SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Berikut Ucapan Lengkap Ibu Brigadir J di Hadapan Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal

56975683
Ibu Yosua atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak meluapkan emosinya pada Kuat Maruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 2 November 2022. (Tangkapan layar/CNN)

IBU Brigadir N Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak, meluapkan emosinya di hadapan dua terdakwa kasus pembunuhan anaknya, Kuat Ma’ruf dan Bripka Ricky Rizal. Rosti meminta kedua terdakwa itu berbicara jujur.

Rosti mengatakan hal itu saat menjadi saksi dalam sidang Kuat dan Ricky di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Rabu (2/11/2022). Curahan hatinya itu disampaikan setelah Rosti mendapat izin untuk berbicara dari hakim.

Berikut ini ucapan lengkap ibunda Yosua:

Di dalam kasus ini, Kuat Ma’ruf skenario yang sangat hebat, sangat luar biasa saya lihat di dalam kasus ini kalian mengetahui semua. Bahkan menginginkan daripada kematian anakku. Jadi kamu sama atasan kamu Ferdy Sambo dan Putri sangat-sangat luar biasa skenariomu.

Baca JugaRusia: Wartawan Barat Harus Lebih Jujur, Mereka Harus Menulis KebenaranFakta-fakta Terbaru Berdendang Bergoyang Festival Musik hingga 2 Orang Jadi Tersangka

Kebohongan-kebohongan di sini dia minta maaf sesudah anakku hampir 5 bulan tewas di tangan kalian semua. Sungguh luar biasa kalian sebagai manusia yang memiliki hati nurani. Kita sama-sama ciptaan Tuhan kok, tapi baru sekarang ada kesadaran kamu minta maaf kepada ibu, ibunda daripada Yosua yang saat kau bunuh dengan sangat sadisnya, sangat kejinya perbuatan kalian, segerombolan kalian di rumah bapak itu, menghabisi nyawa anakku dengan sadis tanpa memberikan satu pertolongan buat anakku

Kalian yang tahu gimana ini semua, kejahatan apa yang kalian tutupin, kejahatan apa yang kalian tutupi di sini bersama atasanmu itu? Sama si PC mu itu? Jadi tolong jujur!

Baca JugaUsai Kerusakan, Pesawat Pengintai AS Terbang Dekat Lokasi Pipa Nord Stream 2 yang Pecah di Laut BaltikTemuan Belasan Karung Berisi Bangkai Ayam di Sungai Ngaglik Salatiga

Kamu sudah katakan maaf tadi, maaf tidak hanya ada di bibir. Maaf itu mohon pengampunan pada Tuhan. Jadi saya sebagai orang tua yang sudah kalian hancurkan harapan anakku. Yang sudah hancurkan kebanggaanku yang melahirkan anakku, yang sudah kuajari selalu hormat kepada orang jangan suka membuat kesalahan pada orang, saya selalu mengajari anakku agar selalu rukun, Saya selalu bertanya ke anakku dan memberi nasihat ‘mohon anakku di manapun kau merantau biar kamu aman dan baik harus baik pada orang sekitarmu’.

Terlebih kamu satu rumah dan satu atasan, saya sangat heran dalam peran ini. Kalau aku lihat di berita, ini baru aku sadar, bukan aku sok tahu, ini sangat berat, saya tidak ikuti kasus ini, baru ini ku diberi kemampuan pada Tuhan di dalam kasus anakku ini.

Jadi ada apa di dalam ini semua? tolong ya. Minta tolong karena kalian punya ibu juga, punya keluarga dan keturunan, agar jangan hidup kalian sia-sia, dan mata kalian yang sudah dikasih Tuhan jangan tidak berguna dengan kematian anakku.

Baca JugaTerungkap Motif Aipda HR Coret Kantor Polres Luwu ‘Sarang Pungli’ dan ‘Sarang Korupsi’Kementerian PPPA: 33 Anak Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan, Paling Kecil Umur Empat Tahun

Jadi permintaan maaf itu jangan hanya di bibir seperti Ferdy Sambo dan Putri, hanya di bibir kata maafnya! Berikan itu dari hati nurani yang sangat dalam. Diberikan itu di depan Tuhan, cuma Tuhan Yang Maha Mengetahui, melihat dan Tuhan memahami jeritan tangis anakku, anakku satu-satunya, setega itu kalian di rumah itu, luar biasa, di mana hati kalian?

Hewan aja mati pasti mendapatkan pertolongan, ini kalian manusia diciptakan Tuhan, punya mata, punya hati. tapi satupun kalian dan Ferdy Sambo mengikuti skenario atasanmu dan Putri-mu yang kau banggakan itu

Ada apa kamu sama si Putri itu, Kuat Ma’ruf?! Ada apa? Siapa kamu di dalam itu? Siapanya si Putri kamu? Sampai kamu mendesak mengatur si Putri. Saya orang kecil saja tidak bolehkan orang lain di rumah mengatur, apalagi kepada istri yang bukan istri kita.

Baca JugaMomen JPU Sebut Acay Tim CCTV Kasus KM50 di Sidang Pembunuhan Berencana Brigadir JDilaporkan 3.000 Laporan Orang Hilang, Polisi Korea Selatan Dalami Penyebab Tragedi Halloween di Itaewon

Ini ingat ya! Camkan dalam-dalam, bagaimana atasanmu membuat skenario, Tuhan akan melihat, kami di sini, saksi 12 orang memang kami orang lemah. Tapi kami yakin di hadapan Tuhan kami akan diperhitungkan.

Kami mohon Pak Hakim dan Pak Jaksa berikan kami keadilan yang seadil-adilnya hanya itu harapan kami karena hakim adalah wakil Tuhan buat kami, orang yang lemah. Ferdy Sambo tidak memiliki hati nurani. Tidak satu pun di antara mereka, mereka berskenario kebohongan demi kebohongan.

Kepada penasihat hukum Kuat Ma’ruf, tolong diselidiki Kuat Ma’ruf sebenarnya, jangan hanya berkata maaf, kalau maaf di bibir gampang 1.000 kali bisa disebutkan dalam setiap menit. Tapi buktikan kata maafmu itu, terlebih di hadapan Tuhan. Kalau anakku yang kalian inginkan kematiannya sudah berakhir.

Baca JugaKorban Cianjur Bertambah Jadi 310 Orang Meninggal Dunia, 24 HilangMampukah Gerakan Pendukung ‘Radikal’ Ganjar Pranowo Tembus Pilpres 2024?

Sudah puas kah kalian dengan kematian anakku itu? Bersama-sama kalian segerombolan, kejahatan apa yang tersembunyi? Mohon maaf yang mulia sangat banyak, di sinilah saya bisa meluapkan, bagaimana hancurnya hatiku. Di sinilah saya bisa ketemu Kuat Ma’ruf yang begitu besar perannya bersama bu Putri membunuh anakku almarhum Yosua.

Begitu juga Ricky, bagaimana sikapmu sebagai patriot, sumpah yang kau lakukan di depan hakim dan Tuhan. Jadi sebagai kamu punya ibu, anak, keturunan. Apa yang kita tabur, tanam, suatu saat akan kita tuai. Jadi kalau kamu minta maaf di sini mohon berkata jujur. Jangan ikuti skenario-skenario kebohongan. Saya minta jangan hanya di mulut, mulut itu gampang, ini (mulut) adalah harimaumu yang menerkam dirimu sendiri, jadi berkata jujur. (*)

 

Kirim Komentar