SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Jaksa Sempat Kaget Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Ajukan Nota Keberatan di Hari yang Sama Saat Dakwaan Dibacakan

sambi sidang 1
Terdakwa Ferdy Sambo

FERDY Sambo langsung mengajukan eksepsi atas dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Jaksa pun mengaku takjub Tim Kuasa Hukum Sambo langsung menyampaikan nota keberatan di hari yang sama saat dakwaan dibacakan.

Jaksa penuntut umum (JPU) mengaku sempat dibuat takjub oleh Ferdy Sambo. Pasalnya, Ferdy Sambo langsung mengajukan keberatan atau eksepsi di hari yang sama dengan pembacaan dakwaan.

Ketakjuban jaksa itu disampaikan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Senin (17/10/2022). Hal itu disampaikan jaksa kepada hakim usai Ferdy Sambo menyampaikan eksepsinya.

Baca JugaTerungkap Misteri Kekuatan Ferdy Sambo Saat Awal Kasus Pembunuhan Brigadir J Mencuat di PersidanganPolisi Ungkap 3 dari 4 korban Meninggal Dunia Berusia Sepuh

“Terima kasih Yang Mulia, sebenarnya kami perlu sampaikan hari ini dibuat takjub oleh penasihat hukum. Begitu kami sampaikan dakwaan sudah menyampaikan eksepsi,” kata jaksa.

Diketahui, pada umumnya, eksepsi atas jaksa diajukan oleh terdakwa seminggu setelah dakwaan dibacakan. Namun, jaksa menilai wajar meski eksepsi Ferdy Sambo langsung dibacakan pada hari yang sama dengan pembacaan dakwaan.

Baca JugaSri Mulyani: Liz Truss Imbas Kekacauan Ekonomi dan Keuangan di InggrisPidato Lengkap Jokowi Saat Sambutan Pembukaan KTT G20 di Bali: Recover Together, Recover Stronger

Sebab, lanjutnya, surat dakwaan terkait perkara pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat memang diserahkan ke penasihat hukum dan terdakwa satu minggu sebelum sidang dimulai. Sehingga menurutnya wajar jika pihak kuasa hukum telah menyiapkan pembacaan eksepsi pada hari yang sama dakwaan dibacakan.

“Perlu diketahui bahwa surat dakwaan sudah kami sampaikan satu minggu yang lalu baik terhadap terdakwa maupun penasihat sehingga wajar mereka langsung bisa memberikan tanggapan atas dakwaan kami,” kata jaksa.

Jaksa pun meminta waktu satu minggu untuk menanggapi eksepsi terdakwa. Jaksa mengaku baru mendapat salinan eksepsi itu hari ini.

Baca JugaAlasan Ambil Pisau Usai Kejadian Keributan dengan Brigadir J, Kuat Ma’ruf Sebut Dengar Teriakan Susi dari Kamar Putri Candrawathi2 Pesawat Bertabrakan di Peragaan Udara Perang Dunia II di Texas

“Terkait dengan tanggapan eksepsi, kami hari ini baru menerima hard copy daripada eksepsi dari tim penasihat hukum Terhadap menanggapi eksepsi penasihat hukum ini kami membutuhkan waktu untuk ditunda satu minggu hari Senin tanggal 24 Oktober 2022,” ungkap jaksa.

Namun alasan itu tak dikabulkan majelis hakim. Hakim ketua Wahyu Iman Santosa menyebut sesuai asas peradilan cepat, sederhana dan murah, agenda pembacaan tanggapan jaksa akan dilakukan, Kamis (20/10) mendatang.

“Saudara penuntut umum kalah cepat dengan penasihat hukum. Sesuai dengan asas peradilan cepat, sederhana, dan murah, maka, saya tentukan hari Kamis untuk pembacaan tanggapan. Kalau memang tidak siap maka kita akan lewatkan itu dan masuk putusan sela Kamis jam 09.30,” kata hakim Wahyu.

Baca JugaGanjar Pranowo Temui Jokowi, Apa yang Dibahas?Pidato Lengkap Jokowi Berikan Arahan Pejabat Polri hingga Kapolres

“Siap Yang Mulia,” jawab jaksa.

Ferdy Sambo Langsung Ajukan Eksepsi

Ferdy Sambo melawan atas dakwaan jaksa penuntut umum terkait kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Ferdy Sambo malah meminta majelis hakim membebaskannya.

“Tim penasihat hukum terdakwa berpendapat atau berkesimpulan bahwa surat dakwaan penuntut umum harus dinyatakan batal demi hukum,” ujar tim pengacara Ferdy Sambo dalam sidang di PN Jaksel, Senin (17/10).

Pihak Ferdy Sambo dalam eksepsi atau nota keberatannya meminta enam hal ke majelis hakim. Mereka meminta hakim menerima eksepsi mereka dan menyatakan dakwaan jaksa batal sehingga Ferdy Sambo dibebaskan dalam perkara ini.

Baca JugaDrama Leslar: Kisah KDRT Berujung Cinta Bersemi KembaliYanto Irianto Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum dari Unissula

“Memerintahkan jaksa penuntut umum, untuk membebaskan terdakwa dari tahanan; Memulihkan nama baik, harkat, dan martabat terdakwa dengan segala akibat hukumnya,” katanya.

Menurut pengacara Sambo, surat dakwaan yang disusun jaksa tidak hati-hati dan menyimpang dari hasil penyidikan. Karena itu, surat dakwaan dinilai pantas dibatalkan.

“Jaksa penuntut umum tidak cermat dalam menyusun surat dakwaan karena hanya berdasarkan asumsi serta membuat kesimpulan sendiri,” katanya.

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius