SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cerita Tim CCTV di Kasus KM50, AKBP Ari Cahya Terima Telepon Ferdy Sambo Usai Brigadir J Tewas

202210261256 main.cropped 1666763879
Sidang kasus dugaan pembunuhan berencana Ferdy Sambo (Dok. Istimewa)

MANTAN Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, sempat menelepon salah satu tim CCTV di kasus KM 50 usai Brigadir Yosua Hutabarat tewas di rumah dinasnya. Kasus KM 50 sendiri merujuk peristiwa tewasnya enam anggota Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek tahun 2020 silam.

Anggota tim CCTV KM 50 itu adalah AKBP Ari Cahya alias Acay yang merupakan Kepala Unit 1 Sub Direktorat 3 Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Acay kemudian datang ke rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, tempat tewasnya Brigadir Yosua Hutabarat pada 8 Juli 2022.

Hal itu terungkap dalam sidang kasus perintangan penyidikan pembunuhan Yosua dengan terdakwa AKP Irfan Widyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022). Acay hadir sebagai saksi dalam sidang itu.

Baca JugaMAKI Ungkap Harga Sewa Private Jet PP yang Digunakan Brigjen Hendra Kurniawan Kunjungi Keluarga Brigadir J Sebesar Rp500 JutaPeretasan Akun Digital Redaksi Narasi TV Disebut Ada Pengancaman Berisi ‘Diam atau Mati’

Cerita 8 Juli

Tanggal 8 Juli, Acay mengaku dihubungi Ferdy Sambo pukul 17.30 WIB dan diminta ke rumah Ferdy Sambo.

“Ya, ditelepon Pak Sambo. Saat itu saya di kantor di Bareskrim. Beliau suruh saya datang kurang lebih 17.30, ‘Cay, ke rumah saya sekarang’. Saya jawab siap,” ujar Acay dalam persidangan di PN Jaksel.

Baca JugaKemenkes Izinkan 156 Obat Cair yang Boleh Diresepkan Kembali, Ini DaftarnyaSinggung Perintah Irjen Teddy Minahasa untuk Jebak Linda Terkait Kasus Narkoba, Pihak AKBP Doddy Prawiranegara: Sangat Janggal

Datanglah Acay dan polisi bernama AKP Irfan Widyanto. Pertama ke Kemang dulu, baru ke Duren Tiga. Di rumah itu, dia melihat Sambo merokok sendirian.

“Wajahnya merah seperti kecewa. Setelah habis rokoknya, baru saya sampaikan, ‘Mohon izin Jenderal, saya Acay,” kata Acay.

Acay sempat melongok ke dalam rumah Sambo. Terlihatlah jasad Brigadir Yosua yang belum lama dibunuh dengan pistol. Sambo juga menjelaskan bahwa jasad yang dilihat Acay adalah jasad Yosua.

Baca JugaHakim Tolak Nota Keberatan Putri CandrawathiPenguji Forensik Puslabfor Polri Ungkap Temukan 12 Butir Peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKP

“‘Mohon izin Jenderal siapa dia?’. Dijawab ‘itu Yosua, kurang ajar dia melecehkan ibu’ katanya. Saya lupa ditembak atau tertembak, tapi yang jelas ada peristiwa tembak-menembak antara Yosua dengan yang lain dan di dalam sudah ada anggota Provos empat sampai lima (orang),” ucap Acay.

Setelah beranjak dari rumah Sambo, Acay pergi ke rumah Kepala Satuan Reserse Kriminal Jakarta Selatan. Setelah pulang ke rumah, Acay berangkat ke Bali.

Cerita 9 Juli

9 Juli pukul satu siang, saat Acay menunggu bagasi di bandara Ngurah Rai Bali, ada dua notifikasi missed call di WhatsApp ponsel-nya. Kemudian, Acay berkomunikasi via telepon dengan Kepala Detasemen A Biropaminal Divisi Profesi dan Pengamanan Polri saat itu, Agus Nurpatria, dan Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Hendra Kurniawan.

Baca JugaPolisi Sita Aset Milik Apin BK Bos Judi Online Cemara Asri Senilai Rp 145,79 MiliarPengungkapan Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres Rumit

“Saya komunikasi sama Pak Agus ‘Izin bang saya posisi di Bali’, sepertinya Pak Hendra dijelaskan kemudian bilang mana sini saya mau ngomong. Karena sinyal kurang bagus, ‘Cay, posisi di mana?’ katanya, ‘Eh enak sekali kami di sini masih kerja Acay di Bali liburan’, ‘Siap, Jenderal, saya nggak liburan, cuma hadirin resepsi teman nikah sudah izin direktur’,” tuturnya.

Setelah itu, suara Hendra dan Agus tidak terdengar jelas di ponsel Acay yang sedang berada di Bali. Yang dia bisa dengar hanyalah pertanyaan Agus soal apakah dia bisa ke Duren Tiga atau tidak. Acay menjawab bahwa dia sudah memerintahkan Irfan selaku anak buahnya untuk melakukan screening CCTV.

“Nggak ada perintah ke saya,” kata Acay.

Dalam kasus ini, AKP Irfan didakwa dengan Pasal 49 juncto Pasal 33 dan Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 233 KUHP dan Pasal 221 ayat 1 ke-2 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*)

Kirim Komentar