SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bareskrim Polri Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan 2 Jam Tangan Mewah Richard Mille Rp77 Miliar

jam tangan richard mille rm 57 03 wg black sapphire dragon dok tony sutrisno korban yang melapor polisi karena merasa ditipu p 2
Jam tangan Richard Mille RM 57-03 WG Black Sapphire Dragon. (Dok Tony Sutrisno, korban yang melapor polisi karena merasa ditipu pembelian jam tangan)

PENYIDIK Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menghentikan penyelidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dua jam tangan mewah merek Richard Mille seharga Rp 77 miliar. Bareskrim menyebut tidak menemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.

“Iya sudah dihentikan proses lidiknya,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (23/9/2022).

Dikatakan Whisnu, kasus tersebut dihentikan karena tidak menemukan unsur pidana penipuan. Hal itu dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Baca JugaKodir ART Ferdy Sambo Mengaku Bersihkan Bercak Darah Bekas Pembunuhan Brigadir JWNI Korban Penembakan Salah Sasaran di Texas, Dilaporkan Meninggal Dunia

“Fakta dari hasil gelar perkara belum ditemukan adanya dugaan tindak pidana. Belum ditemukan peristiwa pidananya sehingga demi kepastian hukum maka perkara tersebut dihentikan proses penyelidikannya,” ucapnya.

Secara terpisah, pihak pelapor dugaan penipuan, Tonny Sutrisno menyayangkan sikap Bareskrim Polri yang memutuskan penyelidikan kasus tersebut. Tony melalui kuasa hukumnya, Heru Waskito menduga bahwa kasus itu dihentikan karena ada permainan yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca JugaAda Pergerakan Tanah di Jawa Barat, Ini Penyebabnya Menurut PVMBGInilah Wajah 12 Orang Pelaku Pembantaian 4 Pekerja Proyek Jalan Trans Bintuni-Maybrat

“Hal ini membuat Tony Sutrisno kecewa terhadap kinerja kepolisian yang dianggap tidak responsif dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang menjadi korban kejahatan. Pihak Tony Sutrisno juga mencurigai adanya permainan kasus dalam menangani perkara penipuan dan penggelapan yang menyeret nama Richard Mille Jakarta ini,” tutur Heru.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengusut kasus dugaan penipuan dan penggelapan dua jam tangan mewah merek Richard Mille senilai Rp 77 miliar.

“Penyidik sudah menerima laporannya, sekarang dalam proses lidik,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (6/4/2022).

Baca JugaMobil Gubernur Ganjar Pranowo Tiba-tiba Berhenti Saat Melintasi Tol Bawen-Ungaran, Padamkan ApiAksi Warga China Protes Kebijakan Pembatasan Covid-19 Meluas ke Sejumlah Kota

Kasus tersebut pertama kali dilaporkan oleh korban yang merupakan pengusaha Tony Sutrisno (TS). Laporan tersebut telah teregister dengan nomor: ST/265/VIL2021/Bareskrim Polri pada 26 Juni 2021. Terlapor kasus tersebut merupakan seseorang bernama Richard Lee yang merupakan brand manager Richard Mille Indonesia.

Dikatakan Gatot, tim penyelidik masih melakukan penyelidikan dan telah memeriksa beberapa saksi. Namun, penyelidik belum memiliki cukup bukti untuk menaikkan perkara ke tingkat penyidikan.

“Ada beberapa saksi yang sudah diambil keterangan, tetapi belum bisa mengerucut ke penyidikan,” ucapnya.

Baca JugaMantan Kasatreskrim Polres Jaksel Ungkap Adanya Intervensi dari Ferdy Sambo Saat Pengusutan Kematian Brigadir JProtes Warga Usai Jokowi Naikkan Harga BBM, Said Didu: Fakta Utang Sudah Bebani Rakyat

Diketahui, Tony Sutrisno membeli dua jam mewah merk Richard Mille seharga Rp 77 miliar. Namun, hingga kini dua jam tersebut belum diterimanya. Jam tangan tersebut jenis Black Sapphire dengan harga Rp 28 miliar dan Blue Sapphire Rp 49 miliar. (*)

Kirim Komentar