SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

IPW Desak Kapolri Cabut Izin Penyelenggaraan Sementara Seluruh Kompetisi Liga: Ketua Umum PSSI Seharusnya Malu dan Undur Diri

3954374987
Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso /Istimewa/

SEBANYAK 153 nyawa melayang akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang usai tuan rumah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya di pekan ke-11 liga 1 2022/2023, Sabtu malam (1/10).

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencabut ijin penyelenggaraan sementara seluruh kompetisi liga yang dilakukan PSSI. Hal perlu dilakukan sebagai bahan evaluasi harkamtibmas, sambil menganalisa sistem pengamanan yang dilaksanakan oleh aparat kepolisian dalam mengendalikan kericuhan di sepak bola.

Pasalnya, kericuhan dalam tragedi tragis itu berawal dari kekecewaan suporter tim tuan rumah yang turun ke lapangan tanpa dapat dikendalikan oleh pihak keamanan.

Baca JugaPolisi Duga Satu Korban di Kalideres Sudah Meninggal Dunia Sejak MeiMampu Sedot 6.000 Liter Air, 4 Mobil Tangki ke Lokasi Banjir Kemang

“Bahkan, aparat kepolisian yang tidak sebanding dengan jumlah penonton, secara membabi buta menembakkan gas air mata sehingga menimbulkan kepanikan terhadap penonton yang jumlahnya ribuan,” tegas Sugeng kepada wartawan, Minggu (2/10).

“Akibatnya, banyak penonton yang sulit bernapas dan pingsan. Sehingga, banyak jatuh korban yang terinjak-injak di sekitar Stadion Kanjuruhan Malang,” imbuhnya.

Baca JugaWings Group Bantah Mie Sedaap Mengandung Bahan Residu Zat PestisidaCermati Langkah Anies Baswedan Saat Bertemu AHY di Kantor Demokrat

Padahal, kata Sugeng, sesuai aturan FIFA penggunaan gas air mata di stadion sepak bola dilarang selama melakukan pengamanan.

Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations. Pada pasal 19 huruf b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa.

“Oleh karena itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit juga harus mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat yang bertanggung jawab dalam mengendalikan pengamanan pada pertandingan antara tuan rumah Arema FC Malang melawan Persebaya Surabaya,” tegasnya.

Baca JugaSri Mulyani: Liz Truss Imbas Kekacauan Ekonomi dan Keuangan di InggrisBerikut Kesaksian Ajudan dan ART Ferdy Sambo: Berbohong hingga Brigadir J Antar Kue Ultah Pernikahan

“Kemudian, memerintahkan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta untuk mempidanakan panitia penyelenggara pertandingan antara Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1 Oktober 2022),” tambahnya.

Sugeng mengatakan, jatuhnya korban tewas di sepakbola nasional ini, harus diusut tuntas pihak kepolisian. Pasalnya, Presiden Jokowi menaruh perhatian besar terhadap sepakbola di Indonesia yang selalu ricuh dan menelan korban jiwa.

Tidak kalah penting, Sugeng menuntut pertanggungjawaban dari Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule atas peristiwa ini.

Baca JugaGrab Indonesia Bantah Klaim Yusuf Mansur Pernah Sebagai Komisaris Grab Holdings LimitedAjudan Ferdy Sambo Sebut Nama Mantan Kapolri Idham Azis dalam Sidang Pembunuhan Brigadir J

“Kemudian, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Iwan Bule) seharusnya malu dan mengundurkan diri dengan adanya peristiwa terburuk di sepak bola nasional,” demikian Sugeng. (*)

Kirim Komentar