SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Fahira Idris: Kebijakan Kenaikan Harga BBM Menjauhkan Prinsip Keadilan Sosial dalam Penyelenggaraan Perekonomian Indonesia

anggota dpd ri fahira idris 02042022
Anggota DPD RI, Fahira Idris (Dok. DPD RI)

KEBIJAKAN kenaikan harga BBM dinilai telah mengingkari prinsip keadilan sebagaimana tercantum dalam prinsip Pancasila.

“Kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi semakin menjauhkan prinsip keadilan sosial dalam penyelenggaraan perekonomian Indonesia. Bagi saya, kebijakan pemerintah menaikan BBM, jadi tantangan besar mewujudkan keadilan sosial,” kata anggota DPD RI, Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/9).

Menurut Fahira, keadilan sosial hanya bisa terwujud jika bangsa ini komitmen dan konsisten menerapkan demokrasi ekonomi Pancasila.

Baca JugaTerungkap ‘Skuad Lama’ yang Disinggung Brigadir J, Ternyata Kuat Ma’rufIstana Sebut Aparat Buru Hacker, Bjorka: Semua Masih Bingung Harus Mulai dari Mana

Dalam konteks BBM, situasi Indonesia mengkhawatirkan karena sebagai produsen minyak mentah justru harus impor. Padahal sebagai produsen minyak mentah, kata dia, idealnya Indonesia tidak lagi mengimpor BBM dari negara lain.

Jika alasan impor BBM karena kebutuhan konsumsi sangat besar karena penduduk Indonesia juga besar, maka yang harus dioptimalkan adalah produksinya. Misalnya mencari cadangan minyak baru, penggunaan teknologi terbaru dan perubahan fiskal untuk bisa meningkatkan investasi industri minyak bumi.

Baca JugaPangeran Abdullah bin Faisal al Saud Dipenjara 30 Tahun, Begini KronologinyaMotif Perselingkuhan, Rizky Billar Lakukan KDRT Terhadap Lesti Kejora

“Kita sudah 77 tahun merdeka, harusnya soal BBM ini kita sudah mandiri atau sedapat mungkin tidak harus impor lagi sehingga tata kelola lebih sehat dan pemberian subsidi tidak memberatkan APBN,” tandasnya. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius