SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Berikut 10 Tersangka Terkait Kasus Suap Pengurusan Perkara di MA, Salah Satunya Hakim Agung

Sejarah Mahkamah Agung
Mahkamah Agung RI

KPK menggelar konferensi pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Mahkamah Agung (MA) dua hari lalu. Dalam konferensi pers dijabarkan bahwa tidak ada hakim agung yang terjaring OTT saat itu. Namun ada salah seorang hakim agung yang ditetapkan sebagai tersangka terkait OTT tersebut.

“Pada kegiatan tangkap tangan, tim KPK telah mengamankan 8 orang pada hari Rabu (19/9/2022) pukul 15.30 WIB di wilayah Jakarta dan di Semarang sebanyak 8 orang sebagai berikut,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers, Jumat (23/9/2022) dini hari.

Berikut 8 orang yang terjaring OTT KPK di MA dan Semarang:

  1. Desy Yustria, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
  2. Muhajir Habibie, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
  3. Edi Wibowo, panitera Mahkamah Agung
  4. Albasri, PNS Mahkamah Agung
  5. Elly Tri, PNS Mahkamah Agung
  6. Nurmanto Akmal, PNS Mahkamah Agung
  7. Yosep Parera, pengacara
  8. Eko Suparno, pengacara

Baca JugaYang Perlu Anda Ketahui Terkait Fakta Tragedi Halloween di Kawasan ItaewonJasa Marga Bocor, Berikut Korban Peretasan Desorden

Firli menjelaskan OTT KPK di MA tersebut terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara. Salah seorang hakim agung dan panitera pengganti ikut ditetapkan sebagai tersangka.
Advertisement

“Berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang cukup, maka penyidik menetapkan sebanyak 10 orang sebagai tersangka sebagai berikut: Pertama, ST hakim agung pada MA RI; kedua ETP hakim yudisial/panitera pengganti pada MA,” ucap Firli.

Baca JugaPrancis-Iran Tegang Usai Video Pengakuan Mata-mataVideo Pengakuan Mata-mata: Cecile Kohler-Jacques Paris Dirilis Sebelum Prancis Imbau Warganya Tinggalkan Iran

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron meminta maaf karena menyebut hakim agung terjaring OTT. Ghufron kini mengatakan siapa saja yang terjaring OTT akan disampaikan setelah ekspose perkara.

“Tentang apakah hakim atau tidak, tunggu dulu ya. Ini masih nunggu ekspose dulu, mohon disebarkan ke yang lain mohon maaf sampai ada kejelasan,” kata Ghufron kepada wartawan, Kamis (22/9). (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius