SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Jeritan Soimah Mencari Keadilan atas Kematian Anaknya yang Nyantri di Pondok Pesantren Modern Gontor

Jepretan Layar 2022 09 05 pukul 23.06.27
Tangkapan layar akun instagram Soimah

SOIMAH tak percaya bahwa putra sulungnya, AM, yang menempuh pendidikan Kelas 5i (setara SMA) di Pondok Modern Darussalam Gontor 1, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, diantarkan pulang dalam keadaan meninggal tak wajar.

Curhatan Soimah ini pun menjadi viral, setelah dia bertemu langsung dengan pengacara kondang Hotman Paris di Palembang, Sumsel, pada Minggu (4/8/2022) kemarin.

Hotman yang mendapatkan laporan itu, bersedia untuk mendampingi Soimah untuk mendapatkan kepastian terkait penyebab meninggalnya AM.

Baca JugaDiterjang PHK Karyawan, Sebenarnya Perusahaan Seperti Apa Sih Shopee Ini?Dubes Rusia untuk Indonesia Sebut Kehadiran Valdimir Putin pada KTT G20 di Bali Ditentukan Situasi Geopolitik

Soimah menjelaskan, kondisi anaknya saat itu dalam keadaan sehat.

Namun, pada Senin (22/8/2022) sekitar pukul 10.20 Wib, dia tiba-tiba mendapatkan kabar dari pengasuh Gontor 1 yang menyebutkan bahwa putra sulungnya itu telah meninggal.

Kabar itu membuatnya menjadi syok. Soimah tak lagi bisa berpikir jernih. Dia hanya mengharapkan jenazah putra kesayangannya tersebut sampai ke kampung halaman di Palembang.

Baca JugaHasil Investigasi TGIPF: Pensiunan Jenderal Tekan Kapolres Malang, Jadwal Arema vs Persebaya Main MalamTemui Yusril Ihza Mahendra, Kerabat Sultan Deli Bahas Masalah Tanah Kesultanan di Sumatera Utara

“Akhirnya almarhum tiba di Palembang pada Selasa siang, 23 Agustus 2022, diantar oleh pihak Gontor 1 dipimpin ustad Agus. Itu pun saya tidak tahu siapa ustad Agus itu, hanya sebagai perwakilan,” kata Soimah dalam akun resmi instagramnya dan sudah disukai lebih dari 37 ribu kali, Selasa (23/8/2022).

Dalam unggahannya, Soimah menulis bahwa ustad Agus, perwakilan dari Gontor 1, mengatakan, korban AM meninggal akibat kelelahan saat mengikuti Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum).

“Apalagi anak saya dipercaya sebagai Ketua Perkajum. Mungkin alasan itu bisa kami terima bila sesuai dengan kenyataan kondisi mayat anak saya,” ujar Soimah.

Baca JugaPria Bersenjata Berkaos Lambang Swastika Tewaskan 15 Orang di Sekolah RusiaHeboh Ada Tempat Judi Kasino Terbesar Dekat Kompleks Akpol Semarang, Ini Klarifikasi Polda Jateng

Namun, Soimah mendapatkan laporan dari Wali Santri lain yang menyebutkan bahwa korban bukan meninggal karena kelelahan.

Pihak keluarga akhirnya meminta peti jenazah anaknya dibuka.

Ketika itu suasana duka kembali pecah. Keluarga melihat kondisi korban bukanlah meninggal akibat jatuh, namun diduga akibat kekerasan.

“Sungguh sebagai ibu saya tidak kuat melihat kondisi mayat anak saya demikian begitu juga dengan keluarga. Amarah tak terbendung, kenapa laporan yang disampaikan berbeda dengan kenyataan yang diterima. Karena tidak sesuai, kami akhirnya menghubungi pihak forensik dan pihak rumah sakit sudah siap melakukan otopsi,” jelasnya.

Baca JugaPBNU Singgung Alasan Pemerintah Naikkan Harga BBM Selama 15 Tahun: Subsidi Salah SasaranTerseret Kasus Ferdy Sambo, Robert Priantono Bonosusatya Disebut IPW, Siapa Sebenarnya RBT Ini?

Setelah didesak, pihak Gontor 1 yang mengantarkan jenazah putranya, mengakui bahwa Albar menjadi korban kekerasan. Amarah Soimah dan keluarganya menjadi tak terbendung atas tindakan tersebut.

“Saya pun tidak bisa membendung rasa penyesalan saya telah menitipkan anak saya di sebuah pondok pesantren yang nota bene nomor satu di Indonesia,” ungkapnya. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius