SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Fakta-fakta Terbaru Berdendang Bergoyang Festival Musik hingga 2 Orang Jadi Tersangka

Festival Berdendang Bergoyang di Istora Senayan Stadion Gelora Bung Karno

POLISI mengusut kericuhan di Festival ‘Berdendang Bergoyang’ yang menyebabkan sejumlah orang pingsan. Polisi menemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.

Dirangkum delik.news, polisi telah menetapkan 2 tersangka dalam kasus kericuhan itu. Keduanya merupakan pihak penyelenggara ‘Berdendang Bergoyang’.

Simak fakta-fakta terbarunya:

17 Saksi Diperiksa

Polisi memeriksa tiga saksi baru dalam kasus festival ‘Berdendang Bergoyang’ di Istora Senayan, Jakarta Pusat, yang menimbulkan puluhan korban pingsan. Kasus ‘Berdendang Bergoyang’ pun telah naik ke tahap penyidikan.

Baca JugaKompol Baiquni Wibowo Format Ulang Laptop untuk Hapus File CCTV Duren TigaAda Upaya Pembunuhan dari Pasukan Khusus AS, Inggris dan Ukrina, Vladimir Putin Tak Hadir di KTT G20 di Bali,

“Berdendang Bergoyang sampai dengan kemarin kami telah melakukan pemeriksaan sebanyak 14 orang ya, kita mintai keterangan dan hari ini bertambah tiga orang lagi, hari ini bertambah 3 orang, dan kemarin pun kami telah meningkatkan status dari penyelidikan ataupun interogasi menjadi penyidikan,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin kepada wartawan di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2022).

Komarudin mengatakan hingga saat ini polisi telah memeriksa 17 saksi. Tiga saksi baru yang diperiksa hari ini yaitu dua orang dari satgas COVID dan satu orang merupakan ahli.

Baca JugaBharada E: Saya Pribadi, Saya Tidak Meyakini Bang Yos Melakukan PelecehanAjudan Ferdy Sambo Sebut Draft BAP Sudah Berisi Pertanyaan Beserta Jawaban, Adzan Romer: Kami Disuruh Tanda Tangan

Polisi memeriksa tiga saksi baru dalam kasus festival ‘Berdendang Bergoyang’ di Istora Senayan, Jakarta Pusat, yang menimbulkan puluhan korban pingsan. Kasus ‘Berdendang Bergoyang’ pun telah naik ke tahap penyidikan.

“Berdendang Bergoyang sampai dengan kemarin kami telah melakukan pemeriksaan sebanyak 14 orang ya, kita mintai keterangan dan hari ini bertambah tiga orang lagi, hari ini bertambah 3 orang, dan kemarin pun kami telah meningkatkan status dari penyelidikan ataupun interogasi menjadi penyidikan,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin kepada wartawan di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2022).

Komarudin mengatakan hingga saat ini polisi telah memeriksa 17 saksi. Tiga saksi baru yang diperiksa hari ini yaitu dua orang dari satgas COVID dan satu orang merupakan ahli.

Baca JugaPihak Hotel Angkat Suara Terkait Insiden Mahasiswa UGM Bunuh Diri dari Lantai 11Bermula dari Video Viral, Polri Pecat 3 Anggota Tersangka Percobaan Pencurian Motor di Medan

2 Tersangka

Dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian terkait kasus terjadinya insiden rusuh pada festival musik Berdendang Bergoyang. Dua tersangka tersebut yakni berinisial HA selaku penanggung jawab acara tersebut serta DP yang merupakan direktur perusahaan.

“Sementara dua orang kita tetapkan tersangka. HA dan DP,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin, Sabtu (5/11/2022).

Terkait kasus ini, penyelenggara festival Berdendang Bergoyang diduga sengaja mencetak tiket dalam jumlah banyak. Polisi mengklaim jumlah tiket yang dicetak tidak sesuai dengan perkiraan jumlah penonton dalam proses pengajuan izin acara.

