SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Hakim Heran Cerita Susi Sebut Kuat Ma’ruf Berani Pegang Tubuh Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo

Hakim Wahyu Iman Santoso semprot saksi Susi asisten rumah tangga Putri Candrawathi
Tangkapan layar ART Ferdy Sambo, Susi, saat bersaksi di PN Jaksel, Senin (31/10/2022).

ASISTEN rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Susi, menyebut Kuat Ma’ruf sempat memegang tubuh Putri Candrawathi saat Putri terjatuh di kamar mandi rumah Magelang. Hakim heran Kuat berani memegang tubuh istri bosnya.

Mulanya, hakim bertanya soal apa pakaian yang digunakan Putri saat itu. Hal itu ditanyakan hakim karena Susi menyebut sempat menyentuh tubuh dan kaki Putri yang disebutnya terasa dingin.

“Pakai apa Putri saat itu?” kata hakim saat sidang lanjutan pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Bharada Eliezer di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022).

Baca JugaAda Kereta Melintas dari Korea Utara ke Rusia, 2 Hari Usai AS Informasikan Adanya Indikasi Pyongyang Suplai Senjata ke Perang UkrainaXi Jinping Tertangkap Kamera Tegur Justin Trudeau, Ada Apa Beijing-Kanada Ribut-ribut di KTT G20?

“Kaus lengan pendek,” kata Susi.

“Bawahannya?” tanya hakim.

“Lupa,” jawab Susi.

“Tadi katanya raba-raba kaki, terlalu banyak bohong Saudara ini,” ujar hakim.

Hakim terus mencecar tentang apa yang disampaikan Putri saat dipeluk Susi. Saat itu, Susi menyebut tidak ada. Hakim heran keterangan Susi berubah.

Baca JugaWanita Terobos Istana Negara Bawa Pistol, Kapolda Metro Jaya: Masyarakat Tidak Usah Khawatir, Situasi Jakarta KondusifMasalah Berat Perang Rusia-Ukraina Tidak Terpecahkan di KTT G20 Bali

“Setelah saudara peluk apa yang disampaikan Putri?” tanya hakim.

“Nggak ada,” jawab Susi.

“Tadi Saudara ngomong Yosua tidak boleh naik, ketahuan bohong Saudara,” ujar hakim.

Susi kemudian menceritakan momen saat Kuat Ma’ruf ikut membantu mengangkat Putri yang tergeletak di kamar mandi. Susi menyebut Kuat ikut memegang kaki dan badan Putri. Hakim heran mengapa Kuat berani menyentuh tubuh Putri padahal Kuat merupakan sopir.

“‘Sus kenapa Ibu?’ Terus saya jawab ‘Saya tidak tahu om’. Saya sebut, sudah tergeletak di sini, Om Kuat memegang badan dan kakinya ‘Ini kakinya dingin Om Kuat’,” kata Susi.

Baca JugaTurki Tolak Ucapan Belasungkawa Amerika Serikat Atas Serangan di IstanbulKasus Bak Puzzle Belum Ada Kesimpulan, Misteri Penghuni Rumah Kalideres

“Om Kuat sopir? Kok berani dia megang tubuhnya? Kok dia berani megang tubuhnya? Harus Saudara Putri (yang) memapah ke kasur itu masuk akal macam kayak dokter nanya dulu ‘Oh saya memgang kakinya dulu ya’,” ujar hakim.

“‘Kenapa Sus kayak gini?'” ujar Susi mencontohkan omongan Kuat saat itu.

“Cerita kamu nggak masuk di akal,” ujar hakim.

Bharada E Didakwa Lakukan Pembunuhan Berencana

Sebelumnya, Bharada E didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

Baca JugaPolisi Duga Satu Korban di Kalideres Sudah Meninggal Dunia Sejak MeiAyah Yosua Beberkan Kondisi Jasad Brigadir J Saat Pertama Kali Peti Jenazah Dibuka

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain,” ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (18/10).

Dalam perkara ini, Eliezer didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius