SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Elon Musk-Vladimir Putin Batal Hadir, Apa Dampak Bagi Indonesia di KTT G20?

SEC 129014262 5a88

“Tidak ada kepentingan penting dan signifikan dalam KTT G20 Bali ,Vladimir Putin dan Elon Must Batal Datang”.

Petikan kesimpulan tersebut sebagai jawaban alasan batalnya kedua bintang tamu KTT G20 di Bali. Suatu negara sebagai upaya menjalankan politik luar negerinya wajib berpikir tentang bagaimana menciptakan dan mengejar kepentingan nasionalnya tercapai maksimal.

Batalnya Putin Sebagai Kepala Negara Super Power dan Elon Must Penguasa ekonomi tersebut semakin menambah keyakinan jika arah dan tujuan agenda KTTG20 akan semakin kabur dan tidak jelas. Memberikan gambaran anggota G20 tidak kuat dan kompak. Bahkan kelompok G20 akan terancam bubar paska KTT G20 Bali.

Baca JugaRalat IDAI Terkait Imbauan Hindari Pemberian Parasetamol Sirup untuk AnakTerkuak! Sempat Terjadi Cekcok Antara AKP Irfan Widyanto dan Sekuriti Perihal DVR CCTV Duren Tiga

Presiden Rusia Vladimir Putin dapat dipastikan membatalkan kedatangannya ke KTT G20 Bali. Kemenlu Rusia juga menyatakan bahwa Putin tidak hadir juga secara virtual. Artinya Putin meninggalkan total semua rangkaian agenda KTT G20.

Sementara berita kurang baik datang dari Elon Must. Sang pemilik Tesla Motor, SpaceX dan Twitter tersebut gagal memenuhi undangan sebagai Tamu VVIP dalam Forum B20 atau B20 Summit.

Baca JugaAda Brosur Anies Baswedan di Dalam Kotak Nasi Padang, Begini Klarifikasi Restoran Pagi SoreGanjar Pranowo Nyapres dan Skenario Politik Dua Kaki PDIP dari Kacamata RGP2024

Dua orang super nyentrik di dunia ini terkonfirmasi secara pasti tidak bisa mengikuti acara dalam keseluruhan kegiatan KTTG20. Putin memastikan jika pembatalan terjadi karena masih banyak urusan domestik yang mengharuskan kehadirannya ,sementara Elon Must belum bisa terkonfirmasi alasan pembatalan.

Berita pembatalan Uji dinamis Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung yang sedianya akan dilakukan Presiden Jokowi dan Presiden China Xi Jinping(16/11) menambah deretan berita buruk menjelang pelaksanaan KTT G20 Bali.

Agenda KTT

Group G20 yang terdiri dari 20 negara berbagai benua akan dijadwalkan menggelar KTT G20 si Bali ,15-16 November 2022 di Bali Indonesia. Secara bersamaan ,Indonesia dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan KTT sekaligus ditunjuk Presidensi G20.

Baca JugaTangis Ibu Brigadir J Pecah, Rosti Simanjuntak: Saya Secara Manusia Rasanya Hancur Menerima Duka IniSederet Bantahan Menko Polhukam Mahfud MD Terkait Dalih Hary Tanoe Soal ASO

Agenda KTT G20 membahas isu -isu multilateral berkaitan ekonomi dunia dan perdamaian dunia. Dua substansi pembahasan saling berkaitan dimana Krisis Perang Rusia -Ukraina melibatkan pihak berperang dan para pendukungnya kemudian perang yang sedang berlangsung memicu krisis multi dimensi.

Negosiasi Perdamaian Ditolak

Presiden Putin menolak keras perang Rusia -Ukraina dicampuri oleh pihak ketiga. Bagi putik ingin mempertegas legacy-nya sebagai negara Super Power. KTT G20 Bali (15-16 November 2022) tidak bisa dijadikan ajang politik bagi Amerika dan Sekutu Ukraina lainnya untuk menjatuhkan sanksi politik dan ekonomi .

Mereka tidak bisa memaksakan kehendak forum G20 sebagai ajang politik. Alat mediasi perdamaian Rusia dan Ukraina.

Baca JugaKompolnas: Informasi Saksi Mata 1 Keluarga Tewas di Kalideres Lakukan Hal Tak Lazim, Salah Satunya Gunakan Alas KakiPesawat Raksasa AS Boeing C-17 Globemaster III di Bali Bikin Heboh Warganet, Ini Spesifikasinya

Bagi Rusia, Ukraina milik Rusia dan invasi yang dilakukan sebagai bagian melawan ancaman negaranya dari infiltrasi musuh . Doktrin keamanan memerintahkan Rusia berhak mempertahankan dan mengambil Ukraina untuk meniadakan ancaman pihak asing.