Baca JugaAKBP Ari Cahya Tanya Bharada E di Rumah Ferdy Sambo: Kamu Tembak Yosua?Kim Chue-ae Putri Kim Jong Un Muncul di Depan Umum

“Kalau dari yang kami temukan data-data terbaru memang ada kelalaian, termasuk juga ada kesengajaan karena sangat berbeda jauh dengan fakta surat permohonan yang diajukan. Terjual dari hasil online-nya pun sangat berbeda jauh dengan yang diusulkan ke kami,” kata Komarudin kepada wartawan, Jumat (4/11/2022).

Dari temuan teranyar, pihaknya mendapati tiket yang terjual mencapai 27.000 lembar. Seharusnya, saat proses pengajuan izin jumlah penontonnya disebut cuma sekitar 3.000 orang. Hal ini sangat disesalkan mantan Kapolres Metro Tangerang Kota tersebut.

Dijerat Pasal Kelalaian dan Karantina Kesehatan

Komarudin menerangkan manajemen hingga penanggung jawab ‘Berdendang Bergoyang’ dapat terancam pidana kelalaian hingga Kekarantinaan Kesehatan.

Baca JugaPenyidik Sempat Ditegur Hakim Saat Persidangan Obstruction of Justice Pembunuhan Brigadir J soal CCTV Duren Tiga: Beli Goreng Pisang Aja Pakai Resi!Irjen Teddy Minahasa Resmi Ditahan di Kasus Narkoba, Hotman Paris Hutapea Tiba di Polda Metro Jaya

“Kepada mereka ataupun kepada pihak manajemen ataupun penanggung jawab kami kenakan pasal dugaan ya, dugaan Pasal 360 ayat 2 akibat lalainya menyebabkan orang lain luka, serta Pasal 93 UU Nomor 6 tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan,” kata Kombes Komarudin kepada wartawan di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (4/11).

Komarudin menuturkan alasan manajemen dikenakan dugaan pasal Kekarantinaan Kesehatan tersebut. Dia mengatakan hal itu terkait penjualan tiket yang melebihi izin pengajuan hingga menyebabkan puluhan orang pingsan.

“Kenapa kami menyebut Kekarantinaan Kesehatan? karena dari bukti ataupun fakta terbaru yang kami dapatkan, dari data penjualan tiket yang mereka lakukan itu sudah dijual mulai dari bulan April sampai dengan bulan September, mereka sudah menjual sebanyak 13 ribu lebih dan di bulan Oktober 14 ribu. Total keseluruhan sampai dengan pelaksanaan kegiatan itu sebanyak 27.879 tiket,” tuturnya.

Baca JugaSkenario Urip Saputra ‘Meninggal Dunia Hidup Lagi’ di Bogor, Ternyata Hindari UtangLuapan Sungai Ciliwung, 33 RT di Jakarta Terendam Banjir

“Sementara mereka mengajukan permohonan atau rekomendasi ke satgas COVID hanya 5 ribu orang, jadi mereka sudah menjual tiket puluhan ribu tapi mengajukan ke satgas COVID hanya 5 ribu orang dan rekomendasi yang keluar dari satgas COVID pun hanya 5 ribu,” imbuhnya.

Dia mengatakan hal itu juga mengacu pada instruksi Menteri Dalam Negeri No 45 Tahun 2022. Menurutnya, penjualan tiket festival ‘Berdendang Bergoyang’ lebih dari kapasitas 100 persen yang ditentukan.

“Ini tentunya mengacu juga kepada instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 45 tahun 2022 yang baru saja dikeluarkan di awal Oktober lalu, di mana DKI masih dalam status PPKM level 1 dengan jumlah pengunjung kegiatan itu boleh sampai 100 persen, nah 100 persen ini yang tidak diindahkan oleh penyelenggara sehingga kita kenakan dengan Pasal 93 UU Kekarantinaan, ancaman hukuman 1 tahun denda 100 juta rupiah,” ujarnya.

Baca JugaLin Che Wei Disebut Gelar Pertemuan dengan KemendagHasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Berikut Kesimpulan Komnas HAM

Komarudin mengatakan meski telah ditetapkan tersangka, BW dan HA tidak menjalani penahanan di Polres Metro Jakarta Pusat.

“Ancaman hukuman di bawah 5 tahun dan tersangka kooperatif,” tutur Komarudin. (*)

 

Kirim Komentar