SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Istilah Tidak Lazim Dibuat oleh Penyelenggara seperti Pilar Negara, Potensi Penyelewengan Pengetahuan Tentang Pancasila

43dbc383 4239 4178 bc92 e16edab8b4e9
Kiri ke kanan: Dr. K.R.A.P. Eri Ratmanto (Koordinator Komunitas PDNKRI BP), Prof.Sutrisna Wibawa (Ketua Dewan Pendidikan DIY), Prof.C.Daniswara (Wakil Ketua Dewan Pendidikan DIY), Dr.Bernadus Wibawa Suliantoro (Pengurus Dewan Pendidikan DIY), Cungki Kusdarjito, Ph.D ( Pengurus Dewan Pendidikan DIY) dan Dr. Y. Agus Setianto (Anggota Komunitas Pancasila Dasar NKRI Bukan Pilar)

KOMUNITAS Pancasila dasar NKRI bukan pilar merupakan salah satu komunitas yang dibentuk dan dibuat sebagai upaya untuk merawat dan melestarikan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan secara umum. Komunitas ini didirikan dan diinisiasi oleh K.R.A.P. Eri Ratmanto pada tahun 2010. Komunitas ini memiliki visi dan misi untuk mengemban dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan bukan pilar.

Kehadiran komunitas ini sebagai salah satu bentuk keprihatinan yang dirasakan dan dilihat oleh K.R.A.P. Eri Ratmanto dalam praktik nilai-nilai Pancasila yang dilakukan oleh penyelenggara negara dinilai kurang mendidik dan memberikan penjelasan secara baik dan benar.

Dalam sebuah kesempatan audiensi ke Dewan Pendidikan DI Yogyakarta dengan tema Pancasila dan Pendidikan. Komunitas Pancasila Dasar NKRI-BP diterima oleh Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd., Prof.Dr. C.Danisworo, M.Sc (Wakil Ketua), Dr.Majang Palupi, MBA., Ir.Cungki Kusdarjito, MP., Ph.D dan Dr.Bernadus Wibowo Suliantoro M.Hum, Farid Setiawan,M.PdI.

Baca JugaBareskrim Polri Periksa 2 Pejabat BPOM Terkait Kasus Gagal Ginjal AkutBeredar Video Pembunuhan Brutal Eksekusi Tawanan, Rusia Tuding Kyiv Lakukan Kejahatan Perang

Komunitas Pancasila Dasar NKRI-BP mengungkapkan fokus perhatian dari komunitas ini ialah terjadinya penyimpangan pemahaman yang dilakukan oleh MPR RI dengan membuat kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan mengategorikan Pancasila sebagai pilar, UUD 1945 sebagai pilar, Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilar, dan NKRI sebagai pilar. Dampak dari kegiatan yang dilakukan oleh MPR RI sangat dirasakan oleh masyarakat dan generasi muda.

“Generasi muda saat ini, mengenal Pancasila sebagai pilar atau bagian dari pilar negara. Ketidaksesuaian sejarah Pancasila dan praktik kebijakan yang dibuat oleh MPR RI. Komunitas ini adalah gerakan penyadaran kepada masyarakat dan para elit politik melalui gerakan Pancasila dasar NKRI bukan pilar,” ungkap Koordinator Komunitas PDNKRIBP, K.R.A.P. Eri Ratmanto saat  audiensi ke Dewan Pendidikan DI Yogyakarta, Rabu, (16/11)  di Komplek Kantor Gubernur DIY/Kepatihan).

Baca JugaKebakaran Besar Terjadi di Dekat Lokasi Pertandingan Argentina vs Meksiko Piala Dunia 2022 QatarKompolnas Ungkap Isi Sejumlah Buku dari Rumah Keluarga Tewas di Kalideres

Menurut K.R.A.P. Eri Ratmanto munculnya berbagai istilah yang tidak lazim dibuat oleh penyelenggara seperti Pilar negara, empat pilar, haluan ideologi Pancasila, pendidikan ideologi Pancasila merupakan salah satu bentuk potensi penyelewengan pengetahuan tentang Pancasila.

“Pemikiran dari anggota komunitas disampaikan secara langsung dalam rangka menguatkan Pendidikan Pancasila di semua aspek kehidupan, terutama di sekolah – sekolah,” imbuhnya.

Diketahui, Komunitas Pancasila dasar NKRI bukan pilar tampak hadir  Prof.Dr. K.R.T. Adi Heru Sutomo.,M.Sc.,DCN,DLSHTM,PKK.,DLP.Sp. KK & LP (Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta/purna tugas PMI Kota Yogya), Dr.Y.Agus Setianto,M. Si (Asesor,Pendidik dan Trainer Lingkungan Hidup), Ben Senang Galus, SH (Dosen/purna tugas Dinas Pendidikan DIY), V.J.N.Praba (UMKM/Pendampingan UMKM Jawa Barat), Dwi Prasetyo Yuli Priyono S.Pd (Trah HB II/Pemerhati Pendidikan Paud/Aktifis/Sleman), Januarius Magai (mahasiswa asalPapua ), Dr.H.KRT. Nur Suhascaryo,Ir.B.Eng.,MT (Dosen Teknik Perminyakan UPN Veteran Yogyakarta/Kepala Museum Geologi UPN), Dr(c) Ananta Hari Noorsasetya,S.Sn.,M.Kom (Jakarta/ISI), Dr(c)Agus Mulyono,B.Sc,SE.,MM (Dosen Ekonomi Univ.Janabadra/S3 Universitas Islam Indonesia), BPH.Kusumo Bimantoro,ST (Kadipaten Pura Pakualaman), Suhandoko (mantan Aktifis pendidikan/Demak), Drh. MM Dewi Wahyundari (purna tugas dinas pertanian dan ketahanan pangan DIY), Tri Jaka.,S.Pd.,S.H.,M.H (purna Guru SMA di Malang,Jawa Timur), Heru Syafruddin Amali,M.Pd (purna tugas Guru SMPN 5/ alumnus UIN Sunan Kalijaga), Hendro ( purna tugas SMKI Yogya), dan Joko,SE (purna tugas Pemda Kota Yogya).

Baca JugaPesawat Tersangkut di Menara Sutet Maryland, 2 Orang DievakuasiPolisi Spanyol Dalami 6 Bom Surat, Diduga Dikirim dari Valladolid Utara Spanyol

Acara audiensi berlangsung dengan penuh kekeluargaan.

“Komunitas tetap semangat dalam menyuarakan apa yang menjadi tujuannya yaitu mengembalikan Pancasila sebagai Dasar NKRI dan tidak bisa dijadikan bagian pilar,” pungkas Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd (*)

Kirim Komentar