Perang Ukraina dipicu juga oleh keputusan Presiden Volodymyr Zelenskyy untuk mewacanakan masuk dalam Aliansi Pertahanan Atlantik Utara ( NATO).

Keputusan tersebut memicu kemarahan Rusia . Bagi Rusia kehadiran NATO di daratan Rusia merupakan bagian aksi provokasi sekaligus penghinaan pertahanan Rusia di kawasan Balkan. NATO yang dimotori Amerika nyata -nyata melecehkan kedaulatan Rusia.

Baca JugaPangeran Abdullah bin Faisal al Saud Dipenjara 30 Tahun, Begini KronologinyaAlasan Hakim Menolak Nota Keberatan Ferdy Sambo di Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J

Batal Hadir

Kemungkinan besar alasan Elon Must batal datang dalam rangkaian agenda KTT G20 (Forum Bisnis G20) disebabkan tidak ada kejelasan agenda kerja B20 dan tidak ada kepentingan bisnis yang mendalam bagi Pemilik Tesla tersebut.

Elon Must akan sangat detail merinci apa yang didapatkan untuknya dan bagi perusahaannya. Tidak dibutuhkan forum multilateral untuk membangun kerja sama ekonomi bargaining ,Elon Must terlalu kuat dan dominan untuk dikerjasamakan.

Elon Must dan Indonesia

Sudah jelas ,kepentingan Ekonomi Elon Must dalam KTT G20 tidak signifikan untuk mendukung bisnisnya. Elon Must tidak bergeming dengan ancaman krisis ekonomi dunia bagi kelangsungan usahanya.

Baca JugaGanjar Pranowo Temui Jokowi, Apa yang Dibahas?Kuasa Hukum Beberkan Fakta Putri Candrawathi Alami Pelecehan Seksual, Berikut 4 Buktinya

Elon Must melihat Krisis Perang Rusia Ukraina justru sangat menguntungkan dalam skala peluang bisnis . Perang tersebut akan semakin mendukung manajemen geostrategi Elon Must mengelola sumber dayanya menguasai dunia tanpa senjata dan militer. Dengan Twitter menguasai dunia.

Hubungan bisnis dengan Elon Must cukup dilakukan oleh dua negara atau mungkin hanya dua orang yang terlibat ,seperti halnya pernah dilakukan ketika Presiden Jokowi mengunjungi Gedung Stargate SpaceX pusat milik Elon Must di Amerika.

Sudah jelas, Elon Must butuh Indonesia karena sebagai negara dengan deposit nikel terbesar di dunia . Nikel sebagai bahan dasar baterai listrik yang akan mendukung bisnis inti Tesla Motor. Elon Must cukup bertemu dengan Presiden Jokowi atau Menteri Investasi dan Maritim Luhut Binsar Panjaitan. Semua bakal beres semua.

Baca JugaHasil Otopsi 4 Orang 1 Keluarga Meninggal Dunia Diduga Tidak Makan dan Minum Cukup LamaPolisi Duga Satu Korban di Kalideres Sudah Meninggal Dunia Sejak Mei

Dampak Politik dan Ekonomi

Ketidakhadiran dua orang penting tersebut membuktikan Indonesia belum dianggap penting dan berpengaruh . Menjadi tuan rumah dan juga sebagai Presidensi G20 belum secara penuh memberikan legitimasi politik sebagai pihak yang punya daya tawar tinggi. Undangan yang diantarkan langsung ke Putin dan Zelenskyy tidak mampu memberikan dorongan psikologis dan politik bagi kedua kepala negara.

Perlu dicatat ,Rusia sebagai negara dengan segala hegemoni yang dipunyainya akan hati -hati dan berkikir cermat melakukan tindakan dan mengeluarkan kebijakan politik luar negerinya. Indonesia belum bisa menawarkan negosiasi yang menguntungkan buat Rusia dan belum berhasil merubah hati Putin.

Sementara Ukraina terus mendesak Indonesia untuk menolak kehadiran Rusia di KTT G20. Ukraina terus meminta pihak Indonesia dan anggota G20 melakukan aksi mengutuk dan merumuskan keputusan politik untuk memerintahkan pasukan Rusia undur dari Ukraina.

Baca JugaBerikut Fakta Mundurnya Liz Truss yang Perlu Anda KetahuiPengacara: Ferdy Sambo Sempat Memperlihatkan Amplop, Kuat Ma’ruf Tidak Tahu Isinya

Tentunya sangat berat permintaan politik dari Ukraina dan sangat membebani bagi Indonesia dan negara G20 lainnya. Kedua belah pihak memposisikan dalam negosiasi yang ektrim dan hal itulah yang menyebabkan Rusia membatalkan di KTT G20.

