SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

BPJT: Titik Krusial Jalan Tol Cisumdawu, Jembatan Cikondang, Conggeang dan Kedongdong

WhatsApp Image 2022 09 23 at 20.04.43
JMSI Jabar dan Kadin Jabar dalam diskusi hybrid bertajuk Kupas Tuntas Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati -bagian ke-2. Sub judulnya Progres Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu.

SUDAH lebih dari 10 tahun, Jalan Tol Cisumdawu belum juga selesai. Pemerintah targetkan, progres pembangunannya berakhir November 2022. Nataru Sudah Bisa Digunakan?

Pertanyaan terkait hal tersebut dibedah JMSI Jabar dan Kadin Jabar dalam diskusi hybrid bertajuk Kupas Tuntas Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati -bagian ke-2. Sub judulnya Progres Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu.

Diskusi off linenya berlangsung di Lantai 6 Gedung Kadin Jabar Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Jumat 23 September 2022.

Baca JugaKepala BIN Irit Bicara Soal Pembahasan Rapat dengan Komisi I DPR, Legislator: Singgung Isu Kebocoran Data dan BjorkaKronologi OTT KPK Kasus Suap Pengurusan Perkara di MA

Kepala Sub Bidang Perencanaan Teknis, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Karamullah Wajhahu, mengatakan Jalan Tol Cisumdawu adalah jalan tol terbesar di Indonesia. Panjangnya 62,60 kilometer. Menghubungkan daerah Bandung, Sumedang, dan Majalengka.

Karamullah menjelaskan konstruksi jalan tol ini, dibagi menjadi 2 bagian pekerjaan. Dengan dukungan, pemerintah dan swasta (PT Citra Karya Jabar Tol –PT CKJT).

Baca JugaBandara International Jawa Barat Kertajati Bakal Berangkatkan Jemaah UmrohKanit Reskrim dan Anggota Polsek Penjaringan Ditangkap Gegara Kasus Jual Beli Uang Digital dalam Game Online

Seksi 1 dan Seksi 2 dikerjakan oleh pemerintah sepanjang 28,50 km dan seksi 3 sampai seksi 6 dikerjakan oleh swasta dari PT CKJT panjangnya 32,60 km.

Soal biayanya, berdasarkan laporan resmi BPJT, Kemenneg PUPR pembangunan jalan tol Cisumdawu, dari mulai seksi 1 sampai 6 menelan biaya konstruksi mencapai Rp5,5 triliun.

Adapun seksi-seksinya :

Cileunyi–Pamulihan sepanjang 11.45 km,
Pamulihan–Sumedang sepanjang 17.05 km, Sumedang-Cimalaka sepanjang 4.05 km, Cimalaka-Legok sepanjang 8.20 km,
Legok-Ujungjaya sepanjang 14.9 km, dan
Ujungjaya-Dawuan sepanjang 1.4 km.

Baca JugaIni Perbedaan Antara Dakwaan dan Eksepsi Ferdy Sambo Soal Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir JHasil Investigasi TGIPF: Pensiunan Jenderal Tekan Kapolres Malang, Jadwal Arema vs Persebaya Main Malam

Ditambahkan Karamullah, seksi 1 Ruas Cileunyi sampai Pamulihan resmi beroperasi 25 Januari 2022. Sudah 100 persen beroperasi. “Seksi 2, konstruksinya sudah selesai, ditargetkan fungsional. Panel sudah selesai, dapat dilalui kendaraan,” katanya.

Sedangkan seksi 3 sampai 6, yang dikerjakan oleh PT CKJT. “Ditargetkan rampung menjelang akhir tahun 2022,” tambahnya.

“Seksi 3, konstruksinya juga sudah selesai, Seksi 4 sampai 6 berdasarkan kunjungan 4 menteri, November 2022 Optimis selesai, Nataru sudah bisa digunakan,” jelasnya kembali.

Baca JugaDugaan Brigjen Hendra Kurniawan Gunakan Jet Pribadi Milik Mafia Judi Online, Polri Sebut Itu Materi Pemeriksaan TimsusAksi Warga China Protes Kebijakan Pembatasan Covid-19 Meluas ke Sejumlah Kota

Seksi 4 titik krusialnya ada pada jembatan. “Ada tiga jembatan disana. Cikondang, Conggeang dan Kedongdong,” katanya. (*)

Kirim Komentar