SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Jaksa Sesalkan Sikap Ricky Rizal Tidak Selamatkan Brigadir J yang Bakal Ditembak Mati Ferdy Sambo

634d54c2a562a sidang perdana bripka ricky rizal di pn jaksel 1265 711
Sidang Perdana Bripka Ricky Rizal di PN Jaksel

JAKSA menyesalkan sikap Ricky Rizal Wibowo yang tidak menyelamatkan Brigadir Yosua Hutabarat yang akan ditembak mati Ferdy Sambo dan Bharada E. Padahal Ricky punya kesempatan memberitahu Yosua bahwa dirinya akan ditembak mati.

“Saksi Ricky Rizal Wibowo yang sudah mengetahui rencana jahat tersebut tidak ikut masuk ke dalam rumah dinas Duren Tiga No. 46, tetapi tetap berdiri di garasi rumah untuk mengawasi keberadaan Korban Nopriansyah Yosua Hutabarat yang sedang berdiri di taman halaman rumah dinas tersebut guna memastikan korban Nopriansyah Yosua Hutabarat tidak ke mana-mana,” kata jaksa dalam persidangan dengan terdakwa Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (17/10/2022).

Menurut jaksa, Ricky Rizal memiliki banyak waktu memberitahu Yosua yang berada di taman. Ricky seharusnya menyelamatkan Yosua.

Baca JugaIstilah Tidak Lazim Dibuat oleh Penyelenggara seperti Pilar Negara, Potensi Penyelewengan Pengetahuan Tentang PancasilaPuan Maharani Terlihat Cemberut Saat Bagikan Kaus? Begini Jawaban PDI Perjuangan

“Di saat itulah kesempatan terakhir saksi Ricky Rizal Wibowo sekurang-kurangnya dapat memberitahu korban Nopriansyah Yosua Hutabarat. Namun saksi Ricky Rizal Wibowo tetap tidak memberitahu korban Nopriansyah Yosua Hutabarat supaya pergi dan lari menjauh agar terhindar dari perampasan nyawa sebagaimana dikehendaki oleh terdakwa Ferdy Sambo,” ungkap jaksa.

Jaksa mengatakan Ricky Rizal masih tidak memberi tahu Yosua mengenai rencana pembunuhan tersebut saat Ferdy Sambo tiba. Ricky Rizal justru mendukung rencana Ferdy Sambo dengan tetap mengawasi keberadaan Yosua.

Baca JugaLuapan Sungai Ciliwung, 33 RT di Jakarta Terendam BanjirIni Alasan Rusia Tarik Mundur di Wilayah Kherson

“Saksi Ricky Rizal Wibowo justru turut serta mendukung kehendak jahat tersebut dengan tetap mengawasi keberadaan Korban Nopriansyah Yosua Hutabarat yang masih berdiri di taman halaman rumah,” kata jaksa.

Jaksa menambahkan peran lain dari Ricky Rizal yakni memanggil Yosua ke dalam rumah. Hal ini membuat Yosua masuk ke rumah tanpa curiga akan dibunuh.

“Ricky Rizal Wibowo menghampiri Korban Nopriansyah Yosua Hutabarat yang sedang berada di halaman samping rumah dan memberi tahu kepada Korban Nopriansyah Yosua Hutabarat bahwa dirinya dipanggil oleh Terdakwa Ferdy Sambo kemudian atas penyampaian Saksi Ricky Rizal Wibowo tersebut menyebabkan Korban Nopriansyah Yosua Hutabarat tanpa sedikitpun merasa curiga berjalan masuk ke dalam rumah melewati garasi dan pintu dapur menuju ruang tengah dekat meja makan diikuti dan diawasi terus oleh Saksi Ricky Rizal Wibowo dan Saksi Kuat Ma’ruf,” papar jaksa.

Baca JugaIntelijen Polisi Yongsan Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri Usai Tragedi ItaewonKuasa Hukum Putri Candrawathi, Febri Diansyah: Rekayasa Tembak-Menembak di Duren Tiga Bertujuan untuk Selamatkan Bharada E

Pembunuhan terhadap Yosua pun dilakukan di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ferdy Sambo kemudian menyusun skenario peristiwa tersebut adalah tembak-menembak antara Eliezer dengan Yosua dengan dalih Yosua telah melecehkan Putri.

Peristiwa ini kemudian terbongkar dan membuat Ferdy Sambo diadili dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dalam kasus ini, Ferdy Sambo didakwa melakukan pembunuhan berencana bersama Putri Candrawathi, Ricky Rizal, Richard Eliezer, dan Kuat Ma’ruf.

Kirim Komentar