SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Berikut Poin-poin Kesaksian yang Terungkap Para Saksi di Persidangan Bharada E

a97dd718 2689 48f6 895d f78c54ce2ca7
Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) yang merupakan terdakwa dari kasus pembunuhan berencana Brigadir J, kini tengah jalani sidang 12 saksi hari ini Selasa (25/10), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

SIDANG kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E kemarin digelar dengan agenda pemeriksaan saksi.

Adapun saksi yang diperiksa berjumlah 12 orang. Para saksi itu terdiri dari keluarga Brigadir J termasuk kekasihnya Vera Simanjuntak.

Saksi pertama yang dihadirkan adalah kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Dalam kesaksiannya, Kamaruddin mengungkapkan peristiwa yang diketahuinya seputar pembunuhan Yosua.

Baca JugaPesawat Raksasa AS Boeing C-17 Globemaster III di Bali Bikin Heboh Warganet, Ini SpesifikasinyaHasil Otopsi 4 Orang 1 Keluarga Meninggal Dunia Diduga Tidak Makan dan Minum Cukup Lama

“Yang saya ketahui dan teman-teman saya berdasarkan investigasi bahwa ini pembunuhan terencana yang sudah direncanakan sejak di Magelang,” kata Kamaruddin di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 24 Oktober 2022.

Berikut poin poin kesaksian yang disampaikan para saksi di persidangan kemarin:

Baca JugaSaksi Ungkap Ferdy Sambo Sosok yang Gampang MarahKorban Peretasan Akun Medsos Awak Narasi TV Bertambah 24 Orang

1. Pembunuhan Berencana

Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, dalam peristiwa pembunuhan Brigadir J, sejak awal dia melihat banyak kejanggalan yang terjadi.

Salah satunya adalah kejanggalan tentang luka yang ada di tubuh jenazah Yosua. Berikut soal peti jenazah yang tidak boleh dibuka oleh pihak keluarga ketika tiba di rumah Jambi.

“Maka menurut saya sangat janggal. Saya langsung yakin membuat laporan dugaan tindak pembunuhan berencana,” kata dia.

Baca JugaTimnas Indonesia U-17 Digulung Malaysia 1-5, Bima Sakti: Saya Bertanggung Jawab Atas Kekalahan IniPDI Perjuangan Jatuhkan Sanksi Teguran Lisan, Hasto Kristiyanto: Pak Ganjar Langgar Instruksi

Di samping itu, Kamaruddin menyebut informasi terkait pelucutan atau penyembunyian barang bukti DVR kamera pemantau (CCTV) juga semakin menguatkan kesimpulan bahwa kematian Brigadir J akibat pembunuhan berencana.

“Mereka-mereka para terdakwa khususnya yang berpangkat tinggi ini ada dugaan bisnis gelap yang diduga diketahui oleh almarhum,” kata Kamaruddin.

2. Kamaruddin Sebut Putri Candrawathi Ikut Tembak Yosua

Dalam keterangannya, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan berdasarkan investigasnya, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi diduga ikut menembak Brigadir J. Sehingga, kata dia, ada tiga pelaku penembakan yaitu Bharada E, Ferdy Sambo, dan Putri Candrawathi.

Baca JugaJaksa Sesalkan Sikap Ricky Rizal Tidak Selamatkan Brigadir J yang Bakal Ditembak Mati Ferdy SamboIjazah Jokowi Asli Lulusan Fakultas Kehutanan, Berikut Pernyataan Lengkap Rektor UGM

“Kami temukan fakta baru bahwa yang menembak adalah Ferdy Sambo dan Richard Eliezer atau Bharada Richard Eliezer bersama dengan Putri Candrawathi,” kata Kamaruddin di hadapan majelis hakim.

Kamaruddin mengeluarkan dugaan itu setelah mengetahui ada selongsong peluru dan jenis senjata yang berbeda dalam kasus itu. 

Kamaruddin menjelaskan bahwa ada tiga selongsong peluru yang ditembakkan di tubuh Brigadir J, yakni ada yang buatan Jerman, Austria dan Ukraina.

Baca JugaTerungkap Siti Elina Todong Paspampres di Depan Istana Merdeka Tanpa Peluru, Ingin Bertemu Jokowi Bilang Dasar Negara Indonesia SalahKorban Tragedi Kanjuruhan, Hijaber Cantik Ini Alami Mata Merah dan Kantung Matanya Hitam Kebiruan

“Nah, jadi berdasarkan selongsong peluru dan jenis-jenis senjata inilah kita dapat informasi kalau pelakunya tiga,” ucapnya.

Namun ia mengatakan melimpahkan kepada hakim untuk menguji kebenaran dai temuan informasi itu.

3. Kuasa Hukum Bharada E Bantah Soal Putri Candrawathi Ikut Tembak Yosua

Baca JugaDaryanto alias Kodir Mengaku Diperintah Ferdy Sambo Panggil Kasatreskrim Usai Brigadir J TewasRevolusi Baru Anies Baswedan

Kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy mengklarifikasi pernyataan Kamaruddin yang menyebut Putri Candrawathi ikut menembak Brigadir J adalah tidak benar.

“Jadi yang perlu kita luruskan di sini bahwa penembakan itu adalah klien saya Richard Eliezer pertama kali, kemudian disusul oleh Ferdy Sambo,” katanya lagi.

4. Ibu Brigadir J Sebut Sang Anak Tak Pernah Mengeluh

Rosti Hutabarat, ibu dari Brigadir J menangis histeris saat memberi kesaksian dalam sidang kasus pembunuhan anaknya di PN Jaksel kemarin.

Baca JugaKeberadaan Ponsel Brigadir J Usai Penembakan di Rumah Ferdy Sambo Mulai TerkuakBuka Suara Soal Rumor di PBSI Cipayung, Herry IP: Kevin Tak Mau Berlatih dengan Saya

“Dengan mata terbuka anak saya dihabisi, anak saya dicabut nyawanya, nyawa itu adalah hak Tuhan,” kata Rosti terbata sembari menangis di Ruang Sidang Utama Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 24 Oktober 2022.

Rosti menyebut selama bekerja di Jakarta, Brigadir J kerap mengabarkan kondisinya yang baik-baik saja, dan tidak pernah bercerita keluhan maupun duka.

Ia mengaku berpesan pula kepada anaknya tersebut agar senantiasa menghormati dan patuh terhadap atasannya, di mana disebutnya semasa hidupnya pun Brigadir J selalu mendengarkan nasihat orang-tuanya.

Baca JugaPenguji Forensik Puslabfor Polri Ungkap Temukan 12 Butir Peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKPSelain Ganjar Pranowo, Dewan Kolonel Loyalis Puan Maharani Kena Sanksi Keras dari PDI Perjuangan

Sehingga, sambungnya, hatinya hancur mendapati kabar kematian anaknya yang justru habis di tangan atasannya sendiri, yang dianggapnya sebagai wali dari orangtua di tanah tempat Brigadir J merantau untuk bekerja.

“Saya bilang ‘Kamu harus baik, itu wali-mu di sana, jadi kamu harus hormat kepada atasanmu’. Jadi selalu saya menyarankan anak seperti itu,” tutur Rosti.

Pada kesempatan itu Rosita juga meminta Bharada E agar dapat menyampaikan informasi yang sejujurnya agar dapat menguak perkara pembunuhan berencana terhadap anaknya. 

Baca JugaSejumlah Fakta Berupa Chat Satu Arah Penuh Emosi Negatif di Ponsel Keluarga KalideresArif Rachman Arifin Akui Disuruh Anak Buah Ferdy Sambo Hapus Dokumentasi Foto Hasil Visum hingga Peti Mati Brigadir J

Hal tersebut, ujarnya lagi, juga diperlukan untuk memulihkan nama baik Brigadir J.

“Itu anak saya sudah terbunuh habis dan keji, masih selalu difitnah rekayasa mereka. Jadi Bharada E ada di dalamnya, mohon karena kita diajarkan saling berkata jujurlah, saling mengampuni, berkata jujurlah sejujur-jujurnya jangan ada yang ditutup-tutupi,” kata Rosti.

5. Bharada E Janji Jujur dalam Persidangan

Richard Eliezer atau Bharada E dalam sidang itu mengatakan akan berkata jujur selama menjalani persidangan kasus pembunuhan Brigadir J.

Baca JugaPeristiwa Kelam Pembunuhan 6 Jenderal 1 Letnan Satu: G30S, Gestapu, Gestok, dan G30S/PKIPeringati Sumpah Pemuda, Relawan Ganjar Tegaskan Sangat Militan dan Bukan Pendukung Asal-asalan

“Saya cuma menyampaikan saya akan berkata jujur, saya akan membela abang saya, Bang Yos (Brigadir J), terakhir kalinya,” kata Bharada E di akhir sidang menanggapi kesaksian keluarga korban.

Ia kemudian mengaku secara pribadi tidak mempercayai Brigadir J melakukan pelecehan terhadap Putri Candrawathi, istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

“Saya tidak menyakini Bang Yos melakukan pelecehan, hanya itu saja yang bisa saya sampaikan,” ujarnya.

Baca JugaTerkait Tragedi Kanjuruhan Instruksi Jokowi Jelas: Investigasi Tuntas, Sanksi yang BersalahPria Bersenjata Berkaos Lambang Swastika Tewaskan 15 Orang di Sekolah Rusia

Dia juga menyatakan siap dengan konsekuensi hukum yang harus diterima atas keterlibatannya dalam pembunuhan berencana Brigadir J yang nantinya diputuskan oleh majelis hakim dalam persidangan.

“Saya ingin mengatakan saya siap apa pun yang akan terjadi dan apa pun keputusan hukum terhadap diri saya,” ujarnya pula.

Hakim ketua Wahyu Iman Santosa pun kemudian bertanya kepada Bhatada E kebenaran keterangan saksi yang disampaikan di persidangan.

Baca JugaTragedi Kanjuruhan Catat Korban Anak-anak Usia 4-17 Tahun, 8 Perempuan 25 LakiPaulus Waterpauw Somasi Tim Kuasa Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe: Kalau Terjerat Korupsi Hadapi saja, Jangan Dipolitisir

“Mohon izin Yang Mulia untuk keterangan saksi benar semua,” jawab Bharada E.

Usai sidang, kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy menegaskan permohonan maaf dan penyesalan kliennya terhadap keluarga Brigadir J. Ia pun menyebut kliennya tidak mengelak atas perbuatannya dan telah memberikan keterangan secara terbuka dalam persidangan.

“Klien kami mengutarakan rasa penyesalannya, ya. Permintaan maafnya tadi pada keluarga korban, semoga ini bisa diterima. Kami sampaikan bahwa proses hukumnya tetap berjalan, kami hormati faktanya klien saya sudah menyampaikan semuanya,” ujarnya lagi. (*)

Kirim Komentar