam dan Negara Barat tejadi pasang surut.

Baca JugaUsai Antar Jasad Brigadir J, Sopir Ambulans Disuruh Menunggu, Hakim: Buset! Hanya Tunggu Jenazah Tanpa Tahu Ada Apa-apaBPOM Laporkan Ada 7 Obat Sirup dengan Cemaran Etilen Glikol-Dietilen Glikol di Luar Ambang Batas

Sorotan isu radikalisme menjadi isu negatif barat bagi negara Islam. Radikalisme hadir ditengah isu ketimpangan ekonomi diakibatkan oleh hegemoni negara kapitalis. Disparitas ekonomi memicu lahirnya radikalisme. Menjadi bagian siklus konflik dipicu oleh lingkaran setan kapitalisme – radikalisme.

Indonesia dianggap negara Muslim moderat dan sangat selektif membahas isu -isu radikalisme. Fungsi Indonesia sebagai mitra penhhubung Negara Barat dan Negara Muslim. Butuh harmonisasi perdamaian dunia abadi bagi kelangsungan hubungan Barat dan Islam .

Baca JugaFakta-fakta Terbaru Berdendang Bergoyang Festival Musik hingga 2 Orang Jadi TersangkaFerdy Sambo Bantah Terlibah Konsorsium 303, Begini Tanggapan Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J

Negara -negara kelompok G20 dipastikan menaruh harapan besar bagi Indonesia. Sebagai fasilitator dan moderator hubungan Islam -Barat. Dalam awal November 2022 ,diselenggarakan juga agenda kerja. Pertemuan R20 di Bali. Kelompok kerja dari berbagai negara untuk membahas isu -isu agama dan hubungannya isu modernisasi serta toleransi .

Isu Perdamaian Dunia akan menjadi agenda yang cukup menguras energi di KTT G20. Banyak negara saat ini sedang terjadi polarisasi kekuatan politik akibat pecahnya perang Rusia – Ukraina . Ketengan konflik kian meluas .Perang Rusia -Ukrania telah mengancam perdamaian dunia serta memicu peperangan kawasan.

Indonesia menginisiasi dalam.sesi KTT G20 akan mengagendakan misi perdamaian Rusia -Ukraina dalam satu meja perundingan. Jokowi akan menjadi pihak paling menentukan hasil kesepakatan perundingan damai tersebut . Rusia dan Ukraina sebagai pihak yang sedang berperang siap bertemu bernegosiasi dibawah kendali Jokowi sebagi moderator.

Baca JugaIsmail Bolong, Mantan Polisi Jalani Usaha Tambang Ilegal di KaltimFakta-fakta Terbaru Berdendang Bergoyang Festival Musik hingga 2 Orang Jadi Tersangka

Langkah Indonesia untuk menggagas isu energi hijau sebagai keputusan yang cerdas dan menguntungkan. Indonesia sebagai negara dengan kelimpahan SDA melimpah .

Solusi merubah energi fosil ke sumber energi ramah lingkungan sudah menjadi keputusan yang tidak bisa dihindarkan.

Semua negara harus selaras menyelamatkan bumi sebagai tempat yang layak huni dan keberlangsungannya menjadi tanggung jawap semua negara dan masyarakat dunia.

Baca JugaKeberadaan Ponsel Brigadir J Usai Penembakan di Rumah Ferdy Sambo Mulai TerkuakKomnas HAM: Total Ada 45 Tembakan Gas Air Mata Dilontarkan Aparat Saat Tragedi Kanjuruhan

Indonesia diuntungkan dengan proses transisi era energi fosil ke energi hijau. Indonesia sebagai salah satu penghasil CPO terbesar nomer dua di dunia dan Indonesia sebagai negara terkaya kandungan nikel. CPO dan Nikel adalah sumber mentah yang akan dipasok untuk kebutuhan energi terbarukan dan ramah lingkungan.

Banyak negara saat ini mines sumber energi alternatif. Tentunya dalam KTT 20 dalam sidang pembahasan energi ,Jokowi akan menjadi bintang baik sebagai pembicara dan sumber pemberitaan.

Kesimpulannya, Jokowi akan membawa Indonesia sebagai negara yang aktif sebagai mana dokrin kebijakan politik kuat negeri bebas aktif. Ditangan Jokowi Indonesia akan menjadi bagian negara berperan aktif menjaga perdamaian dunia.

Baca JugaSiapa Sosok Ismail Bolong Sebenarnya?Tingkah Tak Lazim Budiyanto Gunawan Sebelum Ditemukan Tewas ‘Mengering’ di Kalideres

Dalam sisi menjaga dan menangkis radikalisme, Indonesia akan dijadikan negara muslim ramah,toleran dan siap memoderasi isu isu negatif terhadap Islam .

Dari sesi energi hijau, Indonesia siap menyediakan infrastruktur dan bahan baku ketersedian energi ramah lingkungan. Siap berkolaborasi dengan negara dan masyarakat internasional dalam kerangka melindungi dan melestarikan kelangsungan ekosistem Bumi.

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius