SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Guru Besar Polkam Unpad Ungkap Adanya Sosok Kakak Asuh Coba Bantu Ferdy Sambo agar Vonis Ringan

IMG 20220830 WA0028
Ferdy Sambo turun dari mobil saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di Kompleks Duren Tiga, Selasa (30/8)

GURU besar politik dan keamanan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof Muradi mengungkap adanya sosok kakak asuh yang mencoba membantu mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo agar divonis ringan dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Muradi menyebut terdapat sosok kakak asuh yang sudah pensiun dan ada juga yang masih aktif sebagai anggota Polri. Mereka mencoba melobi petinggi Korps Bhayangkara untuk meringankan hukuman Ferdy Sambo.

“Kakak asuh dalam model konteks yang sudah pensiun, ada yang belum, nah ini yang saya kira yang agak keras di dalam kan itu situasinya sebenarnya karena kakak asuh itu punya peluang, punya powerful yang luar biasa ya,” kata Muradi kepada wartawan, Sabtu (17/9/2022).

Baca JugaAset Indra Kenz Dirampas Negara, Korban Tidak Terima Putusan HakimGoogle Stadia Bakal Tutup, Netflix Jadi Pemain di Industri Game

Muradi mengatakan sosok kakak asuh yang masih aktif itu menduduki posisi strategis di Polri. Menurutnya, sosok tersebut masih membela Ferdy Sambo agar dihukum ringan dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

“Ini jadi makin keras, Sambo berani karena dia merasa dalam posisi berada di atas angin, masih ada yang ngebelain, makanya harus dituntaskan dulu soal orang-orang yang kemudian dianggap punya kontribusi terkait dengan posisi Sambo,” ujarnya.

Baca JugaRGP2024: Semakin Disingkirkan dari PDI P, Relawan Ganjar Semakin MengganasAkun Twitter Kembali Ditangguhkan, Bjorka: Aku akan Beristirahat Sekarang, Sampai Jumpa Lagi

Muradi menyebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengetahui sosok kakak asuh yang masih membantu Sambo. Muradi meyakini Listyo Sigit tidak terpengaruh dengan upaya mereka membantu Ferdy Sambo.

“Saya sih masih percaya Pak Sigit akan menjalankan fungsi penegakan hukum untuk Sambo,” katanya.

Lebih lanjut, Muradi meyakini Ferdy Sambo akan divonis bersalah dalam kasus pembunuhan Brigadi J ini. Muradi bahkan memprediksi Ferdy Sambo akan mendapat hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Baca JugaGagal Ginjal Akut Misterius pada Anak, IDAI Sarankan Hindari Pemberian Sirop ParasetamolSingo Edan Vs Bajul Ijo Makan Korban 127 Orang Tewas di Kanjuruhan

“Saya sih prediksi di 20 tahun sampai seumur hidup. Kalau ini sampai kemudian hukumannya ringan itu yang rusak polisi, publik semakin enggak percaya,” katanya.

Diketahui, Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J, yakni Irjen Pol Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan satu tersangka sipil bernama Kuat Ma’ruf atau KM.

Keempatnya diduga melakukan pembunuhan berencana, Bharada E menembak Brigadir J atas perintah Irjen Pol Ferdy Sambo, sedangkan tersangka Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf ikut melihat dan membiarkan peristiwa tersebut terjadi.

Baca JugaIstilah Tidak Lazim Dibuat oleh Penyelenggara seperti Pilar Negara, Potensi Penyelewengan Pengetahuan Tentang PancasilaMenelisik Isi Group Telegram Milik Bjorka

Polri juga menetapkan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sebagai tersangka. Ia diduga mengikuti skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo hingga mengajak Bharada E, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, dan Brigadir J ke lokasi penembakan yaitu di Rumah Dinas Sambo, Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Tidak hanya itu, Putri juga berada di lantai 3 saat Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf atau KM ditanya kesanggupannya untuk menembak Brigadir J.

Kelimanya disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius