SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

ART Ferdy Sambo Klaim CCTV di TKP Pembunuhan Brigadir J Rusak, Kodir: Monitor Enggak Ada Gambar Sama Sekali

ART Ferdy Sambo, Diryanto alias Kodir. (Foto: PMJ News/ Fjr)

ASISTEN rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Diryanto alias Kodir, mengaku sudah 10 tahun bekerja dengan keluarga Sambo. Dia mengklaim CCTV di dalam rumah dinas Sambo yang menjadi TKP pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat rusak.

Hal itu diceritakan Kodir saat menjadi saksi dalam sidang kasus perusakan CCTV yang menghambat penyidikan pembunuhan Yosua dengan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria di PN Jaksel, Kamis (3/11/2022).

“Kamu ART hampir 10 tahun, di TKP pas Yosua tergeletak di bawah tangga, CCTV mana yang mati?” tanya jaksa.

Baca JugaAksi Penembakan Massal di 2 Sekolah BrasilAda Upaya Pembunuhan dari Pasukan Khusus AS, Inggris dan Ukrina, Vladimir Putin Tak Hadir di KTT G20 di Bali,

“Setahu saya semua. Karena di monitor nggak ada gambar sama sekali,” ucap Kodir.

Kodir mengatakan monitor CCTV terdapat di depan kasur kamar Putri Candrawathi. Dia menyebut layar monitor di kamar Putri itu hitam.

Baca JugaBerikut Kesaksian Ajudan dan ART Ferdy Sambo: Berbohong hingga Brigadir J Antar Kue Ultah PernikahanPertemuan Prabowo Subianto-Jokowi, Apa yang Dibahas?

“Monitor di mana?” tanya jaksa.

“Di depan kasur di ruang Bu Putri. Saya nggak bisa pastikan. Yang pasti di monitor hitam no signal,” ujar Kodir.

Ada CCTV di Dalam Rumah Sambo

Informasi soal keberadaan CCTV di dalam rumah dinas Sambo disampaikan AKBP Ridwan Soplanit. Namun Ridwan menyatakan Ferdy Sambo mengklaim CCTV itu rusak.

Sebagai informasi, Yosua tewas ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di kompleks Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7). Ridwan saat itu menjabat Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan.

Baca JugaWSJ: Ajudan Biden Jalin Percakapan Rahasia dengan Staf Kremlin-Sekretaris Dewan Keamanan RusiaBokir Napi Narkoba Kabur 3 Hari dari Lapas Cipinang Berhasil Ditangkap

Ridwan mengaku datang ke rumah Ferdy Sambo karena ditelepon oleh mantan Kadiv Propam Polri tersebut. Ridwan mengaku melihat setidaknya ada dua CCTV di dalam rumah Ferdy Sambo saat itu.

Hal itu disampaikan Ridwan saat menjadi saksi dalam sidang kasus perusakan CCTV hingga menghambat penyidikan pembunuhan Yosua dengan terdakwa AKP Irfan Widyanto di PN Jaksel, Kamis (3/11).

“Apakah Saksi di situ sudah melihat ada CCTV?” tanya jaksa.

“Saat saya masuk ke TKP saat itu saya melihat CCTV. Saya kemudian, saya mengarahkan semua barang bukti yang ada di TKP segera dilakukan pengumpulan barang bukti, termasuk CCTV, HP,” kata Ridwan.

Baca JugaYang Perlu Anda Ketahui Terkait Fakta Tragedi Halloween di Kawasan ItaewonKomnas HAM: Total Ada 45 Tembakan Gas Air Mata Dilontarkan Aparat Saat Tragedi Kanjuruhan

Baca juga:
Terungkap di Sidang! Ada CCTV di Dalam Rumah Sambo Saat Yosua Ditembak

Ridwan mengaku menyampaikan ke Ferdy Sambo bahwa keberadaan CCTV tersebut bisa membuat kasus lebih mudah terungkap. Namun, katanya, Ferdy Sambo menyebut CCTV di rumahnya rusak.

“Pada saat saya melihat CCTV kemudian di situ ada FS. Saya bilang kemudian, setelah saya sampaikan ke FS saya bilang, ‘Jenderal, karena ada CCTV ini akan sangat memudahkan’,” ujar Ridwan menirukan ucapannya saat itu.

Baca JugaTim Kemanusiaan BIN Kirim Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa CianjurRelawan Bulaksumur Gas Poll Siap Dukung Total Ganjar Pranowo Nyapres 2024

“Di hari yang sama di waktu yang sama itu, Pak FS menyampaikan bahwa ‘Kalau untuk CCTV saya di rumah ini sudah rusak semua. Ini sudah terjadi beberapa hari lalu’,” sambungnya. (*)

 

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius