SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Geledah Gedung MA, KPK Amankan Sejumlah Dokumen Perkara dan Data Elektronik

cari barang bukti kasus hakim agung kpk geledah gedung ma 141582
Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) melakukan penggeledahan di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jumat (23/9). Penggeledahan tersebut berkaitan dengan kasus pengurusan perkara yang melibatkan Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati dan beberapa panitera yang berada di Mahkamah Agung. (IST)

KPK telah melakukan penggeledahan di Gedung Mahkamah Agung (MA) RI terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara dengan tersangka Hakim Agung nonaktif Sudrajad Dimyati. KPK mengamankan sejumlah dokumen perkara serta data elektronik.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan penggeledahan juga dilakukan di rumah kediaman para tersangka di Jabodetabek. Penggeledahan tersebut dilakukan pada Jumat (23/9/2022).

“Dari kegiatan ini, ditemukan dan diamankan antara lain berupa berbagai dokumen penanganan perkara dan data elektronik yang diduga erat berkaitan dengan perkara,” kata Ali kepada wartawan, Sabtu (24/9/2022).

Baca JugaBharada E Dikonfrontasi dengan Putri Candrawathi, Bripka Ricky, Kuwat Ma’ruf dan ART Susi Via Zoom Meeting13 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di KM253 Ruas Tol Pejagan-Pemalang, 1 Orang Meninggal Dunia

Ali mengatakan pihaknya langsung melakukan penyitaan terhadap dokumen dan data elektronik tersebut. Dia mengatakan dokumen yang disita itu akan dianalisis lebih lanjut.

“Analisis dan penyitaan segera dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan para tersangka,” ujarnya.

Baca JugaSurat Dakwaan Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ferdy Sambo Ungkap Kuat Ma’ruf Sebut Brigadir J Duri Dalam DagingPolisi Polsek Kembangan Sampaikan Permintaan Maaf Terkait Viral ‘Bicara Dulu Sama Pohon’

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah orang di Jakarta dan Semarang. KPK kemudian melakukan gelar perkara. Setelah itu, KPK mengumumkan 10 orang sebagai tersangka, termasuk Dimyati.

Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan mengungkapkan kasus tersebut diawali dengan adanya laporan pidana dan gugatan perdata terkait dengan aktivitas dari koperasi simpan pinjam ID (Intidana) di Pengadilan Negeri Semarang yang diajukan oleh debitur Koperasi Simpan Pinjam ID, Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS) dengan diwakili melalui kuasa hukumnya yakni Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES).

Pada 2022, Heryanto dan Ivan Dwi melakukan pengajuan kasasi dengan masih mempercayakan Yosep dan Eko sebagai kuasa hukumnya. Dalam pengurusan kasasi ini, diduga Yosep dan Eko melakukan pertemuan dan komunikasi dengan beberapa pegawai di Kepaniteraan MA yang dinilai mampu menjadi penghubung hingga fasilitator dengan Majelis Hakim yang nantinya bisa mengkondisikan putusan sesuai dengan keinginan Yosep dan Eko.

Baca JugaIni Alasan Rusia Tarik Mundur di Wilayah KhersonPartai Demokrat Respons Pernyataan Anies Baswedan yang Siap Maju Capres di Pilpres 2024

Desy Yustria selanjutnya diduga mengajak Elly Tri Pangestu (RTP) selaku Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung dan Muhajir Habibie (MH) selaku PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung untuk ikut serta menjadi penghubung penyerahan uang ke Majelis Hakim. Desy dkk diduga menjadi representasi dari Sudrajad Dimyati (SD) dan beberapa pihak di MA untuk menerima uang dari pihak-pihak yang mengurus perkara.

“Terkait sumber dana yang diberikan YP dan ES pada Majelis Hakim berasal dari HT dan IDKS. Jumlah uang yang kemudian diserahkan secara tunai oleh YP dan ES pada DY sejumlah sekitar SGD 202.000 (ekuivalen Rp 2,2 miliar) yang kemudian oleh DY dibagi lagi dengan pembagian DY menerima sekitar sejumlah Rp 250 juta, MH menerima sekitar sejumlah Rp 850 juta, ETP menerima sekitar sejumlah Rp 100 juta dan SD menerima sekitar sejumlah Rp 800 juta yang penerimaannya melalui ETP,” ujar Firli.

Berikut daftar 10 tersangka kasus ini:

Sebagai Penerima:

  • Sudrajad Dimyati, Hakim Agung pada Mahkamah Agung
  • Elly Tri Pangestu, Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung
  • Desy Yustria, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
  • Muhajir Habibie, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
  • Redi, PNS Mahkamah Agung
  • Albasri, PNS Mahkamah Agung

Baca JugaBreach Forums Jadi Tempat Bjorka BeroperasiSaksi Terkait Dugaan Korupsi Pengalihan Aset Tewas Terbakar, Polisi Tunggu Hasil Tes DNA

Sebagai Pemberi:

  • Yosep Parera, Pengacara
  • Eko Suparno, Pengacara
  • Heryanto Tanaka, Swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)
  • Ivan Dwi Kusuma Sujanto, Swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)

Kirim Komentar