SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Jepang Punya Sistem Imigrasi Ketat Teraman di Dunia, WNI Rampok Uang 35.000 Yen di Tokyo

wni merampok di jepang asahi
Seorang pria yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) bernama Regi Carles Farah (25) menjadi pelaku perampokan toko waralaba di Tokyo, Jepang, pada Jumat (28/10/2022).(foto: Asahi)

NAMA Indonesia tercoreng di Jepang gara-gara ulah seorang WNI yang ketahuan merampok uang dari sebuah konbini alias Convenient Store di Tokyo, Jepang.

Seorang WNI atas nama Regi Carles Farah (25) melakukan tindak pidana perampokan di Tokyo, Jepang pada Jumat (28/10). Regi membobol sebuah konbini atau toko waralaba, kemudian mengambil uang tunai sebesar 35.000 Yen (setara Rp3,6 juta) dari kasir.

Saat melakukan aksinya, dia mengancam seorang karyawan wanita berusia 30 tahunan dengan deodoran semprot dan korek api. Aksi Regi terekam oleh kamera CCTV.

Baca JugaObstruction of Justice Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J yang Dilakukan Ferdy Sambo, Begini Kisah LengkapnyaWings Group Bantah Mie Sedaap Mengandung Bahan Residu Zat Pestisida

Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo kemudian melacak Regi berdasarkan rekaman kamera CCTV yang diunduh dari berbagai tempat di Jepang. Regi ditemukan di wilayah Taito setelah polisi menelusuri rute pelariannya dari rekaman CCTV. Kepada polisi Jepang, Regi mengakui perbuatannya.

Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo Ali Sucipto membenarkan kasus kejahatan yang dilakukan WNI itu.

Baca JugaWaspada! Kosmetik Ilegal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya Marak di e-CommerceSkenario Urip Saputra ‘Meninggal Dunia Hidup Lagi’ di Bogor, Ternyata Hindari Utang

“Ya, benar,” kata Ali Sucipto seperti dilansir dari Antara.

Ali menambahkan pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut dengan menghubungi dan berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

“Kita akan kontak dengan pihak kepolisian Jepang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terlebih dahulu,” katanya.

KBRI Beri Pendampingan Hukum

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan warga negara Indonesia (WNI) yang merampok toko di Tokyo, saat ini sudah ditahan di kantor polisi Akabane. KBRI akan menemui pelaku untuk memberikan pendampingan hukum.

Baca JugaTerungkap Isi Chat Irjen Teddy Minahasa Soal Kasus Narkoba: Sudah Dihapus Tapi ‘Dikunci’ LindaSosok Wanita Misterius Menangis di Rumah Ferdy Sambo di Bangka, Bharada E: Pergi Pakai Mobil Pajero Hitam

“Saat ini kita telah mendapat jawaban mengenai akses kekonsuleran yang kita minta dan rencananya pada hari Jumat mendatang akses kekonsuleran akan diberikan dan kita kan menemui yang bersangkutan,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha dalam jumpa pers virtual, Kamis (3/11/2022) kemarin.

Baca juga: Catat! Cara Dapat Visa Waiver Jepang Buat Liburan ke Negeri Sakura
Judha mengatakan pelaku mengancam kasir toko saat melancarkan aksinya. Pelaku juga membawa kabur uang sekitar Rp 3,6 juta.

Baca JugaPengacara: Ferdy Sambo Sempat Memperlihatkan Amplop, Kuat Ma’ruf Tidak Tahu IsinyaSederet Fakta Rumah Wanda Hamidah yang Ditinggali Sejak Tahun 1960 Dieksekusi Pemprov DKI

“Informasi yang kami terima, yang bersangkutan melakukan perampokan dan melakukan ancaman terhadap kasir di convenience store Lawson tersebut dengan menggunakan deodorant spray dan kemudian mengambil uang tunai di kasir tersebut dalam rupiah sekitar 3,6 juta,” katanya.

Judha mengatakan Kemlu akan memberikan pendampingan hukum kepada WNI itu. “Selanjutnya kita akan melakukan pendampingan hukum kepada yang bersangkutan,” pungkasnya.

Jepang Negara Teraman di Dunia

Jepang sendiri termasuk dalam Negara Teraman di Dunia. Menurut World Population Review, Institute for Economics and Peace, Jepang menduduki peringkat ke-9 negara paling aman di dunia tahun 2022.

Baca JugaAjudan Ferdy Sambo Sebut Draft BAP Sudah Berisi Pertanyaan Beserta Jawaban, Adzan Romer: Kami Disuruh Tanda TanganLaporan Harta Penyelenggara Negara, Berikut Kekayaan Wahyu Iman Santoso, Hakim yang Pimpin Sidang Ferdy Sambo

Jepang dinilai aman karena memiliki sistem imigrasi yang cukup ketat. Di sana, akses senjata api juga terbatas. Aksi kriminalitas juga minim terjadi di negara itu.

Menurut data statistik dari UNODC pada 2016, tingkat pembunuhan di Jepang juga terbilang rendah yaitu 0,3 per 100.000 penduduk. Bahkan menurut data dari Badan Kepolisian Nasional Jepang, selama pandemi COVID-19, kasus kriminal di Jepang justru mengalami penurunan. (*)

Kirim Komentar