Penulis melihat jika KTT G20 Bali sebagai ajang tempat dan pembahasan politik-ekonomi paling keras dan rumit. Banyak isu ketegangan ,perebutan pengaruh dan tindakan saling memboikot .

Melihat ketegangan isu tersebut, Setidaknya ada sedikit pembenaran mengapa Rusia dan Ukraina tidak hadir.

Baca JugaMenteri Luar Negeri Belarus Vladimir Makei Meninggal MendadakGanjar Pranowo Kena Semprit, Bagaimana Nasib Relawan?

Mitigasi
Indonesia kehilangan kesempatan sebagai juru damai level dunia . Indonesia belum maksimal mengelola kerjasama bisnis yang saling melengkapi diantara pebisnis anggota G20. Elon Must harus dikejar dalam kesempatan berbeda untuk bisa hadir di Indonesia .

Indonesia harus belajar banyak dalam memahami tatacara berdiplomasi yang cerdas ,smart dan juga belajar bagaimana menempatkan diri secara bijak dalam tata cara pergaulan internasional.

Kasus batalnya Elon Must ke Bali menunjukkan lemahnya Indonesia memahami kebutuhan utama yang dibutuhkan seorang pengusaha kelas kakap dunia. Elon Must lebih tertarik berbicara banyak masalah Ekspedisi Planet Mars atau Mobil Listrik ketimbang berpikir krisis Rusia -Ukraina.

Baca JugaAdzan Romer Sebut Senjata Api yang Dijatuhkan Ferdy Sambo Bukan Glock 17, Melainkan Jenis HSKriminolog Sebut 4 Jenazah 1 Keluarga di Kalideres Sengaja Kelaparan, Penganut Paham Akhir Dunia atau Apokaliptik

Tantangan dan Hambatan

Presiden Jokowi sudah bekerja maksimal dalam persiapan KTT G20. Tidak gampang mendatang semua anggota G20,tetapi Jokowi berhasil meyakinkan 17 negara anggota hadir. Dua Presiden negara Super Power ,China Xi Jinping dan Amerika Joe Biden dipastikan hadir.

Penulis melihat keberhasilan mendatangkan 17 kepala negara merupan prestasi . Persoalan timbul ketika dua negara subjek Ukraina ) dan objek( Rusia ) sebagai para pelaku pembahasan inti tidak hadir . Substansi tema pokok isu sentral pembahasan dalam KTT G20 adalah Isu perdamaian dunia dan revitalisasi ekonomi . Ketidakhadiran dua negara tersebut berdampak Chemistry l acara berkurang.

Indonesia terlalu percaya diri untuk bermain sebagai ‚Äúnegosiator dunia’,juru damai internasional . Indonesia butuh penguatan internal menuju negara besar dan berkelas . Menaikkan daya tawar dahulu baru berbicara hegemoni ( pengaruh ). “Ojo Kesusu “berbesar diri di forum internasional.

Baca JugaTemuan Baru di Sidang Perdana Ferdy Sambo: dari Bagikan Uang Rp 2 Miliar dan iPhone 13 Pro Max ke Ajudan hingga Libatkan Tim CCTV Kasus KM 50Status Gunung Semeru Awas

Menuju Negara Besar

Kritik buat para pengambil kebijakan, terutama Presiden selaku kepala pemerintahan dan negara agar lebih perkuat landasan politik luar negeri dan tingkatkan kemampuan dan penguasaan politik internasional dan wawasan diplomasi sehingga dalam setiap langkah keputusan politik menghasilkan keputusan tepat dan akurat serta mengikat.

Indonesia tidak dianggap rendah dan setiap kedatangan dalam agenda pertemuan tinggi / KTT, dibutuhkan perannya .
Indonesia mempunyai segudang posisi tawar tinggi dalam pergaulan internasional. Ingat, ,Indonesia memiliki potensi menaikkan bargaining levege seperti kekayaan SDA ,posisi geopolitik, kependudukan dan kekuatan ekonomi , untuk menjadi negara kuat dengan penguasaan hegemoni kawasan dan regional yang disegani negara lain. (*)

Baca JugaApa Hubungan Hasil Penjualan Mobil dengan Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres?Cerita Kuat Ma’ruf Soal Keributan dengan Brigadir J Saat Berada di Rumah Ferdy Sambo Magelang

 

Heru Subagia, SEPADAN Institute

.

Kirim Komentar