SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Begini Tanggapan Dirut PT LIB

1005269 720
Akhmad Hadian Lukita. Liga Indonesia.id

DIREKTUR Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita memberikan tanggapan menyusul penetapannya sebagai tersangka tragedi Kanjuruhan yang diumumkan pada Kamis malam, 6 Oktober 2022.

“Kami akan menghormati proses hukum yang berlaku dan akan mengikuti tahap-tahap proses yang akan dilalui berikutnya. Kami juga berharap peristiwa kemarin menjadi pelajaran berharga bagi semuanya,” kata Akhmad Hadian Lukita, dikutip dari rilis PT LIB, Kamis malam.

Dirut PT LIB itu sebelumnya juga sudah memenuhi dua kali pemeriksaan yang dilakukan kepolisian di kantor Mapolres Malang pada Senin, 3 Oktober, dan Rabu, 5 Oktober.

Baca JugaTerungkap Misteri Kekuatan Ferdy Sambo Saat Awal Kasus Pembunuhan Brigadir J Mencuat di PersidanganLesti Kejora Dikabarkan Alami Kerongkongan Geser Diduga Efek Dicekik Rizky Billar

“Bapak Akhmad Hadian Lukita juga sudah berada di Malang sejak Minggu pagi. Beliau juga sudah bertemu dengan panitia pelaksana (panpel) Arema FC, mengunjungi Stadion Kanjuruhan, dan bersilaturahmi dengan beberapa keluarga korban tragedi Kanjuruhan,” kata Direktur Operasional LIB, Sudjarno.

Kepolisian mengumumkan enam tersangka di tragedi Kanjuruhan. Selain Dirut PT LIB, lima tersangka lain adalah Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC Abdul Haris, Security Officer Suko Sutrisno, Komandan Kompi III Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman, Kabag Ops Polres Malang Wahyu SS, dan Kasat Samapta Polres Malang Ajun Komisaris Polisi Bambang Sidik Achmadi.

Baca JugaPolisi Hentikan Konser Musik Group Boyband NCT127 di ICE BSD, Ini PenjelasannyaSuara Dentuman Terdengar dari Arah Selatan Jakarta Terdengar hingga Jakarta Timur, Polisi: Sedang Dicek

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan penetapan enam tersangka itu setelah dilakukan gelar perkara pada Kamis pagi. “Berdasarkan gelar perkara dan alat bukti permulaan yang cukup maka ditetapkan saat ini enam tersangka,” kata Kapolri saat konferensi pers pada Kamis malam ini, 6 Oktober 2022.

Kepolisian, kata Kapolri, telah memeriksa 48 orang saksi. Mereka terdiri dari 26 personel Polri, tiga orang penyelenggara pertandingan, delapan orang steward, enam saksi yang ada di tempat kejadian perkara (TKP), dan lima orang korban.

Peran Enam Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita bertanggung jawab memastikan semua stadion memiliki sertifikasi layak fungsi. Namun, PT LIB menunjuk stadion yang belum mencukupi persyaratan fungsinya dan menggunakan hasil verifikasi pada 2020.

Baca JugaHalangi Tugas Kerja Pewarta, Perlakuan Istimewa untuk Ferdy Sambo saat Tiba di KejagungKuasa Hukum Putri Candrawathi, Febri Diansyah: Rekayasa Tembak-Menembak di Duren Tiga Bertujuan untuk Selamatkan Bharada E

Kemudian, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC Abdul Haris tidak membuat dokumen keselamatan dan keamanan bagi penonton, sehingga melanggar Pasal 6 ayat 1 tentang regulasi keselamatan dan keamanan UU Nomor 11 Tahun 2022 Tentang Keolahragaan. Panita Pelaksana wajib membuat peraturan keselamatan dan keamanan atau panduan keselamatan dan keamanan.

“Namun yang bersangkutan mengabaikan permintaan pihak keamanan dengan kondisi dan kapasitas stadion yang ada. Ia juga mengizinkan penjualan tiket sehingga over capacity yang seharusnya 38 ribu, namun dijual sebesar 42 ribu,” ujar Kapolri.

Sementara Security Officer Suko Sutrisno tidak membuat dokumen penilaian risiko. Padahal, ia bertanggung jawab terhadap dokumen penilaian risiko untuk semua pertandingan. Ia juga memerintahkan steward untuk meninggalkan pintu saat insiden.

Baca JugaPidato Lengkap Jokowi Saat Sambutan Pembukaan KTT G20 di Bali: Recover Together, Recover StrongerKesaksian WNI di Inggris: Ini Krisisnya bukan dari Inggris, Tetapi Warga Indonesia yang Disepelekan

“Padahal steward bertanggung jawab stand by di pintu sehingga bisa membuka pintu-pintu tersebut semaksimal mungkin. Karena ditinggal dalam kondisi pintu terbuka separuh, ini menyebabkan penonton berdesakan,” kata Kapolri.

Kabag Ops Polres Malang Wahyu SS juga menjadi tersangka karena mengabaikan aturan FIFA tentang larangan penggunaan gas air mata, padahal dia mengetahui aturan tersebut. Namun ia tidak mencegah atau melarang pemakaian gas air mata.

Tersangka berikutnya di tragedi Kanjuruhan yakni Komandan Kompi III Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman. Hasdarman memerintahkan anggotanya unruk menembakan gas air ke arah penonton. Terakhir, Kasat Samapta Polres Malang Ajun Komisari Polisi Bambang Sidik Achmadi, yang juga memerintahkan anak buahnya menembak gas air mata. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius