SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Intelijen Polisi Yongsan Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri Usai Tragedi Itaewon

1633833640
Seorang Polisi Korsel bunuh diri akibat diselidiki kasus tragedi Itaewon (Yonhap)

KABAR mengejutkan datang dari Itaewon, Korea Selatan. Hampir dua minggu pascatragedi Itaewon yang mematikan 156 orang, seorang anggota kepolisian Yongsan, Korea Selatan ditemukan tewas di rumahnya di Seoul pada Jumat (11/11/2022).

Dari pemberitaan yang dirilis Yonhap, polisi itu diduga bunuh diri usai dikaitkan dengan tragedi Itaewon.

Kepolisian Yongsan adalah institusi yang bertanggung jawab atas tragedi Itaewon lantaran Itaewon merupakan daerah yang berada di bawah Distrik Yongsan.

Baca JugaBeredar Video Saat Perdana Menteri Kanada Dimarahi Xi Jinping, Begini Penjelasan Justin TrudeauPengacara Brigadir J: Pihak Keluarga Menerima Permintaan Maaf dari Bharada E, Jangan Jangan Kayak Ferdy Sambo Berkelit Terus

Petugas dengan marga Jeong itu ditemukan meninggal dunia oleh keluarganya sekitar pukul 12.45 waktu setempat.

Jeong menjadi perhatian karena ia merupakan anggota polisi yang diduga mengemban tanggung jawab atas urusan intelijen di Kantor Polisi Yongsan saat tragedi Itaewon terjadi Sabtu (29/10/2022) lalu.

Baca JugaSony Santa Monica Tawarkan Pemain, Pilihan Grafis Berbeda di Video Game God of War RagnarokDuduk Perkara Cabut Label ‘Tim Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia’ di Tenda Bantuan Cianjur

Diberitakan Reuters, Jeong diduga menghapus laporan intelijen internal yang memberikan peringatan terkait kemungkinan terjadi kecelakaan saat pesta Halloween berlangsung di Itaewon.

Jeong juga diduga menghilangkan bukti untuk menutupi ketidakbecusan dia saat menerima laporan.

Ia disebut menyalahgunakan wewenang setelah insiden tersebut.

Ia sebenarnya telah diskors dari tugas dan memutuskan berlibur sejak penyelidikan tragedi digelar.

Baca JugaJasad Pria Tangan Terikat Borgol Bagian Kelamin Tidak Ada Ditemukan di Sungai CiwulanIbu Brigadir J Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Yosua ‘Pukul 10 Tanggal 8 Juli’

Dia juga tidak dipanggil untuk dimintai keterangan.

Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian Jeong. Yonhap melaporkan bahwa pihak berwenang tak menemukan catatan bunuh diri.

Namun, Jeong sempat dikabarkan menelepon beberapa rekannya. Dalam perbincangan itu, Jeong mengisyaratkan keinginan untuk bunuh diri.

Korsel sendiri sedang terus menyelidiki tragedi Itaewon, termasuk terkait dugaan penghapusan dokumen pelaporan soal kerumunan di pesta Halloween tersebut.

Baca JugaSetahun Misterius, Jurnalis Ungkap Kejanggalan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di SubangBeredar Petisi Boikot Lesti Kejora dari TV Nasional Usai Cabut Laporan KDRT

Pada Senin (7/11/2022), seorang anggota parlemen sempat mengecam tersangka penghapusan dokumen laporan. Ia pun mendesak agar para tersangka segera ditangkap dan dihukum.

Dugaan ini terungkap ketika Komisaris Jenderal Polisi Nasional Korsel, Yoon Hee Keun, mengatakan bahwa kepala intelijen di stasiun Yongsan memerintahkan agar catatan terkait laporan keramaian dihapus.

Tragedi Itaewon terjadi pada 29 Oktober lalu. Insiden ini membuat warga geram terhadap polisi yang dianggap tak sigap menangani kerumunan sehingga mengakibatkan 156 orang meninggal dunia.

Baca JugaKelompok Kejahatan Dunia Maya, Tim Daixin Aktif Serang Sektor Kesehatan di Amerika SerikatPenembakan di Colorado, 5 Tewas 18 Terluka di Klub Malam Gay

Pemerintah Seoul juga panen kecaman karena tak memiliki skema manajemen risiko terkait kerumunan besar yang tak terorganisir.

Sebelumnya, tim investigasi polisi Korea Selatan telah menetapkan enam tersangka atas tragedi Halloween di distrik Itaewon yang menewaskan 156 orang pada Sabtu (29/10/2022) lalu.

“Kami telah memeriksa 154 orang dan menetapkan enam orang sebagai tersangka,” kata juru bicara tim investigasi Kim Dong Wook saat jumpa pers, Senin (7/11/2022).

Baca JugaUsai Bertemu Surya Paloh, AHY Siap Maju Jadi Cawapres Dampingi Anies BaswedanKorban Tragedi Halloween di Itaewon Bertambah Jadi 156 Orang

Enam tersangka tersebut antara lain pejabat lokal, kepala kepolisian, anggota polisi, hingga pemadam kebakaran.

Beberapa tersangka seperti mantan Kepala Polisi Yongsan Lee Im Jae dan anggota Kepolisian Metropolitan Seoul Ryu Mi Jin juga telah dicopot dari jabatan. Keduanya dianggap lalai dalam bertugas.

Lee disebut tak sigap menerima laporan karena menuju lokasi menggunakan mobil sehingga memakan waktu satu jam, sementara bila berjalan kaki ia hanya butuh waktu sepuluh menit.

Baca JugaPria Diduga Penembak Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan TewasYanma: Surat Izin Pemakaian Senpi Brigadir J dan Bharada E Dikeluarkan atas Perintah Ferdy Sambo

Kemudian, Ryu dinilai tak melakukan penjagaan dengan baik karena saat insiden ia berada di kantornya alih-alih ruang pemantauan.

Ryu saat itu ditugaskan untuk memantau situasi di Itaewon.

Selain Lee dan Ryu, empat orang lainnya juga dinilai lalai dalam bertugas.

Berikut daftar enam tersangka Tragedi Itaewon.

1. Mantan Kepala Polisi Yongsan Lee Im Jae

2. Anggota Kepolisian Metropolitan Seoul Ryu Mi Jin

3. Kepala Distrik Yongsan Park Hee Young

4. Kepala Pemadam Kebakaran Yongsan Choi Seong Beom

5. Satu anggota intelijen Kantor Polisi Yongsan

6. Satu anggota intelijen Kantor Polisi Yongsan

Kirim Komentar