SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Berikut Peran 6 Anak Buah Ferdy Sambo

cctv duren tiga diserahkan ke polres jaksel ferdy sambo marah marah11 700
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

SURAT dakwaan jaksa mengungkapkan masing-masing peran anak buah Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat. Enam anak buah Sambo ini didakwa merusak CCTV yang membuat terhalanginya penyidikan kasus pembunuhan Yosua Hutabarat.

Enam anak buah Sambo itu adalah Brigjen Hendra Kurniawan, AKBP Arif Rachman Arifin, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama, dan AKP Irfan Widyanto. Peran mereka terungkap setelah jaksa membacakan dakwaan masing-masing terdakwa di PN Jaksel, Rabu (19/10/2022).

Berikut ini peran keenam anak buah Ferdy Sambo:

Hendra Kurniawan

Peran Hendra Kurniawan adalah turut membantu Ferdy Sambo menghilangkan barang bukti berupa rekaman CCTV rumah Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Setidaknya ada 4 poin peran Mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri ini;

Baca JugaCerita Tim CCTV di Kasus KM50, AKBP Ari Cahya Terima Telepon Ferdy Sambo Usai Brigadir J TewasKriminolog Sebut 4 Jenazah 1 Keluarga di Kalideres Sengaja Kelaparan, Penganut Paham Akhir Dunia atau Apokaliptik

  • Memerintahkan Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama (Mantan Kaden A Ropaminal Divisi Propam Polri) dan Ari Cahya Nugraha alias Acay yang merupakan tim CCTV pada saat kasus KM 50 untuk mengecek CCTV rumah Ferdy Sambo
  • Memerintahkan Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama dan anggota Ari Cahya Nugraha alias Acay untuk mengamankan rekaman CCTV asli yang berkaitan dengan rumah Ferdy Sambo
  • Memerintahkan AKBP Arif Rachman Arifin (Mantan Wakaden B Ropaminal Divisi Propam Polri) agar menemui penyidik Polres Jaksel untuk membuat satu folder khusus untuk menyimpan file-file dugaan pelecehan Putri Candrawathi, yang mana kata jaksa tidak ada peristiwa pelecehan.
  • Hendra Kurniawan tetap menjalani perintah Ferdy Sambo yakni menghancurkan file barang bukti CCTV meski sudah tahu Ferdy Sambo berbohong terkait peristiwa tembak menembak antara Richard Eliezer dan Yosua Hutabarat sebagaimana klaim Sambo. Hendra memilih percaya pada Sambo padahal bukti CCTV berkata lain.

“Terdakwa Hendra Kurniawan berkata ‘sudah rif, kita percaya saja’,” ucap jaksa menirukan kalimat Hendra yang meyakinkan AKBP Arif Rachman Arifin.

Baca JugaBPOM Ungkap Seluruh Varian Mie Sedaap yang Beredar di Indonesia Aman DikomsumsiKomnas HAM: Ada 7 Pelanggaran HAM di Tragedi Kanjuruhan

Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama

Sedangkan peran mantan Kaden A Ropaminal Divisi Propam Polri ini sebagai berikut;

  • Menyusuri CCTV dan mengamankan DVR CCTV rumah Ferdy Sambo bersama AKP Irfan Widyanto
  • Memerintahkan AKP Irfan mengganti DVR CCTV Komplek Polri Duren Tiga, dan CCTV rumah Ridwan Soplanit dengan yang baru.

AKBP Arif Rachman Arifin
Lalu, AKBP Arif selaku mantan Wakaden B Ropaminal Divisi Propam Polri memiliki tiga peran berikut ini;

Baca JugaLongsor Sapu Bersih Pemukiman di Pulau Ischia ItaliaWanita Terobos Istana Negara Bawa Pistol, Kapolda Metro Jaya: Masyarakat Tidak Usah Khawatir, Situasi Jakarta Kondusif

  • Menjalankan perintah Brigjen Hendra Kurniawan dengan mendatangi Polres Jaksel dan menemui penyidik untuk membuat satu folder khusus untuk menyimpan file-file dugaan pelecehan ibu Putri Candrawathi, meski hal itu tidak terlaksana lantara rekaman CCTV berada di Kompol Chuck Putranto.
  • Menonton unduhan atau hasil copyan DVR CCTV rumah sekitar Ferdy Sambo dan telah mengetahui bahwa Yosua masih hidup sehingga klaim Sambo terkait tembak-tembakan terpatahkan, tapi Arif tidak menghentikan Sambo malah melanjutkan perintah Sambo menghilangkan bukti
  • Patuh pada Ferdy Sambo dan menghancurkan bukti yakni mematahkan laptop unntuk menghilangkan jejak DVR CCTV

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius