SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Buka Suara Soal Adopsi Anak, Putri Candrawathi Bantah Jadi Penembak Ketiga

putri candrawathi 20221020 110229
Putri Candrawati, Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (1/11/2022).

TERDAKWA Putri Candrawathi menyampaikan sejumlah pengakuan di persidangan dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Terdapat pengakuan perihal adopsi anak yang tengah ramai diperbincangkan, penembak ketiga Brigadir J, hingga permintaan maaf yang disampaikan di hadapan orang tua Brigadir J. Berikut poin-poin pengakuan Putri yang merupakan istri eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo:

Adopsi Anak

Adopsi anak mulai ramai diperbincangkan sejak disinggung Ajudan Ferdy Sambo, Daden Miftahul Haq saat memberikan kesaksian di persidangan. Ia menyebut anak bungsu Sambo-Putri adalah hasil adopsi. Ditambah, kakak Brigadir J, Yuni Artika Hutabarat yang memberikan kesaksian.

Baca JugaBerikut Pernyataan Ferdy Sambo Bela Putri Candrawathi dan Permohonan Maaf ke Orang Tua Brigadir JKamaruddin Simanjuntak Ungkap Isi Pembicaraan Saat Bharada E Sungkem ke Ortu Brigadir J

Yuni mengaku menerima pesan Brigadir J soal keinginan Sambo dan Putri mengadopsi bayi laki-laki pada Maret 2020. Ia pun berusaha mencarikan anak untuk diadopsi, namun akhirnya gagal.

Putri pun membantah kesaksian tersebut. Ia menyebut tak pernah mengatakan keinginan adopsi kepada Brigadir J. Putri mengatakan tak pernah berkeinginan mengadopsi anak dari keluarga Brigadir J.

Baca JugaTGIPF: Ada Keengganan dari Dokter-dokter untuk Berikan Keterangan Kematian Korban Tragedi KanjuruhanSony Santa Monica Tawarkan Pemain, Pilihan Grafis Berbeda di Video Game God of War Ragnarok

“Sedikit menegaskan untuk ibu Yuni, saya tidak pernah menyampaikan Yosua untuk mengadopsi seorang anak dari keluarga Yosua,” ujar Putri dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11).

Penembak Ketiga

Putri juga membantah tuduhan yang dilayangkan Pengacara Keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak tentang dirinya yang ikut menembak Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022 lalu.

“Untuk Bapak Kamaruddin, mohon maaf pak saya terkejut ketika bapak menyampaikan kalau saya adalah penembak ketiga,” kata Putri.

Baca JugaGanjar Pranowo Berkemeja dan Masker Warna Merah Tiba di Kantor DPP PDI PerjuanganPerjalanan KA Lintas Selatan Terhambat, Ada Amblesan di Wilayah Cilacap

Putri merasa dirinya tidak terlibat dalam penembakan yang berimbas pada tewasnya nyawa Brigadir J. Karena ketika penembakan itu berlangsung, Putri mengaku tengah berada di dalam kamar untuk beristirahat.

Momen Minta Maaf

Putri telah menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua Brigadir J atas kejadian yang menewaskan anak mereka.

Ia menyampaikan duka cita yang dirasakan karena kepergian Brigadir J. Selain itu, Putri juga berharap orang tua Brigadir J dikuatkan dan diberkati oleh Tuhan.

Baca JugaAdik Nick Carter Personel Backstreet Boys Ditemukan Tewas di Rumahnya, Penyebab Kematian Aaron Carter Belum DiketahuiDetik-detik Sebelum Peristiwa Penembakan Brigadir J, Kuat Ma’ruf Pegang Leher Yosua

“Saya sebagai seorang ibu saya bisa merasakan, untuk itu dengan hati yang dalam saya mohon maaf untuk ibunda Yosua. Semoga Tuhan membuka dan menguatkan hati Ibu dan Bapak beserta keluarga. Tuhan Yesus memberkati Ibu dan Bapak sekeluarga,” jelas Putri.

Tak hanya itu, Putri juga menyampaikan bahwa dirinya siap untuk mengikuti proses hukum yang tengah berjalan. Putri berharap kasus ini dapat segera terungkap.

“Saya siap menjalankan sidang ini dengan ikhlas dan ketulusan hati, agar peristiwa dapat terungkap,” ucap Putri.

Baca JugaMAKI Ungkap Harga Sewa Private Jet PP yang Digunakan Brigjen Hendra Kurniawan Kunjungi Keluarga Brigadir J Sebesar Rp500 JutaEkonomi Ambruk hingga Banyak Persoalan di Indonesia, Ini Resep Benny K Harman

Sebagai informasi, pasangan suami istri Sambo-Putri didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan berencana bersama-sama dengan Bharada Richard Eliezer (E), Bripka Ricky Rizal (RR), dan Kuat Ma’ruf.

Keduanya melancarkan pembunuhan tersebut di rumah dinas yang terletak di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7) silam.

Oleh karena itu, karena perbuatannya, Sambo dan Putri didakwa melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (*)

Kirim Komentar