SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dilaporkan Soal Dugaan Penyebaran Berita Bohong, Pengacara Brigadir J: Silakan Buktikan

892745335
Pengacara Beigadir J Kamaruddin Simajuntak

PENGACARA keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait terkait laporan dugaan penyebaran berita bohong atau hoax. Kamaruddin pun meminta kepada Aliansi Advokat Anti Hoax (A3H) yang melaporkannya untuk membuktikan laporan itu.

“Silakan buktikan kalau ada laporan. Mungkin dia bikin laporan ingin terkenal toh,” kata Kamaruddin saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (3/9/2022).

Meski dilaporkan, Kamaruddin tidak ada niat untuk melaporkan balik. Sebab, ia mengatakan apabila nantinya laporan itu tidak bisa dibuktikan maka pihak A3H membuat persangkaan palsu.

Baca JugaPolisi Selidiki Penyebab Kebakaran di Kubah Masjid Jakarta Islamic Center hingga Runtuh Dilalap ApiIstri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Datangi Mako Brimob, Berikut Pernyataan Lengkapnya

“Tidak usah ya (melaporkan balik). Dia buat laporan kan dia wajib membuktikan, ketika tidak bisa dibuktikan berarti dia buat persangkaan palsu 317 kalau dia tidak berhasil membuktikan kan gitu,” ucapnya.

Kemudian, Kamaruddin juga menanggapi terkait pernyataannya soal luka siksaan dan sayatan di tubuh Brigadir J yang disebut hoax.

Baca JugaUsai Kerusakan, Pesawat Pengintai AS Terbang Dekat Lokasi Pipa Nord Stream 2 yang Pecah di Laut BaltikBIN Bantah Kabar Beri Info ke Pengacara Keluarga Brigadir J

“Semua orang kan bisa melihat lukanya. emang mata orang buta apa? Kan semua orang bisa lihat termasuk dokter yang kita kirim ke dalam itu bisa melihat kan gitu ditulis juga dalam laporan dokter itu. Jadi apakah mata dokter yang kita utus ke dalam itu juga tidak melihat itu? Itu kan di dalam laporan hasil autopsi kan tercatat,” ungkap Kamaruddin.

Sebelumnya, kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak dan mantan kuasa hukum Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Deolipa Yumara dilaporkan oleh Aliansi Advokat Anti Hoax (A3H) terkait dugaan penyebaran berita bohong atau hoax.

Keduanya dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Rabu (31/8/2022). Saat ini laporan itu telah diterima dengan LP/B/0495/VIII/2022/SPKT/Bareskrim Polri, tanggal 31 Agustus 2022.

Baca Juga5 Terdakwa Kasus Pembunuhan Berencana Terhadap Brigadir J, Hanya Richard Eliezer Tak Ajukan KeberatanKepala Intelijen Yunani Undur Diri, Akui Sadap Ponsel Jurnalis CNN

“Betul melaporkan mengenai pemberitaan bohong,” kata Ketua Umum Aliansi Advokat Anti Hoax (A3H) Zakirudin Chaniago saat dihubungi wartawan, Jumat (2/9/2022).

Dikatakan Zakirudin, pemberitaan bohong tersebut mulai dari Juli hingga Agustus terkait kasus Brigadir J maupun kepada kepribadian Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Lebih lanjut Zakirudin mengungkapkan, Kamaruddin dilaporkan atas dugaan hoax terkait luka sayatan akibat diduga adanya penyiksaan terhadap Brigadir J. Penyataan tersebut telah dibantah oleh Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).

Baca JugaGaya Hidup Mewah Anggota Polri Jadi Sorotan Warganet, Brigjen Andi Rian Djajadi Pakai Kemeja Berharga FantastisPutri Candrawathi Resmi Ditahan: Saya Titip Anak di Rumah dan Sekolah, Berikut Pernyataannya

“Untuk Kamaruddin kan bicara antara lain di beberapa media online dia mengatakan ada sayatan, ada jari-jari hancur, katanya telah ditembak, ada jeratan leher, semacam itu kan sebenarnya tidak sesuai dengan hal autopsi yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang dari Forum Laboratorium Forensik itu sudah dibantah langsung,” ucapnya.

Sementara itu, Deolipa Yumara dilaporkan mengenai dugaan hoax yaitu istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang tepergok Brigadir J berhubungan intim dengan sopir keluarga, Kuat Ma’ruf. Tidak hanya itu, Deolipa dilaporkan terkait pernyataan yang menyebut Sambo adalah seorang psikopat.

“Itu kan penggiringan opini semacam ini untuk membangun suatu kebencian kepada pihak keluarga ini. Itu sudah menyerang kepada kepentingan pribadi, personal,” ungkapnya.

Baca JugaPengadilan Negeri Jakarta Selatan Gelar Sidang Putusan Sela Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma’ruf dan Ricky RizalART Ferdy Sambo Klaim CCTV di TKP Pembunuhan Brigadir J Rusak, Kodir: Monitor Enggak Ada Gambar Sama Sekali

Maka dari itu, Zakirudin ingin terkait kasus tewasnya Brigadir J dipercayakan kepada pihak berwenang. Selain itu, pihaknya melaporkan Kamaruddin dan Deolipa karena kalau tidak dihentikan akan terus berkembang.

“Kami laporkan Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana, pemberitaan bohong. Itu 10 tahun, ngeri itu. Pidana karena ini kan pasal KUHP makanya kemarin dari Siber juga ikut gelar, jadi kita memulainya dari pidana umum,” tutur Zakirudin. (*)

Kirim Komentar