SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Hasil Investigasi TGIPF: Pensiunan Jenderal Tekan Kapolres Malang, Jadwal Arema vs Persebaya Main Malam

1 sudjarno direktur operasional pt liga indonesia baru foto antaranewscom
Sudjarno Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (Antaranews.com)

TGIPF telah melaporkan hasil investigasinya ke Presiden Jokowi terkait Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 orang. Persoalan jam tayang laga Arema vs Persebaya juga persoalan yang ramai dibahas.

Laga Arema vs Persebaya tetap dihelat pukul 20.00 WIB meski Polres Malang meminta kickoff dimajukan jadi sore hari. Alasannya Derby Jatim ini selalu panas.

Dalam laporan TGIPF dikutip Selasa (18/10), Direktur Programming PT Indosiar VIsual Mandiri Harsiwi Achmad mengungkapkan bahwa soal jadwal pertandingan sepenuhnya dipegang PT LIB sebagai operator liga.

Baca JugaPolisi Ajukan 25 Pertanyaan ke Baim Wong, Paula Verhoeven 19 Pertanyaan Terkait ‘Prank’ KDRTKasus Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Kapolda Jawa Tengah: Kelalaian Anggota

Pada saat menjadwalkan dengan PT LIB pada awal tahun/awal season Indosiar sudah melakukan diskusi dengan PT LIB di mana, PT LIB pada awalnya membuatkan draft jadwal selama setahun, lalu draft tersebut dikirimkan kepada Indosiar untuk didiskusikan bersama.

Namun memang dalam perjalanan terdapat perubahan, dikarenakan persoalan klub belum memiliki kesiapan/tidak mendapatkan izin keamanan. Pada saat koordinasi PT LIB akan datang ke Indosiar untuk mendiskusikan lagi, biasanya diskusi ulang ini dilakukan tiap minggu.

Baca JugaJaksa Sempat Kaget Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Ajukan Nota Keberatan di Hari yang Sama Saat Dakwaan DibacakanSuara Dentuman Terdengar dari Arah Selatan Jakarta Terdengar hingga Jakarta Timur, Polisi: Sedang Dicek

Normalnya, Indosiar meminta pertandingan sesuai jadwal di awal, dan PT LIB akan mendiskusikan lagi, namun keputusan final tetap di PT LIB karena pihak yang paling paham aspek penyelenggaraan. PT LIB akan mengeluarkan surat dan menjadi acuan semua stakeholder termasuk Indosiar.

“Menurut pihak Indosiar, jika PT LIB melimpahkan kesalahan kepada mereka, seluruh stakeholder tentunya juga menginginkan jadwal penayangan sesuai jadwal awal. Namun pada akhirnya keputusan tetap berada pada PT LIB, sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan dan memahami situasi kondisi,” demikian keterangan di laporan TGIPF.

Jadi meski ada surat dari Polres Malang untuk memindahkan jam tayang, keputusan seutuhnya tetap di PT LIB. Namun berdasarkan keterangan Komnas HAM di laporan TGIPF ternyata ada purnawirawan jenderal yang menekan Kapolres Malang nonaktif AKBP Ferli Hidayat.

Baca JugaTim Pengacara Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Sampaikan Surat Keberatan ke PN Jaksel, Tuding Brigadir J Punya Kepribadian GandaInilah Wajah 12 Orang Pelaku Pembantaian 4 Pekerja Proyek Jalan Trans Bintuni-Maybrat

“Dir. Ops PT. LIB Irjen. Pol. Sudjarno melakukan tindakan-tindakan yang menekan Kapolres Malang agar pertandingan Arema vs Persebaya tetap dilakukan malam hari,” tulis laporan TGIPF.

Kata Mahfud MD dan PSSI

Ketua TGIPF Mahfud MD pernah mengatakan, persoalan jam tayang dan jadwal pertandingan memang sangat krusial. Mengapa pertandingan tetap digelar pukul 20.00 WIB, padahal laga Arema vs Persebaya tensinya tinggi.

“Kok bisa apa namanya jadwal pertandingan yang diusulkan sore kok tetap di malam kan itu ada jaringan-jaringan. Jaringan bisnis ada jaringan periklanan ya nanti kita lihat,” tutur Mahfud.

Baca Juga873 Rumah Rusak Terdampak Gempa TapanuliTim Investigasi Khusus Kasus Tragedi Halloween Itaewon Geledah 55 Lokasi, Termasuk Kantor Kepala Badan Kepolisian Nasional dan Kepala Badan Kepolisian Metropolitan Seoul

Sementara PSSI melalui Sekjen Yunus Nusi membeberkan alasan laga Arema FC vs Persebaya tetap digelar malam hari.

“Atas diskusi yang dilakukan oleh panitia pelaksana dan pihak keamanan maka terjadi kesepahaman tetap dilakukan di malam hari,” ucap Yunus Nusi kepada wartawan, Minggu (2/10).

“PT LIB dan Panpel melakukan diskusi dan terjadi kesepahaman bersama bahwa dengan beberapa persyaratan salah satunya untuk tidak menghadirkan suporter lawan ke stadion dan itu yang menjadi rujukan dari pihak panpel dan PT LIB untuk ber-positive thinking bahwa sulit untuk akan ada kerusuhan ketika tidak ada rivalitas dan tidak ada suporter dari Persebaya yang datang ke Malang,” tambahnya. (*)

Kirim Komentar