SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Begini Tanggapan Pengacara Putri Candrawathi Terkait Kesaksian Kamaruddin Simanjuntak

3556006684
Febri Diansyah bersama penasehat hukum Putri Candrawathi lain di persidangan di PN Jakarta Selatan. (ikbal muqorobin)

TIM Kuasa Hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi menanggapi soal kesaksian pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak, saat sidang pemeriksaan saksi dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer.

Sebelumnya, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu, Kamaruddin menyampaikan sejumlah hal. Di antaranya soal Putri Candrawathi sempat menggoda Yosua hingga ikut menembak.

Pengacara Putri, Febri Diansyah, membantah tuduhan tersebut. Menurut dia, seharusnya dalam memberikan keterangan sebagai saksi, Kamaruddin menyampaikan keterangan dengan benar. Jangan sampai, lanjut Febri, informasi yang disampaikan bohong dan tidak terverifikasi kebenarannya lalu disampaikan di depan majelis hakim.

Baca JugaTerungkap ‘Skuad Lama’ yang Disinggung Brigadir J, Ternyata Kuat Ma’rufDubes Rusia untuk Indonesia Sebut Kehadiran Valdimir Putin pada KTT G20 di Bali Ditentukan Situasi Geopolitik

“Kami membantah secara tegas tuduhan dan fitnah yang keji pada Bu Putri yang dituduh melakukan penembakan. Bahkan Jaksa Penuntut Umum dan berkas-berkas perkara yang ada tidak pernah bicara demikian. Dalam kesempatan ini, kami juga menyimak pernyataan Majelis Hakim yang mengatakan bahwa pernyataan saksi tersebut tidak jelas dan sulit diverifikasi kebenarannya,” kata Febri dalam keterangannya, Selasa (25/10).

Selain itu, lebih lanjut Febri menyatakan pihaknya membantah soal kesaksian yang menyebut adanya persoalan keluarga antara Ferdy Sambo dan Putri.

Baca JugaKlarifikasi BNI Terkait Saldo Rekening Brigadir J Senilai Rp100 TriliunDitekuk Maroko di Piala Dunia 2022 Qatar, Suporter Timnas Belgia Mengamuk di Brussel

Dalam persidangan, Kamaruddin menyebut Sambo sempat bertengkar dengan Putri. Hal itu terjadi pada 6 atau 7 Juli 2022 di Magelang. Tak dibeberkan lebih jauh apakah peristiwa penggodaan dari Putri ke Yosua itu sebelum atau sesudah pertengkaran Sambo dengan Putri.

“Kami juga membantah asumsi yang dibangun tentang kondisi Pak Ferdy Sambo dan Bu Putri yang dikatakan seolah-olah persoalan dalam hubungan keluarga saat pak Ferdy Sambo kembali ke Jakarta,” ujarnya.

“Justru pada tanggal 7 Juli 2022 tersebut terjadi suasana yang sangat hangat dalam perayaan ulang tahun perkawinan ke-22. Tidak saja kehangatan pak Ferdy Sambo dengan Bu Putri tetapi juga dengan seluruh ajudan dan ART di rumah tersebut,” sambung Febri.

Baca JugaPolisi Tangkap 5 Tersangka Terkait Kasus Penembakan Novita Kurnia Sari di Texas, Pelaku Masih di Bawah UmurKejagung: Susi Pudjiastuti Keluarkan Kuota Garam 1,8 juta ton, Kemenperin Justru Impor Garam 3,7 Juta Ton

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau agar semua pihak dapat mengawal kasus ini dengan mencermati fakta demi fakta yang muncul di persidangan.

“Hanya dengan setia pada fakta dan buktilah proses hukum yang objektif bisa dilakukan. Jangan sampai kebohongan dan informasi tidak jelas mengotori ruang persidangan yang sama-sama kita hormati,” tuturnya.

“Perlu kita ingat, kebohongan yang disampaikan di sidang ada risiko pidana dan merupakan bentuk penghinaan terhadap pengadilan,” tandasnya.

Baca JugaTeguh Santosa: Pernyataan Yair Lapid Adalah Pengakuan Tegas Atas Eksistensi PalestinaBermula dari Video Viral, Polri Pecat 3 Anggota Tersangka Percobaan Pencurian Motor di Medan

Versi Dakwaan

Dalam versi dakwaan, tidak disebutkan soal adanya godaan yang dilakukan oleh Putri terhadap Yosua. Begitu juga soal Putri yang turut menembak Yosua.

Dalam dakwaan, peristiwa penembakan Yosua dipicu kejadian di rumah Magelang. Putri melapor ke Sambo bahwa dirinya dilecehkan oleh Yosua. Cerita Putri ini kemudian memicu emosi Sambo hingga melakukan pembunuhan.

Sementara saat penembakan Yosua, di dalam dakwaan hanya disebutkan bahwa eksekutor dua orang. Mereka adalah Bharada Eliezer yang menembakkan 3-4 kali atas perintah Sambo. Kemudian diakhiri dengan tembakan ke arah kepala bagian belakang Yosua oleh Sambo.

Baca JugaAlasan Ambil Pisau Usai Kejadian Keributan dengan Brigadir J, Kuat Ma’ruf Sebut Dengar Teriakan Susi dari Kamar Putri CandrawathiPolisi Amankan Warga Indramayu Diduga Kurir Paket Terkait Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo

Putri saat itu disebut berada di kamar pribadinya di lantai 2 saat penembakan terjadi.

Atas perbuatannya, Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Eliezer, Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal didakwa dengan pasal pembunuhan yakni 340 atau 338 KUHP. (*)

Kirim Komentar