SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cerita Kuat Ma’ruf Soal Keributan dengan Brigadir J Saat Berada di Rumah Ferdy Sambo Magelang

Terdakwa Kuat Ma'ruf berjalan ke ruang sidang PN Jakarta Selatan. (Foto: PMJ News/Fajar)

TERDAKWA Kuat Ma’ruf mengungkap soal keributan dengan Brigadir Yosua Hutabarat saat berada di rumah Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah versi dirinya.

Dalam eksepsi yang dibacakan kuasa hukumnya, Irwan Irawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2022), rangkaian peristiwa di Magelang itu terjadi sejak 7 Juli menjelang Maghrib.

Ketika itu, Kuat Ma’ruf tengah berada di teras rumah. Kuat melihat Yosua keluar mengendap-ngendap keluar dari kamar Putri dan turun ke tangga sambil melihat kanan dan kiri.

Baca JugaKomnas HAM: Total Ada 45 Tembakan Gas Air Mata Dilontarkan Aparat Saat Tragedi KanjuruhanYosua Selalu Cerita Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Orang Baik, Ayah Brigadir J: Kok Bisa Mati Anak Kami di Tangan PC dan FS

Irwan menuturkan, Yosua diduga keluar dari kamar Putri usai melakukan kekerasan seksual.

“Terdakwa melihat, dari kamar pintu saksi Putri Candrawathi, korban Nopriansyah Yosua Hutabarat diduga setelah melakukan perbuatan kekerasan seksual kepada Saksi Putri Candrawathi mengendap-endap menuruni tangga, menengok kanan kiri,” kata Irwan.

Baca JugaBNPB Catat 3.895 Orang Mengungsi Akibat Gempa Magnitudo 5,6 di CianjurAdzan Romer: Dengar 5 Suara Tembakan di Hari Tewasnya Brigadir J, Sempat Todongkan Pistol ke Ferdy Sambo

Kuat yang melihat gerak-gerik aneh dari Yosua langsung berteriak ‘woy’. Ternyata, teriakan itu, disebut Kuat, membuat Yosua lari ke arah dapur.

“Yang kemudian terdakwa menyusul mengejar korban Nopriansyah Yosua Hutabarat ke dapur, terus berlari ke arah garasi mobil dan masuk kembali ke dalam rumah melalui pintu depan (pintu ruang tamu),” ujar Irwan.

Irwan menyebut Kuat masih terus berlari mengejar Yosua melalui pintu ruang tamu. Kuat juga langsung berteriak kencang kepada asisten rumah tangga (ART) Putri, Susi untuk mengecek kondisi Putri Candrawathi.

Baca JugaGanti Henry Yosodiningrat, Teddy Minahasa Tunjuk Hotman Paris Hutapea Jadi PengacaranyaTerungkap Motif Aipda HR Coret Kantor Polres Luwu ‘Sarang Pungli’ dan ‘Sarang Korupsi’

“Sambil terus mengejar korban Nopriansyah Yosua Hutabarat, juga melalui pintu ruang tamu. Terdakwa lalu teriak kepada saksi Susi ‘Susi lihat ibu… lihat ibu’,” kata Irwan menirukan suara Kuat.

Susi langsung berlari ke kamar Putri dan berteriak ‘ibu, ibu, ibu’. Mendengar teriakan Susi, kata Irwan, Kuat berhenti mengejar Yosua dan kemudian bergegas ke kamar Putri. Di situlah, Kuat mengambil pisau untuk berjaga-jaga.

“Kemudian saksi Susi lari ke kamar Saksi Putri Candrawathi dan Saksi Susi berteriak ‘ibu, ibu, ibu’ akhirnya Terdakwa berhenti mengejar korban Nopriansyah Yosua Hutabarat. Terdakwa kemudian lari ke atas kamar Saksi Putri Candrawathi melalui ruang makan kemudian mengambil pisau untuk jaga-jaga,” kata Irwan.

Baca JugaTingkah Tak Lazim Budiyanto Gunawan Sebelum Ditemukan Tewas ‘Mengering’ di KalideresJepang Punya Sistem Imigrasi Ketat Teraman di Dunia, WNI Rampok Uang 35.000 Yen di Tokyo

Susi yang sudah berada di kamar Putri, mendapati pintu kaca lantai 2 sudah terbuka. Susi melihat Putri Candrawathi dalam keadaan mata tertutup dan lemas tergeletak di lantai.

“Saksi Susi mendapati pintu kaca lantai 2 rumah Magelang sudah terbuka dan saat itu dari arah pintu kaca saksi Susi melihat saksi Putri Candrawathi dalam posisi tergeletak duduk dengan posisi kaki selonjoran dan kepala bersandar di keranjang baju kotor dengan keadaan rambut berantakan, mata tertutup dan lemas serta badannya terasa dingin,” ujar Irwan.

Melihat itu, kata Irwan, Susi langsung memeluk Putri yang tengah menangis. Namun, saat itu, Putri tidak menceritakan apapun kepada Susi.

Baca JugaVideo Detik-Detik 2 Mobil Tertimpa Batu Besar dari Tebing Kawasan Cadas PangeranTeriakan dari Panggilan Darurat Pertama Terkait Tragedi Halloween Itaewon, Isinya Cerita Kondisi Mengerikan

Susi pun, kata Irwan, langsung memapah Putri ke tempat tidurnya. Kemudian Putri menanyakan HP miliknya dan meminta tolong Kuat untuk menghubungi saksi Richard Eliezer Pudihang Lumiu.

“Terdakwa langsung membantu merebahkan tubuh Saksi Putri Candrawathi di atas kasur kamar tidurnya. Saksi Susi membalurkan minyak kayu putih ke kaki Saksi Putri Candrawathi. Kemudian Saksi Putri Candrawathi menanyakan HP miliknya dan meminta tolong terdakwa untuk menghubungi via telepon Saksi Richard Eliezer Pudihang Lumiu,” kata Irwan.

Kuat Ma’ruf Didakwa Terlibat Pembunuhan Berencana Yosua

Kuat Ma’ruf didakwa bersama-sama Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Kuat Ma’ruf disebut jaksa, turut terlibat dalam pembunuhan berencana kepada Yosua.

Baca JugaDrama Leslar: Kisah KDRT Berujung Cinta Bersemi KembaliKelompok Kejahatan Dunia Maya, Tim Daixin Aktif Serang Sektor Kesehatan di Amerika Serikat

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain,” ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (17/10/2022).

Dalam perkara ini, Kuat Ma’ruf didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius